Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.449,830
LQ45 631,032
Srikehati 307,374
JII 384,118
USD/IDR 17.851

Tak Lagi Malu-malu, Haji Isam Kini Jadi Pengusaha Paling Banyak Mondar-mandir di Istana

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 17 Juli 2026 | 11:23 WIB
Tak Lagi Malu-malu, Haji Isam Kini Jadi Pengusaha Paling Banyak Mondar-mandir di Istana
Haji Isam disebut semakin menonjol dalam lanskap bisnis Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Foto ist.
baca 10 detik
  • Haji Isam disebut jadi pengusaha paling dekat dengan Presiden Prabowo.
  • Ekspansi Jhonlin meluas ke batu bara, nikel, pangan, hingga kripto.
  • Bloomberg menilai muncul pergeseran elite bisnis di era Prabowo.

Suara.com - Nama pengusaha batu bara Andi Syamsuddin Arsyad atau yang lebih dikenal sebagai Haji Isam disebut semakin menonjol dalam lanskap bisnis Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Laporan Bloomberg menggambarkan Haji Isam sebagai sosok yang kerap mondar-mandir dalam berbagai pertemuan penting Presiden Prabowo dengan investor global, meski lebih memilih berada di balik layar.

Dalam sejumlah agenda kenegaraan bersama investor kelas dunia seperti Ray Dalio hingga delegasi bisnis Jepang dan China, Haji Isam disebut menjadi salah satu tokoh yang mendapat akses langsung ke lingkar terdalam Presiden. Kehadirannya dinilai mencerminkan perubahan peta kekuatan elite bisnis nasional.

Laporan itu menulis kedekatan Haji Isam dengan Prabowo mulai terlihat sejak awal pemerintahan. Bahkan sehari setelah dilantik sebagai Presiden pada Oktober 2024, Prabowo terbang ke Batulicin, Kalimantan Selatan, untuk menyampaikan ucapan terima kasih secara langsung kepada pendiri Jhonlin Group tersebut.

Dalam jamuan makan malam bersama investor Jepang di Istana Negara pada Desember 2024, Prabowo secara khusus memperkenalkan Haji Isam sebagai salah satu pengusaha terkemuka Indonesia. Momen itu dipandang sebagai sinyal kuat bahwa pengusaha asal Kalimantan tersebut kini menjadi salah satu mitra strategis pemerintah.

Menurut sumber Bloomberg yang mengetahui hubungan keduanya, Haji Isam menjadi salah satu pendukung finansial terbesar dalam kampanye Pilpres 2024. Nilai dukungan yang diberikan disebut mencapai ratusan juta dolar AS, jauh melampaui permintaan awal tim pemenangan.

Meski dokumen resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak mengungkap identitas penyumbang dana kampanye karena dilindungi aturan kerahasiaan data pribadi, Bloomberg menyebut besarnya kontribusi tersebut menjadi salah satu faktor yang mempererat hubungan keduanya.

Pihak Istana sendiri menegaskan hubungan pemerintah dengan kalangan pengusaha dilakukan dalam rangka memperkuat investasi, pembangunan ekonomi, dan kesejahteraan nasional. Pemerintah juga menyatakan seluruh pelaku usaha diperlakukan sama sepanjang mematuhi hukum yang berlaku.

Di bawah pemerintahan Prabowo, pengaruh bisnis Haji Isam disebut terus meluas. Selain tetap menjadi pemain besar di sektor batu bara melalui Jhonlin Group, ia kini mengelola proyek food estate seluas sekitar satu juta hektare di Papua yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan nasional.

Bloomberg juga menyebut Haji Isam mengajukan kuota produksi batu bara sekitar 60 juta ton pada tahun ini. Jika terealisasi, angka tersebut akan menempatkannya sebagai salah satu dari lima produsen batu bara terbesar di Indonesia.

baca juga

Tidak hanya batu bara, ekspansi bisnisnya juga menjangkau sektor nikel, biodiesel, kawasan industri, hingga aset kripto. Ia tercatat menjadi pemegang saham strategis PT Abadi Nusantara Hijau Investama yang bekerja sama dengan perusahaan baterai asal China, CNGR Advanced Material.

Selain itu, perusahaan yang terafiliasi dengannya memperoleh izin mengoperasikan bursa kripto kedua di Indonesia.

