MSCI Pertahankan Indonesia di EM, Mengapa IHSG Masih Ambruk?

Liberty Jemadu

Rabu, 24 Juni 2026 | 18:25 WIB
MSCI Pertahankan Indonesia di EM, Mengapa IHSG Masih Ambruk?
Keputusan MSCI yang mempertahankan pasar modal Indonesia di EM justru membuat IHSG melemah 3,56 persen pada Rabu (24/6/2026). [Antara]
baca 10 detik
  • MSCI mempertahankan klasifikasi Bursa Efek Indonesia sebagai Emerging Market pada Rabu, 24 Juni 2026 meskipun ada penundaan evaluasi.
  • Keputusan MSCI menyebabkan IHSG melemah 3,56 persen karena investor merespons negatif penundaan pengujian efektivitas reformasi pasar modal tersebut.
  • Investor asing tetap bersikap waspada sambil menantikan kepastian kebijakan fiskal serta efektivitas reformasi yang dijalankan otoritas pasar modal Indonesia.

Suara.com - bisPasar modal Indonesia mendapat kabar baik pada Rabu (24/6/2026) setelah MSCI mempertahankan Bursa Efek Indonesia (BEI) di kelompok pasar berkembang atau Emerging Market (EM).

Meski demikian, keputusan MSCI itu tidak mendapat respons positif di pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu sore, ditutup melemah 217,45 poin atau 3,56 persen ke posisi 5.883,88. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 20,26 poin atau 3,39 persen ke posisi 578,17.

Apa keputusan MSCI?

MSCI, dalam pengumumannya, mengakui sejumlah langkah reformasi untuk meningkatkan transparansi pasar modal Indonesia yang telah diumumkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

MSCI juga menegaskan bahwa belum ada perubahan terkait klasifikasi pasar modal Indonesia, yang artinya tetap di kategori EM.

Tapi...

Tetapi di saat yang sama, MSCI juga mengirim peringatan. Lembaga itu memutuskan untuk kembali menunda evaluasi status pasar saham Indonesia. MSCI masih butuh waktu tambahan untuk menilai efektivitas sumber data baru serta kebijakan regulator terkait pemenuhan saham beredar di publik (free float) dan kemudahan investasi (investability).

Alasan utama di balik penundaan ini adalah karena MSCI masih membutuhkan waktu untuk menguji apakah paket reformasi transparansi yang baru saja diumumkan oleh otoritas pasar modal Indonesia benar-benar berjalan efektif di lapangan.

Keputusan ini memperpanjang fase ketidakpastian bagi para investor yang telah berlangsung selama beberapa bulan.

baca juga

"Apabila hingga MSCI Index Review November 2026 belum terlihat kemajuan yang memadai, MSCI akan mempertimbangkan berbagai opsi terkait perlakuan yang tepat terhadap pasar Indonesia, termasuk kemungkinan konsultasi mengenai reklasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market."

Wait and see

Pengamat pasar modal Reydi Octa menilai sentimen positif dari MSCI tidak lantas membuat investor, terutama dari luar negeri, kembali memborong saham-saham Indonesia.

Menurutnya, status Indonesia yang tetap berada di EM menurut klasifikasi MSCI memang mengurangi risiko outflow, namun belum cukup untuk langsung membalikkan foreign outflow menjadi foreign inflow atau dana asing masuk ke Indonesia dalam jumlah besar.

“Investor masih menunggu perbaikan likuiditas, kepastian kebijakan, stabilitas rupiah, dan peningkatan kualitas pasar,” ujar Reydi.

Sementara menurut pengamat pasar modal Panin Sekuritas, Elandry Pratama investor asing masih menunggu implementasi sejumlah kebijakan fiskal dan program prioritas pemerintah, agar dapat mengukur dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi, defisit anggaran, serta keberlanjutan fiskal ke depan.

"Hasil review MSCI yang belum membawa perubahan status Indonesia juga membuat pasar belum memperoleh katalis positif baru dalam jangka pendek," ujar Elandry.

