Semester II-2026 Penuh Tekanan, Investor Saham Diminta Bersiap

M Nurhadi

Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:35 WIB
Semester II-2026 Penuh Tekanan, Investor Saham Diminta Bersiap
Pekerja mengamati layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (21/5/2026). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj]
baca 10 detik
  • PT Samuel Sekuritas memproyeksikan pasar keuangan domestik menghadapi tantangan berat pada paruh kedua tahun 2026 akibat ketidakpastian makroekonomi.
  • Bank Indonesia menaikkan suku bunga sebesar 100 basis poin menjadi 5,75 persen guna menstabilkan nilai tukar Rupiah yang terdepresiasi.
  • Strategi investasi defensif disarankan bagi pelaku pasar karena kenaikan suku bunga berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi dan margin perbankan.

Suara.com - PT Samuel Sekuritas Indonesia memproyeksikan pasar keuangan domestik masih akan menghadapi tantangan berat pada paruh kedua tahun 2026.

Kombinasi antara depresiasi nilai tukar rupiah, lonjakan imbal hasil (yield) obligasi, siklus pengetatan moneter, serta arah kebijakan domestik diperkirakan menjadi penahan laju pertumbuhan pasar.

Managing Director PT Samuel Tumbuh Bersama, Tae Yong Shim, mengungkapkan bahwa ketidakpastian situasi makroekonomi ini menuntut para pelaku pasar untuk meninjau ulang alokasi aset mereka.

"Memasuki paruh kedua 2026, pasar masih dibayangi kombinasi antara tekanan rupiah, kenaikan imbal hasil, dan ketidakpastian kebijakan. Dalam situasi seperti ini, strategi yang terlalu agresif belum tentu menjadi pilihan terbaik. Karena itu, pendekatan defensif menjadi semakin penting,” ujar Tae Yong Shim dalam acara Media Connect di Jakarta, Jumat (3/7/2026).

BI Hadapi Dilema Stabilitas vs Pertumbuhan

Tae Yong Shim menjelaskan, fokus utama Bank Indonesia (BI) sepanjang paruh pertama tahun ini tersita pada upaya stabilisasi nilai tukar rupiah.

Guna meredam volatilitas, bank sentral telah mengerek BI-Rate sebesar 100 basis poin (bps) secara agresif, dari posisi 4,75 persen pada Maret 2026 menjadi 5,75 persen pada Juni 2026.

Langkah pengetatan ini dinilai laksana pisau bermata dua bagi perekonomian nasional:

Kebijakan BI: Kenaikan BI-Rate 100 bps (ke level 5,75%)

baca juga

Dampak Positif: Menjaga daya tarik aset keuangan domestik dan menstabilkan nilai tukar Rupiah.

Dampak Negatif: Menahan laju ekspansi kredit sehingga pertumbuhan ekonomi berpotensi tertahan.

Menurut Shim, siklus pengetatan moneter saat ini memiliki kemiripan historis dengan kondisi pada tahun 2018 silam.

Saat itu, BI juga terpaksa mengorbankan pertumbuhan ekonomi demi memulihkan kepercayaan investor asing dan menjaga stabilitas eksternal.

"Masalah utamanya bukan hanya kenaikan suku bunga, tetapi alasan di balik kenaikan itu. Ketika pasar membaca bahwa kenaikan suku bunga dilakukan untuk mengorbankan pertumbuhan demi stabilitas, investor akan menjadi lebih berhati-hati terhadap aset berisiko," tambahnya.

Dari sudut pandang pasar modal, Samuel Sekuritas menilai koreksi tajam yang terjadi beberapa waktu lalu sebenarnya telah membuat valuasi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) berada pada titik masuk (entry point) yang menarik. Hanya saja, katalis pembalikan arah (rebound) belum cukup kuat akibat tersandera risiko kebijakan.

Meskipun tekanan dari isu penyesuaian indeks MSCI diperkirakan telah melewati fase puncaknya, investor disarankan tetap mencermati faktor-faktor struktural seperti porsi saham publik (free float), transparansi emiten, hingga risiko penurunan status (downgrade) ke frontier market.

Di sisi lain, Head of Research Samuel Sekuritas Indonesia, Prasetya Gunadi, menyoroti sektor perbankan yang selama ini menjadi motor penggerak pasar. Meski mencatatkan kinerja tahunan (year-on-year) yang relatif kokoh, emiten bank diprediksi akan menghadapi tekanan margin pada semester II-2026.

