Emiten PGEO Pasang Target Kapasitas PLTP Capai 1,8 GW pada 2034

Achmad Fauzi

Rabu, 15 Juli 2026 | 19:05 WIB
Emiten PGEO Pasang Target Kapasitas PLTP Capai 1,8 GW pada 2034
Ilustrasi PLTP.
baca 10 detik
  • PT Pertamina Geothermal Energy menargetkan peningkatan kapasitas PLTP mandiri menjadi 1 GW pada 2028 dan 1,8 GW pada 2034.
  • Pengumuman target tersebut disampaikan saat ajang The 5th ITB International Geothermal Workshop 2026 di Bandung, Jawa Barat.
  • PGE berfokus pada inovasi teknologi, diversifikasi pemanfaatan panas bumi, serta kolaborasi untuk mendukung target net zero emission Indonesia.

Suara.com - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE memasang target ambisius untuk meningkatkan kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) yang dikelola secara mandiri menjadi 1 gigawatt (GW) pada 2028 dan meningkat menjadi 1,8 GW pada 2034.

Target tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang perseroan untuk memperkuat kontribusi terhadap ketahanan energi nasional sekaligus mendukung agenda transisi energi menuju target net zero emission.

Komitmen itu ditegaskan PGE dalam ajang The 5th ITB International Geothermal Workshop (IIGW) 2026 bertema New Horizons in Geothermal: Beyond Conventional Boundaries yang digelar di Bandung, Jawa Barat.

Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho mengatakan, momentum 100 tahun pengembangan panas bumi di Indonesia menjadi awal babak baru bagi pemanfaatan energi panas bumi yang lebih luas.

PLTP Kamojang di Desa Laksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (Dok: Suara.com/Iman Firmansyah)
Ilustrasi PLTP.  (Dok: Suara.com/Iman Firmansyah)

"Seratus tahun perjalanan panas bumi Indonesia membuktikan bahwa energi panas bumi telah menjadi salah satu fondasi penting ketahanan energi nasional. Ke depan, fokus PGE adalah mempercepat inovasi teknologi, memperluas pemanfaatan panas bumi di luar sektor kelistrikan, serta memperkuat kolaborasi agar potensi besar yang dimiliki Indonesia dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat dan perekonomian nasional," ujar Andi di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, pengembangan panas bumi ke depan tidak hanya difokuskan untuk pembangkit listrik, tetapi juga diarahkan ke berbagai sektor lain, seperti pemanfaatan langsung (direct use) untuk pertanian dan industri, hingga pengembangan green hydrogen sebagai bagian dari ekosistem energi rendah karbon.

Indonesia sendiri memiliki potensi panas bumi sekitar 24 GW, terbesar kedua di dunia. Potensi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat ketahanan sekaligus swasembada energi nasional.

Selain memperluas pemanfaatan panas bumi, PGE juga mempercepat transformasi digital melalui pengembangan berbagai teknologi, termasuk digitalisasi dan teknologi pengujian sumur panas bumi guna meningkatkan akurasi data, efisiensi operasi, serta mempercepat pengambilan keputusan dalam pengembangan lapangan panas bumi.

Andi menilai percepatan pengembangan panas bumi tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

baca juga

"Melalui penguatan inovasi, kolaborasi lintas sektor, serta perluasan pemanfaatan panas bumi, PGE optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai world-leading geothermal producer sekaligus geothermal centre of excellence. Ke depan, Perseroan akan terus mengoptimalkan aset eksisting, mendorong ekspansi bisnis, sekaligus mengembangkan berbagai sumber pendapatan masa depan (future revenue streams) melalui inovasi dan diversifikasi pemanfaatan energi panas bumi," bebernya.

Komitmen PGE dalam pengembangan energi panas bumi turut mendapat pengakuan pada ajang IIGW 2026 melalui penghargaan Ganesha Geothermal Award for Outstanding Funding dan Ganesha Geothermal Award for Long-Term Commitment atas kontribusinya dalam mendukung riset, pendidikan, inovasi, serta pengembangan industri panas bumi di Indonesia.

Dari sisi keberlanjutan, PGE juga mencatatkan ESG Risk Rating sebesar 7,1 berdasarkan penilaian Sustainalytics, tertinggi di Indonesia. Perseroan juga menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar Top 50 Global ESG Companies 2025.

Selain itu, PGE menyebut telah berkontribusi menghindari emisi sekitar 4,29 juta ton COe dibandingkan pembangkit listrik non-energi baru terbarukan (EBT), dengan intensitas emisi sebesar 0,041 ton COe per MWh, yang mencerminkan peran panas bumi sebagai sumber energi rendah karbon.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Target Operasi 2030, PGE Tajak Sumur Eksplorasi Pertama PLTP Lumut Balai Unit 3

Target Operasi 2030, PGE Tajak Sumur Eksplorasi Pertama PLTP Lumut Balai Unit 3

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:23 WIB

RI Sebenarnya Punya Senjata untuk Mitigasi Pemadaman Listrik

RI Sebenarnya Punya Senjata untuk Mitigasi Pemadaman Listrik

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:50 WIB

Emiten PGEO Andalkan ESG untuk Jaring Investor

Emiten PGEO Andalkan ESG untuk Jaring Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:18 WIB

Terkini

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:34 WIB

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:12 WIB

Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan

Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan

Jogja | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:11 WIB

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:33 WIB

×