Elandry menjelaskan, saat ini investor asing cenderung bersikap wait and see meski ia mengakui fundamental ekonomi Indonesia dan valuasi pasar saham masih relatif menarik dibandingkan beberapa negara regional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekap Hari Ini: IHSG Ambruk, Rupiah Anjlok!

Rekap Hari Ini: IHSG Ambruk, Rupiah Anjlok!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:03 WIB

IHSG Hancur Lebur! Anjlok 3,56% ke Level 5.883, Asing Ramai Jual BMRI dan DSSA

IHSG Hancur Lebur! Anjlok 3,56% ke Level 5.883, Asing Ramai Jual BMRI dan DSSA

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:31 WIB

Pelemahan Tak Terbendung, Rupiah Hampir Balik Lagi ke Rp18.000

Pelemahan Tak Terbendung, Rupiah Hampir Balik Lagi ke Rp18.000

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:13 WIB

Purbaya Klaim Kemenkeu Belum Berencana Punya Saham BEI Meski Diizinkan UU P2SK

Purbaya Klaim Kemenkeu Belum Berencana Punya Saham BEI Meski Diizinkan UU P2SK

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:37 WIB

Daftar Saham yang Meroket di Tengah Koreksi IHSG Sesi I

Daftar Saham yang Meroket di Tengah Koreksi IHSG Sesi I

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 13:32 WIB

Terkini

GAC Indonesia Ramaikan Segmen SUV Listrik Lewat Kehadiran AION i60

GAC Indonesia Ramaikan Segmen SUV Listrik Lewat Kehadiran AION i60

Otomotif | Sabtu, 07 November 2026 | 18:20 WIB

Bendera Golkar dan NasDem Dikeluhkan Warga Jaksel, Satpol PP Beri Tenggat Penurunan

Bendera Golkar dan NasDem Dikeluhkan Warga Jaksel, Satpol PP Beri Tenggat Penurunan

News | Sabtu, 07 November 2026 | 18:17 WIB

4 Face Mist Hypochlorous Acid Andalan Buat Cegah Kulit Gampang Jerawat

4 Face Mist Hypochlorous Acid Andalan Buat Cegah Kulit Gampang Jerawat

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 18:15 WIB

Solo Disiapkan Jadi Lumbung Talenta Timnas, PSSI Salurkan 1.000 Bola ke Sekolah

Solo Disiapkan Jadi Lumbung Talenta Timnas, PSSI Salurkan 1.000 Bola ke Sekolah

Surakarta | Sabtu, 07 November 2026 | 18:06 WIB

5 Beda Polo Indonesia dan Polo Ralph Lauren, Mengapa Sering Dianggap Sama?

5 Beda Polo Indonesia dan Polo Ralph Lauren, Mengapa Sering Dianggap Sama?

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 18:04 WIB

Nilai Lahan Kawasan Pesisir Jakarta Terus Meroket, Tembus Harga Ratusan Miliar

Nilai Lahan Kawasan Pesisir Jakarta Terus Meroket, Tembus Harga Ratusan Miliar

Jakarta | Sabtu, 07 November 2026 | 18:00 WIB

Petualangan Mahasiswa Menyelamatkan Nusantara dalam Novel Melangkah

Petualangan Mahasiswa Menyelamatkan Nusantara dalam Novel Melangkah

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 18:00 WIB

Gemini hingga Pinpoint Dibedah, Suara.com dan Sumselupdate.com Cetak Jurnalis Melek AI di Palembang

Gemini hingga Pinpoint Dibedah, Suara.com dan Sumselupdate.com Cetak Jurnalis Melek AI di Palembang

News | Sabtu, 07 November 2026 | 17:50 WIB

Sinopsis Prosecutor, Dracin Hou Wen Yuan dan Zhang Guo Li di Youku

Sinopsis Prosecutor, Dracin Hou Wen Yuan dan Zhang Guo Li di Youku

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 17:50 WIB

Kenapa Lalat Tambah Banyak di Musim Hujan? Ini 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa Lalat Tambah Banyak di Musim Hujan? Ini 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 17:45 WIB

×