Ekspor Indonesia Terancam Melambat, Tarif AS dan Harga Komoditas Bayangi Semester II 2026

Dythia Novianty

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:44 WIB
Ekspor Indonesia Terancam Melambat, Tarif AS dan Harga Komoditas Bayangi Semester II 2026
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Ekonom CORE memprediksi kinerja ekspor Indonesia pada semester kedua 2026 akan tertekan akibat kebijakan tarif impor Amerika Serikat.
  • Tantangan ekspor nasional diperberat oleh penurunan harga komoditas global serta persaingan ketat dari negara pesaing seperti Vietnam.
  • Pemerintah Indonesia sedang berupaya melakukan negosiasi tarif dengan Amerika Serikat agar produk domestik tetap kompetitif di pasar global.

Suara.com - Harapan ekspor Indonesia kembali melaju pada paruh kedua 2026 tampaknya tidak akan berjalan mulus.

Setelah sempat ditopang permintaan dari sejumlah negara mitra dagang, kini pelaku usaha harus menghadapi ancaman baru berupa kebijakan tarif impor Amerika Serikat (AS), lemahnya harga komoditas global, hingga persaingan yang semakin ketat dari negara-negara pesaing.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai tekanan terhadap ekspor Indonesia baru akan terasa lebih kuat pada semester II 2026.

Menurutnya, dampak kebijakan tarif impor AS memang tidak langsung terlihat karena importir membutuhkan waktu beberapa bulan untuk menyesuaikan pesanan.

"Dampak penuh kebijakan tarif impor AS diperkirakan baru akan terasa pada semester kedua karena penyesuaian pesanan dari importir membutuhkan waktu beberapa bulan," ujar Yusuf, dilansir dari laman Antara, Sabtu (4/7/2026).

Selain tarif AS, Indonesia juga menghadapi tantangan lain berupa potensi pengalihan pesanan ekspor ke negara pesaing seperti Vietnam dan Meksiko yang dinilai memiliki daya saing lebih tinggi di pasar Amerika Serikat.

Tidak hanya itu, tekanan terhadap harga komoditas unggulan Indonesia juga diperkirakan masih berlanjut.

Harga batu bara dan minyak sawit mentah (CPO) masih berada dalam fase pelemahan siklus, sementara permintaan logam industri dari China belum sepenuhnya pulih karena stimulus ekonomi Negeri Tirai Bambu berjalan lebih lambat dari ekspektasi.

Meski demikian, Yusuf melihat, masih ada sejumlah faktor yang dapat menopang kinerja ekspor nasional. Salah satunya adalah permintaan dari China yang masih menunjukkan tren positif.

baca juga

Ia mencatat, ekspor nonmigas Indonesia ke China sepanjang Januari hingga Mei 2026 masih tumbuh 17,7 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut dinilai mampu menjadi bantalan ketika permintaan dari pasar lain melemah.

Selain itu, peluang ekspor juga masih terbuka selama permintaan terhadap produk hilirisasi nikel tetap terjaga.

"Dengan kondisi tersebut, saya memperkirakan pertumbuhan ekspor pada semester kedua akan berada di kisaran nol sampai dua persen dengan risiko yang cenderung mengarah ke bawah apabila negosiasi tarif dengan Washington tidak menghasilkan pelonggaran," kata Yusuf.

Tarif AS Masih Berlaku hingga 24 Juli

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan ekspor Indonesia ke Amerika Serikat saat ini masih dikenai tarif universal sebesar 10 persen yang berlaku selama 150 hari hingga 24 Juli 2026.

Tarif tersebut merupakan kebijakan sementara setelah Mahkamah Agung AS membatalkan aturan tarif resiprokal yang sebelumnya diterapkan.

Pemerintah Indonesia saat ini masih terus melakukan negosiasi dengan pemerintah AS agar tarif yang dikenakan terhadap produk Indonesia bisa lebih kompetitif. Bahkan, pemerintah mendorong agar beberapa komoditas strategis memperoleh tarif 0 persen.

Ilustrasi ekspor barang nonmigas. [ANTARA]
Ilustrasi ekspor barang nonmigas. [ANTARA]

Data BPS: Ekspor Nonmigas Masih Tertekan

Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai ekspor nonmigas Indonesia pada Mei 2026 mencapai 22,45 miliar dolar AS, atau turun 4,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Penurunan tersebut dipicu melemahnya ekspor logam mulia dan perhiasan, bijih logam, besi, serta baja.

Secara sektoral, industri pengolahan masih menjadi penyumbang terbesar ekspor nonmigas dengan nilai 19,05 miliar dolar AS, meski mengalami kontraksi 3,59 persen secara tahunan.

Di sisi lain, ekspor sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan turun 20,43 persen menjadi 500 juta dolar AS, sedangkan ekspor sektor pertambangan dan sektor lainnya menyusut 7,03 persen menjadi 2,89 miliar dolar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bos Baru Danantara dari WNA Tuai Polemik, Pakar: Yang Penting Kompeten, Bukan Paspor

Bos Baru Danantara dari WNA Tuai Polemik, Pakar: Yang Penting Kompeten, Bukan Paspor

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:15 WIB

90 Juta Produk UMKM RI Laku di Luar Negeri, Ternyata Ini Rahasianya

90 Juta Produk UMKM RI Laku di Luar Negeri, Ternyata Ini Rahasianya

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:46 WIB

Danantara Pegang Kendali Ekspor Sawit, Pemerintah Ubah Total Tata Kelola CPO Nasional

Danantara Pegang Kendali Ekspor Sawit, Pemerintah Ubah Total Tata Kelola CPO Nasional

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:25 WIB

Mendag Terbitkan Aturan Baru, Begini Tata Cara Ekspor Komoditas SDA Lewat PT DSI

Mendag Terbitkan Aturan Baru, Begini Tata Cara Ekspor Komoditas SDA Lewat PT DSI

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 14:35 WIB

Dunia Borong Perhiasan Indonesia, Nilai Ekspor Melonjak hingga 9,1 Miliar Dolar AS

Dunia Borong Perhiasan Indonesia, Nilai Ekspor Melonjak hingga 9,1 Miliar Dolar AS

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 11:23 WIB

Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru

Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:54 WIB

Terkini

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

×