Simbol Pergeseran Elite Bisnis

Bloomberg menilai kemunculan Haji Isam mencerminkan perubahan konfigurasi elite bisnis Indonesia. Jika sebelumnya kelompok konglomerat lama mendominasi hubungan dengan pemerintah, kini muncul generasi baru pengusaha yang memiliki kedekatan politik dengan pemerintahan Prabowo.

Profesor Ekonomi Politik Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Faris Al-Fadhat, menilai figur seperti Haji Isam lebih banyak memengaruhi arah kebijakan melalui jejaring bisnis dan negara dibanding tampil sebagai politisi.

Sementara McKenzie Fellow University of Melbourne Asia Institute, Trissia Wijaya, menyebut Haji Isam pada era Presiden Joko Widodo bekerja lebih banyak di belakang layar. Namun di era Prabowo, posisinya sebagai salah satu kelompok bisnis paling berpengaruh mulai terlihat secara terbuka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peluang Cuan di Blok Masela Demi Gaji Guru dan Sekolah Kelas Dunia

Peluang Cuan di Blok Masela Demi Gaji Guru dan Sekolah Kelas Dunia

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:33 WIB

Zulhas Minta Waktu Sebulan ke Prabowo untuk Benahi Tata Kelola MBG

Zulhas Minta Waktu Sebulan ke Prabowo untuk Benahi Tata Kelola MBG

Video | Kamis, 16 Juli 2026 | 18:25 WIB

Isu PTDI Dijual ke Asing Mencuat, Bosnya Akui Prabowo Minta Kerjasama Dengan Industri Global

Isu PTDI Dijual ke Asing Mencuat, Bosnya Akui Prabowo Minta Kerjasama Dengan Industri Global

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:57 WIB

Terkini

Dosa Baru Israel, Wanita Palestina Pengidap Kanker Payudara Bertaruh Nyawa Gara-gara Ini

Dosa Baru Israel, Wanita Palestina Pengidap Kanker Payudara Bertaruh Nyawa Gara-gara Ini

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:06 WIB

Respons Cepat Gempa NTT, Pegadaian Salurkan Bantuan Tanggap Darurat Melalui Program Pegadaian Peduli

Respons Cepat Gempa NTT, Pegadaian Salurkan Bantuan Tanggap Darurat Melalui Program Pegadaian Peduli

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:05 WIB

Gantikan Hetifah Sjaifudian, DPR Resmi Tetapkan Agung Widyantoro jadi Ketua Komisi X

Gantikan Hetifah Sjaifudian, DPR Resmi Tetapkan Agung Widyantoro jadi Ketua Komisi X

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:05 WIB

Sifat Segitiga Sama Sisi: Ciri-Ciri, Rumus, dan Contoh Soal

Sifat Segitiga Sama Sisi: Ciri-Ciri, Rumus, dan Contoh Soal

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:05 WIB

Polri Tegaskan Status Tersangka Febrie Adriansyah Sah, Punya 2 Alat Bukti dan Keterangan Ahli

Polri Tegaskan Status Tersangka Febrie Adriansyah Sah, Punya 2 Alat Bukti dan Keterangan Ahli

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:02 WIB

Novel Three Sisters, Dinamika Kehidupan Tiga Saudara dengan Status Berbeda

Novel Three Sisters, Dinamika Kehidupan Tiga Saudara dengan Status Berbeda

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Siapa Sardjito? Kandidat Bos Bursa Mineral Pilihan Prabowo

Siapa Sardjito? Kandidat Bos Bursa Mineral Pilihan Prabowo

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 11:59 WIB

Dampak Gempa NTT Meluas Hingga ke Bima, 400 Bangunan Sekolah Dilaporkan Rusak

Dampak Gempa NTT Meluas Hingga ke Bima, 400 Bangunan Sekolah Dilaporkan Rusak

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 11:55 WIB

Bupati Pali Diduga Lakukan Lobi untuk Ubah Hasil Audit BPK

Bupati Pali Diduga Lakukan Lobi untuk Ubah Hasil Audit BPK

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 11:53 WIB

Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Harganya Berapa? Ini 3 Pilihan yang Bisa Dipertimbangkan

Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Harganya Berapa? Ini 3 Pilihan yang Bisa Dipertimbangkan

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 11:52 WIB

×