Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.685.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 5.886,032
LQ45 586,842
Srikehati 288,489
JII 347,233
USD/IDR 17.977

Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:54 WIB
Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) semakin agresif membidik pasar global. Di tengah kondisi industri semen nasional yang masih dibayangi kelebihan kapasitas produksi, perusahaan pelat merah itu justru membuka jalur ekspor baru dengan meresmikan fasilitas dermaga dan produksi ekspor di Tuban, Jawa Timur. Foto ist/
  • SIG resmikan dermaga ekspor Tuban berkapasitas 1 juta ton semen per tahun.
  • Target ekspor 450 ribu ton semen khusus ke Amerika Serikat sepanjang 2026.
  • Kolaborasi SIG-Jepang dorong Indonesia jadi pemain semen global.

Suara.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) semakin agresif membidik pasar global. Di tengah kondisi industri semen nasional yang masih dibayangi kelebihan kapasitas produksi, perusahaan pelat merah itu justru membuka jalur ekspor baru dengan meresmikan fasilitas dermaga dan produksi ekspor di Tuban, Jawa Timur.

Fasilitas yang diresmikan pada Kamis (11/6/2026) tersebut digadang-gadang menjadi senjata baru SIG untuk memperkuat penetrasi pasar internasional, terutama ke Amerika Serikat (AS). Tak tanggung-tanggung, fasilitas ini memiliki kapasitas ekspor hingga 1 juta ton semen per tahun.

Langkah ekspansi ini dijalankan melalui kolaborasi strategis antara anak usaha SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, dengan perusahaan semen asal Jepang, Taiheiyo Cement Corporation. Melalui kerja sama tersebut, SIG menargetkan pengiriman 450 ribu metrik ton (MT) semen tipe khusus ke pasar AS secara bertahap sepanjang tahun 2026.

Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, mengatakan peresmian fasilitas ekspor di Tuban menjadi tonggak penting dalam transformasi bisnis perusahaan yang kini semakin fokus membangun sumber pertumbuhan baru dari pasar ekspor.

"Momentum peresmian fasilitas ekspor ini membawa SIG pada tujuan utama yaitu menciptakan peluang pertumbuhan, mendukung pembangunan berkelanjutan, dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional melalui produk hasil karya anak bangsa," ujarnya.

Menurutnya, strategi memperluas pasar ekspor menjadi langkah penting untuk meningkatkan utilisasi pabrik di tengah persaingan industri semen yang semakin ketat. Dengan pasar domestik yang masih mengalami tekanan akibat kelebihan pasokan, ekspor dinilai menjadi peluang besar untuk menjaga pertumbuhan bisnis perusahaan.

Tak hanya mengandalkan kapasitas besar, fasilitas ekspor SIG di Tuban juga dibekali teknologi modern yang mendukung efisiensi operasional. Dermaga tersebut mampu melayani kapal hingga 50.000 DWT dan terhubung langsung dengan pabrik melalui tube conveyor sepanjang 4,1 kilometer.

Selain itu, terdapat ship loader berkapasitas 1.000 ton per jam yang memungkinkan pengiriman semen curah langsung ke kapal dengan proses yang lebih cepat dan efisien. Fasilitas produksi juga diperkuat dengan sistem silo berkapasitas puluhan ribu ton guna memastikan kualitas dan kontinuitas pasokan untuk pasar ekspor.

Komisaris Utama SIG, Sigit Widyawan, mengingatkan bahwa peresmian fasilitas ini bukanlah garis akhir, melainkan awal dari tantangan baru untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset tersebut.

"Menjaga kualitas tetap menjadi prioritas utama untuk meningkatkan daya saing. Setelah itu, aspek efisiensi juga harus terus diperkuat agar semakin kompetitif dan membuka peluang untuk merambah pasar yang lebih luas lagi," kata Sigit.

Dengan hadirnya fasilitas ekspor baru di Tuban, SIG berharap mampu memperkuat ketahanan bisnis, memperluas pasar internasional, sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia sebagai salah satu pemain penting industri semen di pasar global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati

Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:39 WIB

Danantara Sumberdaya Indonesia Urus Ekspor RI Tahun Depan, Bagaimana Nasib Bea Cukai?

Danantara Sumberdaya Indonesia Urus Ekspor RI Tahun Depan, Bagaimana Nasib Bea Cukai?

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 17:09 WIB

Lonjakan Ekspor Mobil China Ancam Dominasi Global Saat Harga BBM Melambung Tinggi

Lonjakan Ekspor Mobil China Ancam Dominasi Global Saat Harga BBM Melambung Tinggi

Otomotif | Jum'at, 12 Juni 2026 | 15:02 WIB

Terkini

Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing

Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:50 WIB

Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN

Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:40 WIB

Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati

Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:39 WIB

Tak Hanya Ciki dan Elektronik, Masyarakat Bisa Berburu Emas Batangan di PRJ

Tak Hanya Ciki dan Elektronik, Masyarakat Bisa Berburu Emas Batangan di PRJ

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:33 WIB

Hampir 30 Tahun Negosiasi, Perjanjian Dagang RI-AS Tak Kunjung Rampung

Hampir 30 Tahun Negosiasi, Perjanjian Dagang RI-AS Tak Kunjung Rampung

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:27 WIB

BAT Indonesia Kembali Raih Penghargaan HR Asia Awards, 10 Tahun Berturut-turut

BAT Indonesia Kembali Raih Penghargaan HR Asia Awards, 10 Tahun Berturut-turut

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:20 WIB

KRL hingga Whoosh Jadi Andalan KAI Tekan Emisi Karbon

KRL hingga Whoosh Jadi Andalan KAI Tekan Emisi Karbon

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:17 WIB

Jika Produksi Masih Kurang, ESDM Beri Kesempatan Perusahaan Tambang Revisi RKAB

Jika Produksi Masih Kurang, ESDM Beri Kesempatan Perusahaan Tambang Revisi RKAB

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:09 WIB

Pemerintah Batal Naikkan Harga Minyakita

Pemerintah Batal Naikkan Harga Minyakita

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 17:48 WIB

DJP Klaim Aturan Baru PPh Final Bikin UMKM Naik Kelas, Bukan Bebani Administrasi Pajak

DJP Klaim Aturan Baru PPh Final Bikin UMKM Naik Kelas, Bukan Bebani Administrasi Pajak

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 17:47 WIB