Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.501,585
LQ45 638,736
Srikehati 310,420
JII 390,270
USD/IDR 17.774

RI Sebenarnya Punya Senjata untuk Mitigasi Pemadaman Listrik

Achmad Fauzi

Selasa, 07 Juli 2026 | 15:50 WIB
RI Sebenarnya Punya Senjata untuk Mitigasi Pemadaman Listrik
Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi. [Antara]
baca 10 detik
  • Pengamat energi Feiral Rizky Batubara menyatakan panas bumi menjadi solusi strategis mengantisipasi risiko blackout dan menjaga kestabilan listrik nasional.
  • Indonesia memiliki potensi panas bumi sebesar 24 gigawatt, namun pemanfaatannya saat ini masih rendah yakni sekitar 2,7 gigawatt.
  • Pemerintah perlu meningkatkan dukungan kebijakan serta infrastruktur untuk mempercepat pengembangan energi panas bumi sebagai bagian ketahanan sistem kelistrikan.

Suara.com - Risiko pemadaman listrik berskala besar atau blackout menjadi tantangan yang perlu diantisipasi di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional. Salah satunya, pengembangan energi panas bumi dinilai menjadi solusi strategis karena mampu menghasilkan pasokan listrik yang stabil selama 24 jam.

Pengamat Energi Feiral Rizky Batubara mengatakan gangguan pada sistem kelistrikan tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat menekan kinerja sektor industri.

Pasokan listrik yang tidak stabil berpotensi menghambat proses produksi, meningkatkan biaya operasional, hingga mengganggu rantai pasok.

Karena itu, menurut Feiral, mitigasi risiko blackout perlu dilakukan melalui penguatan sistem kelistrikan secara menyeluruh, termasuk diversifikasi sumber energi dan peningkatan pembangkit yang mampu memasok listrik secara andal.

"Panas bumi bisa menjadi salah satu opsi strategis untuk memperkuat ketahanan sistem kelistrikan nasional, terutama sebagai bagian dari antisipasi risiko blackout. Karakternya stabil, dapat beroperasi 24 jam, tidak bergantung pada cuaca, dan bisa berperan sebagai baseload di sistem kelistrikan," ujar Feiral seperti dikutip, Selasa (7/7/2026).

Ilustrasi panas bumi.
Ilustrasi panas bumi.

Ia menjelaskan, karakteristik panas bumi yang mampu beroperasi tanpa bergantung pada kondisi cuaca membuat sumber energi tersebut memiliki peran penting dalam menjaga keandalan pasokan listrik nasional.

"Antisipasi blackout harus dilihat sebagai agenda besar penguatan sistem. Dalam kerangka itu, panas bumi dapat menjadi salah satu pilar penting karena potensinya tersebar di banyak wilayah Indonesia," katanya.

Feiral menambahkan, pengembangan panas bumi tidak dapat berdiri sendiri. Upaya memperkuat ketahanan listrik juga harus dibarengi dengan pembangunan jaringan transmisi dan distribusi, peningkatan cadangan daya, pengembangan sistem penyimpanan energi seperti Battery Energy Storage System (BESS), penyediaan pembangkit cadangan, digitalisasi jaringan listrik, hingga diversifikasi sumber energi.

Indonesia sendiri memiliki cadangan panas bumi sekitar 24 gigawatt (GW) atau sekitar 40 persen dari total cadangan dunia, menjadikannya salah satu negara dengan potensi panas bumi terbesar di dunia.

baca juga

Namun, pemanfaatannya masih relatif rendah. Dari total potensi tersebut, baru sekitar 2,7 GW atau sekitar 12 persen yang telah dimanfaatkan.

Masih besarnya potensi yang belum tergarap dinilai membuka peluang untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung target penambahan kapasitas panas bumi sekitar 2,5 GW dalam 10 tahun mendatang. Target pemerintah dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 yang mencapai 5,2 GW juga dinilai sejalan dengan upaya mempercepat transisi energi.

Meski demikian, Feiral mengakui pengembangan panas bumi masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kebutuhan investasi awal yang besar, tarif keekonomian, proses perizinan, hingga kesiapan infrastruktur jaringan listrik.

