RI Sebenarnya Punya Senjata untuk Mitigasi Pemadaman Listrik

Achmad Fauzi

Selasa, 07 Juli 2026 | 15:50 WIB
RI Sebenarnya Punya Senjata untuk Mitigasi Pemadaman Listrik
Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi. [Antara]
baca 10 detik
  • Pengamat energi Feiral Rizky Batubara menyatakan panas bumi menjadi solusi strategis mengantisipasi risiko blackout dan menjaga kestabilan listrik nasional.
  • Indonesia memiliki potensi panas bumi sebesar 24 gigawatt, namun pemanfaatannya saat ini masih rendah yakni sekitar 2,7 gigawatt.
  • Pemerintah perlu meningkatkan dukungan kebijakan serta infrastruktur untuk mempercepat pengembangan energi panas bumi sebagai bagian ketahanan sistem kelistrikan.

Suara.com - Risiko pemadaman listrik berskala besar atau blackout menjadi tantangan yang perlu diantisipasi di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional. Salah satunya, pengembangan energi panas bumi dinilai menjadi solusi strategis karena mampu menghasilkan pasokan listrik yang stabil selama 24 jam.

Pengamat Energi Feiral Rizky Batubara mengatakan gangguan pada sistem kelistrikan tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat menekan kinerja sektor industri.

Pasokan listrik yang tidak stabil berpotensi menghambat proses produksi, meningkatkan biaya operasional, hingga mengganggu rantai pasok.

Karena itu, menurut Feiral, mitigasi risiko blackout perlu dilakukan melalui penguatan sistem kelistrikan secara menyeluruh, termasuk diversifikasi sumber energi dan peningkatan pembangkit yang mampu memasok listrik secara andal.

"Panas bumi bisa menjadi salah satu opsi strategis untuk memperkuat ketahanan sistem kelistrikan nasional, terutama sebagai bagian dari antisipasi risiko blackout. Karakternya stabil, dapat beroperasi 24 jam, tidak bergantung pada cuaca, dan bisa berperan sebagai baseload di sistem kelistrikan," ujar Feiral seperti dikutip, Selasa (7/7/2026).

Ilustrasi panas bumi.
Ilustrasi panas bumi.

Ia menjelaskan, karakteristik panas bumi yang mampu beroperasi tanpa bergantung pada kondisi cuaca membuat sumber energi tersebut memiliki peran penting dalam menjaga keandalan pasokan listrik nasional.

"Antisipasi blackout harus dilihat sebagai agenda besar penguatan sistem. Dalam kerangka itu, panas bumi dapat menjadi salah satu pilar penting karena potensinya tersebar di banyak wilayah Indonesia," katanya.

Feiral menambahkan, pengembangan panas bumi tidak dapat berdiri sendiri. Upaya memperkuat ketahanan listrik juga harus dibarengi dengan pembangunan jaringan transmisi dan distribusi, peningkatan cadangan daya, pengembangan sistem penyimpanan energi seperti Battery Energy Storage System (BESS), penyediaan pembangkit cadangan, digitalisasi jaringan listrik, hingga diversifikasi sumber energi.

Indonesia sendiri memiliki cadangan panas bumi sekitar 24 gigawatt (GW) atau sekitar 40 persen dari total cadangan dunia, menjadikannya salah satu negara dengan potensi panas bumi terbesar di dunia.

baca juga

Namun, pemanfaatannya masih relatif rendah. Dari total potensi tersebut, baru sekitar 2,7 GW atau sekitar 12 persen yang telah dimanfaatkan.

Masih besarnya potensi yang belum tergarap dinilai membuka peluang untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung target penambahan kapasitas panas bumi sekitar 2,5 GW dalam 10 tahun mendatang. Target pemerintah dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 yang mencapai 5,2 GW juga dinilai sejalan dengan upaya mempercepat transisi energi.

Meski demikian, Feiral mengakui pengembangan panas bumi masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kebutuhan investasi awal yang besar, tarif keekonomian, proses perizinan, hingga kesiapan infrastruktur jaringan listrik.

Karena itu, ia menilai pemerintah perlu memperkuat dukungan kebijakan, seperti skema pembagian risiko eksplorasi, penyediaan pembiayaan jangka panjang, penyederhanaan perizinan, serta sinkronisasi antara pembangunan pembangkit dengan pengembangan jaringan kelistrikan nasional.

"Kalau bicara mitigasi blackout, panas bumi sebaiknya ditempatkan sebagai salah satu opsi dalam portofolio ketahanan listrik nasional. Kuncinya bukan memilih satu teknologi saja, tetapi membangun sistem kelistrikan yang lebih tangguh, tersebar, fleksibel, dan memiliki cadangan yang memadai," pungkas Feiral.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Produksi Listrik PLN Nusantara Power Capai 66.919 GWh pada 2025

Produksi Listrik PLN Nusantara Power Capai 66.919 GWh pada 2025

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 11:41 WIB

Singapura Jadi Beli Listrik dari RI, Tapi Harganya Belum Deal

Singapura Jadi Beli Listrik dari RI, Tapi Harganya Belum Deal

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 18:35 WIB

Anak Usaha PLN Raih Kinerja Moncer 2025, Penjualan Listrik di Atas Target

Anak Usaha PLN Raih Kinerja Moncer 2025, Penjualan Listrik di Atas Target

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 18:31 WIB

Terkini

500 Dapur MBG Kena Suspend, Ada yang Masak di Bawah Sarang Burung Walet

500 Dapur MBG Kena Suspend, Ada yang Masak di Bawah Sarang Burung Walet

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:46 WIB

OJK Terima 35.438 Pengaduan Keuangan Ilegal, Terbanyak dari Pinjol Nakal

OJK Terima 35.438 Pengaduan Keuangan Ilegal, Terbanyak dari Pinjol Nakal

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:45 WIB

Kabut Asap Karhutla, Pemkab Kuansing Kembali Minta Siswa Belajar dari Rumah

Kabut Asap Karhutla, Pemkab Kuansing Kembali Minta Siswa Belajar dari Rumah

Riau | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:36 WIB

AI, Kripto, dan Kejahatan Siber Jadi Ancaman Nyata Perbankan Global

AI, Kripto, dan Kejahatan Siber Jadi Ancaman Nyata Perbankan Global

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:33 WIB

Drishyam: The Conclusion, Ketika Hukum Berbenturan dengan Hati Nurani

Drishyam: The Conclusion, Ketika Hukum Berbenturan dengan Hati Nurani

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Anggota DPRD Bekasi Dituntut 10 Bulan, Keluarga Korban Pengeroyokan: Tidak Masuk Akal!

Anggota DPRD Bekasi Dituntut 10 Bulan, Keluarga Korban Pengeroyokan: Tidak Masuk Akal!

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:27 WIB

OJK Ungkap Dugaan Penggelapan Dana di Asuransi Bintang, Libatkan Oknum Internal dan Eksternal

OJK Ungkap Dugaan Penggelapan Dana di Asuransi Bintang, Libatkan Oknum Internal dan Eksternal

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:20 WIB

Banjir Rob Mengintai Pesisir Jateng, BMKG Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Banjir Rob Mengintai Pesisir Jateng, BMKG Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Jawa Tengah | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:16 WIB

Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?

Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:13 WIB

Pekanbaru Terapkan Pembelajaran Daring untuk Kesekian Kali, Dampak Kabut Asap!

Pekanbaru Terapkan Pembelajaran Daring untuk Kesekian Kali, Dampak Kabut Asap!

Riau | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:13 WIB

×