Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Komisi Ojol 8% Berlaku, Pendapatan Naik? Ini Kata Driver Ojol!

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 06 Juli 2026 | 07:42 WIB
Komisi Ojol 8% Berlaku, Pendapatan Naik? Ini Kata Driver Ojol!
Pengemudi ojek daring menunggu penumpang dengan melihat aplikasi di Stasiun Sudirman, Jakarta, Senin (20/5/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Grab dinilai kurang transparan soal pemotongan komisi 8% oleh mitra driver.
  • Gojek tampilkan potongan 8% di tiap order, dinilai lebih jelas dan terbuka.
  • Aturan teknis belum dipublikasikan, skema aplikator masih berbeda-beda.

Suara.com - Kebijakan komisi maksimal 8% untuk layanan ojek online (ojol) resmi berlaku sejak 1 Juli 2026. Namun, tiga hari pertama implementasi di lapangan justru memperlihatkan adanya perbedaan mekanisme pemotongan antara dua aplikator terbesar, Grab dan Gojek.

Sejumlah mitra pengemudi mengaku masih kebingungan memahami skema baru tersebut. Mereka menilai belum ada penjelasan yang rinci dari perusahaan, terutama terkait cara perhitungan potongan komisi.

Salah satu mitra Grab, Alex, mengungkapkan sistem pemotongan yang diterapkan aplikator berbeda dari yang diperkirakan para driver. Menurutnya, potongan komisi sebesar 8% tidak langsung terlihat saat perjalanan selesai, melainkan baru dipotong dari total pendapatan pada hari berikutnya.

"Jadi kalau di Grab itu, hasil akhirnya kita harus cek lagi. Banyak yang salah paham karena yang terlihat di aplikasi masih pendapatan penuh, tapi besoknya baru dipotong 8%," ujar Alex, Sabtu (4/7).

Ia menilai mekanisme tersebut membuat pengemudi kesulitan menghitung pendapatan bersih setiap hari. Menurutnya, Grab juga belum memberikan penjelasan yang cukup rinci mengenai skema perhitungan komisi tersebut.

Keluhan serupa disampaikan mitra Grab lainnya, Sarika. Ia mengatakan selama tiga hari kebijakan berjalan, potongan komisi memang diterapkan sehari setelah pendapatan diperoleh tanpa adanya pemberitahuan yang jelas di aplikasi.

"Iya, pendapatan hari Jumat dipotong hari Sabtu. Enggak ada notifikasi, tiba-tiba besoknya sudah dipotong bagi hasil," katanya.

Sarika mengaku masih belum memahami secara utuh mekanisme baru tersebut karena informasi yang diterima dari aplikator dinilai minim.

Berbeda dengan Grab, mitra Gojek menyebut skema komisi baru lebih mudah dipahami karena rincian pembagian pendapatan langsung muncul pada setiap perjalanan.

baca juga

Salah satu mitra Gojek, Rudy, mengatakan dirinya langsung mengetahui bahwa pengemudi menerima 92% dari tarif perjalanan, sedangkan 8% menjadi bagian perusahaan aplikator.

"Kalau saya dapat order ada perinciannya. Saya langsung tahu dapat 92% dari tarif," ujar Rudy.

Menurutnya, sistem tersebut cukup transparan sehingga pengemudi dapat langsung menghitung pendapatan bersih dari setiap order.

Rudy juga mengaku diuntungkan dengan kebijakan lain yang diterapkan Gojek, yakni penghapusan biaya langganan layanan Hemat yang sebelumnya dikenakan kepada mitra.

"(Layanan) Hemat sekarang sudah tidak berlangganan lagi. Akun jadi lebih stabil, menurut saya cukup membantu," katanya.

Sementara itu, mitra Gojek lainnya, Andi, mengatakan kebijakan komisi 8% belum memberikan peningkatan pendapatan yang signifikan. Meski demikian, ia melihat tarif perjalanan sedikit lebih baik dibanding sebelumnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komisi 8 Persen Ojol Jadi Sorotan DPR, Pengemudi Kini Terima 92 Persen Tarif

Komisi 8 Persen Ojol Jadi Sorotan DPR, Pengemudi Kini Terima 92 Persen Tarif

Video | Minggu, 05 Juli 2026 | 15:45 WIB

Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi

Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:30 WIB

Komisi Ojol Dipangkas Jadi 8%, Ekonom: Belum Tentu Bikin Driver Lebih Sejahtera

Komisi Ojol Dipangkas Jadi 8%, Ekonom: Belum Tentu Bikin Driver Lebih Sejahtera

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:31 WIB

Terkini

Timnas Argentina Diguncang Skandal Pencucian Uang AFA, FBI Turun Tangan

Timnas Argentina Diguncang Skandal Pencucian Uang AFA, FBI Turun Tangan

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:38 WIB

Purbaya Tolak Perpanjang Tenor Dana SAL Rp 200 Triliun Milik Pemerintah ke Himbara

Purbaya Tolak Perpanjang Tenor Dana SAL Rp 200 Triliun Milik Pemerintah ke Himbara

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:28 WIB

Harga Emas Antam Anjlok, Rupiah Ikutan Koreksi Tajam: Apa Penyebabnya?

Harga Emas Antam Anjlok, Rupiah Ikutan Koreksi Tajam: Apa Penyebabnya?

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:19 WIB

Purbaya Ramal Defisit APBN 2026 Bengkak Jadi Rp 734,3 Triliun, Setara 2,85% PDB

Purbaya Ramal Defisit APBN 2026 Bengkak Jadi Rp 734,3 Triliun, Setara 2,85% PDB

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:02 WIB

Meski Labanya Ribuan Persen, Saham GGRM Belum Layak Dibeli

Meski Labanya Ribuan Persen, Saham GGRM Belum Layak Dibeli

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 11:51 WIB

Prabowo Minta yang Pesimistis Tinggalkan Indonesia, IKK Turun hingga IHSG Anjlok 32% YTD

Prabowo Minta yang Pesimistis Tinggalkan Indonesia, IKK Turun hingga IHSG Anjlok 32% YTD

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 11:25 WIB

Skandal KUR BNI, Kejati Ungkap Korupsi Rp41,48 Miliar Libatkan 900 Petani Fiktif

Skandal KUR BNI, Kejati Ungkap Korupsi Rp41,48 Miliar Libatkan 900 Petani Fiktif

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 11:10 WIB

Alasan PT KAI Rombak Stasiun Bogor Secara Besar-besaran

Alasan PT KAI Rombak Stasiun Bogor Secara Besar-besaran

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 10:40 WIB

Kementan Tambah Anggaran Pertanian Papua, Total Alokasi 2026 Capai Rp3,2 Triliun

Kementan Tambah Anggaran Pertanian Papua, Total Alokasi 2026 Capai Rp3,2 Triliun

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 10:35 WIB

Jakarta Fair Kemayoran 2026 Catat Transaksi Lebih dari Rp8 Triliun, Dikunjungi 6 Juta Orang

Jakarta Fair Kemayoran 2026 Catat Transaksi Lebih dari Rp8 Triliun, Dikunjungi 6 Juta Orang

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 10:04 WIB

×