"Lingkungan suku bunga yang lebih tinggi biasanya mendorong kenaikan biaya dana (cost of funds). Jika proses repricing dana pihak ketiga bergerak lebih cepat dibandingkan aset produktif, margin bank akan tetap berada dalam tekanan. Di saat sama, biaya pinjaman yang lebih tinggi juga dapat memengaruhi kemampuan bayar debitur," pungkas Prasetya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komisi Ojol 8 Persen Bikin Prospek GOTO Suram, Target Harga Saham Dipangkas

Komisi Ojol 8 Persen Bikin Prospek GOTO Suram, Target Harga Saham Dipangkas

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:45 WIB

Isu BEI Bakal Rombak Total Aturan FCA, 3 Kriteria Ini Bakal Dihapus!

Isu BEI Bakal Rombak Total Aturan FCA, 3 Kriteria Ini Bakal Dihapus!

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:27 WIB

IHSG Terbang ke Level 5.886 di Sesi I, BBCA dan ISAT Pendorongnya

IHSG Terbang ke Level 5.886 di Sesi I, BBCA dan ISAT Pendorongnya

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 13:27 WIB

IHSG Mulai Betah di Zona Hijau, Pagi Bergerak di Level 5.800-an

IHSG Mulai Betah di Zona Hijau, Pagi Bergerak di Level 5.800-an

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 09:18 WIB

Tekanan Pasar Tenaga Kerja AS Mereda, Investor Saham Bisa Lebih Tenang?

Tekanan Pasar Tenaga Kerja AS Mereda, Investor Saham Bisa Lebih Tenang?

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 08:10 WIB

Asing Kabur Bawa Duit 5 Miliar Dolar, Investor Ritel Jadi Pahlawan IHSG

Asing Kabur Bawa Duit 5 Miliar Dolar, Investor Ritel Jadi Pahlawan IHSG

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 06:51 WIB

Terkini

Satu Mobil, Beda Titik Jemput: Grab Group Ride Diklaim Bisa Hemat 54,6 Persen

Satu Mobil, Beda Titik Jemput: Grab Group Ride Diklaim Bisa Hemat 54,6 Persen

Tekno | Senin, 05 Oktober 2026 | 08:43 WIB

BEM SI Demo di DPR! Polisi Siagakan 3.983 Personel dan Minta Warga Gunakan Jalur Alternatif

BEM SI Demo di DPR! Polisi Siagakan 3.983 Personel dan Minta Warga Gunakan Jalur Alternatif

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 08:40 WIB

Sopir Towing Ngantuk di Lajur Cepat, 5 Kendaraan Tabrakan Karambol di Tol Sumo

Sopir Towing Ngantuk di Lajur Cepat, 5 Kendaraan Tabrakan Karambol di Tol Sumo

Jatim | Senin, 05 Oktober 2026 | 08:34 WIB

Ulasan Buku Look! A Bear!: Tentang Persahabatan yang Melampaui Perbedaan

Ulasan Buku Look! A Bear!: Tentang Persahabatan yang Melampaui Perbedaan

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Indriyanto Nugroho Ungkap 'Musuh Tersembunyi' Bisa Hancurkan Karier Pesepak Bola Muda Indonesia

Indriyanto Nugroho Ungkap 'Musuh Tersembunyi' Bisa Hancurkan Karier Pesepak Bola Muda Indonesia

Sulsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 08:26 WIB

Geruduk DPR Siang Ini, BEM SI Bawa 4 Tuntutan: Realisasikan Pendidikan Gratis Sekarang!

Geruduk DPR Siang Ini, BEM SI Bawa 4 Tuntutan: Realisasikan Pendidikan Gratis Sekarang!

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 08:25 WIB

Ibu di Tanggamus Syok Pergoki Kakek 69 Tahun Cabuli Anaknya di Kamar, Terkuak Aksi Bejat Tahunan

Ibu di Tanggamus Syok Pergoki Kakek 69 Tahun Cabuli Anaknya di Kamar, Terkuak Aksi Bejat Tahunan

Lampung | Senin, 05 Oktober 2026 | 08:25 WIB

Jejak Daulah Islamiyah: 11 Terduga Teroris di Enam Provinsi Termasuk Riau Ditangkap

Jejak Daulah Islamiyah: 11 Terduga Teroris di Enam Provinsi Termasuk Riau Ditangkap

Riau | Senin, 05 Oktober 2026 | 08:08 WIB

Bupati Gowa Tunjukkan Video Kepala Kantor Pos Akui Salah Kirim Surat MA

Bupati Gowa Tunjukkan Video Kepala Kantor Pos Akui Salah Kirim Surat MA

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 08:03 WIB

Kilat Sehari Jadi: Mengapa Pergantian Kapolri Berlangsung Hanya dalam Hitungan Jam?

Kilat Sehari Jadi: Mengapa Pergantian Kapolri Berlangsung Hanya dalam Hitungan Jam?

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 08:01 WIB

×