Karena itu, ia menilai pemerintah perlu memperkuat dukungan kebijakan, seperti skema pembagian risiko eksplorasi, penyediaan pembiayaan jangka panjang, penyederhanaan perizinan, serta sinkronisasi antara pembangunan pembangkit dengan pengembangan jaringan kelistrikan nasional.

"Kalau bicara mitigasi blackout, panas bumi sebaiknya ditempatkan sebagai salah satu opsi dalam portofolio ketahanan listrik nasional. Kuncinya bukan memilih satu teknologi saja, tetapi membangun sistem kelistrikan yang lebih tangguh, tersebar, fleksibel, dan memiliki cadangan yang memadai," pungkas Feiral.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Produksi Listrik PLN Nusantara Power Capai 66.919 GWh pada 2025

Produksi Listrik PLN Nusantara Power Capai 66.919 GWh pada 2025

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 11:41 WIB

Singapura Jadi Beli Listrik dari RI, Tapi Harganya Belum Deal

Singapura Jadi Beli Listrik dari RI, Tapi Harganya Belum Deal

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 18:35 WIB

Anak Usaha PLN Raih Kinerja Moncer 2025, Penjualan Listrik di Atas Target

Anak Usaha PLN Raih Kinerja Moncer 2025, Penjualan Listrik di Atas Target

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 18:31 WIB

Terkini

Sering Dianggap Sama, Ini 5 Perbedaan Freckles Alami vs Sunspots Flek Penuaan

Sering Dianggap Sama, Ini 5 Perbedaan Freckles Alami vs Sunspots Flek Penuaan

Lifestyle | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:18 WIB

Sindir Pramono? Maruarar Tanya Lokasi Rumah Kumuh di Jakarta, Mau Diperbaiki Prabowo

Sindir Pramono? Maruarar Tanya Lokasi Rumah Kumuh di Jakarta, Mau Diperbaiki Prabowo

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:16 WIB

Bikin Skill Jadi Cuan: 5 Side Hustle yang Cocok untuk Mahasiswa dan Pekerja Muda

Bikin Skill Jadi Cuan: 5 Side Hustle yang Cocok untuk Mahasiswa dan Pekerja Muda

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:14 WIB

KPK Panggil Stafsus Menhut Andi Saiful Haq, Usut Misteri Amplop Bupati Kuansing

KPK Panggil Stafsus Menhut Andi Saiful Haq, Usut Misteri Amplop Bupati Kuansing

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:13 WIB

Serum Dulu atau Moisturizer? Biar Nggak Sia-sia, Ini Urutan Skincare yang Benar!

Serum Dulu atau Moisturizer? Biar Nggak Sia-sia, Ini Urutan Skincare yang Benar!

Lifestyle | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:11 WIB

Be Wise: Bagaimana Membaca Menjadi Aplikator Sosial untuk Membaca Karakter Manusia

Be Wise: Bagaimana Membaca Menjadi Aplikator Sosial untuk Membaca Karakter Manusia

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:06 WIB

Bayi 3 Bulan Tergolek di ICU RS Kotabumi Usai Disiksa Ayah Kandung: Dipukuli hingga Digigit

Bayi 3 Bulan Tergolek di ICU RS Kotabumi Usai Disiksa Ayah Kandung: Dipukuli hingga Digigit

Lampung | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:06 WIB

Pabrik Baterai PT CATIB di Karawang Sudah Beroperasi Meski Belum Diresmikan Presiden Prabowo

Pabrik Baterai PT CATIB di Karawang Sudah Beroperasi Meski Belum Diresmikan Presiden Prabowo

Otomotif | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:05 WIB

Saksi Sidang Sebut Uang OPD Buat THR Timses, Fadia Bantah: ASN Dapat, Saya Malah Nombok

Saksi Sidang Sebut Uang OPD Buat THR Timses, Fadia Bantah: ASN Dapat, Saya Malah Nombok

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:04 WIB

BRI Easy Card Bikin Acara Jajan dan Jalan Makin Seru, Transaksi Online Dijamin Aman

BRI Easy Card Bikin Acara Jajan dan Jalan Makin Seru, Transaksi Online Dijamin Aman

Lifestyle | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:04 WIB

×