Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Investor Asing Ternyata Masih Percaya Tanam Modal di Indonesia, Ini Alasannya

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:09 WIB
Investor Asing Ternyata Masih Percaya Tanam Modal di Indonesia, Ini Alasannya
Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani. (Suara.com/Novian)
baca 10 detik
  • Menteri Investasi Rosan Roeslani menyatakan investor asing tetap mempercayai stabilitas ekonomi, politik, dan sosial Indonesia dibanding negara ASEAN.
  • Investor menganggap tingkat pengembalian modal di Indonesia masih sangat kompetitif dan menjanjikan bagi keberlangsungan investasi jangka panjang.
  • Pemerintah Indonesia terus menyederhanakan regulasi perizinan melalui PP Nomor 28 dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kemudahan berusaha.

Suara.com - Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengungkap tiga faktor utama yang membuat investor asing masih percaya menanamkan modal di Indonesia di tengah ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi global.

Menurut Rosan, para investor menilai Indonesia memiliki stabilitas ekonomi, politik, dan sosial yang lebih baik dibandingkan sejumlah negara di kawasan.

Selain itu, tingkat pengembalian investasi (return) dinilai masih menarik dan pemerintah terus memperbaiki iklim investasi melalui penyederhanaan regulasi.

"Kalau dari hasil, kan kita selalu berkomunikasi dengan para investor kita ya, baik dalam maupun luar negeri. Yang paling mereka sampaikan, mereka tahu untuk berinvestasi pasti ada risiko. Tetapi selama risiko itu adalah risiko yang mereka bilang itu terukur, atau calculated risk, mereka bisa build in pada saat mereka investasi," beber Rosan kepada wartawan, Kamis (16/7/2026).

Ia mengatakan, investor asing juga melihat Indonesia relatif lebih stabil dibandingkan sejumlah negara ASEAN lainnya.

Kondisi tersebut menjadi pertimbangan penting karena investasi langsung (foreign direct investment atau FDI) merupakan komitmen jangka panjang.

"Mereka melihat di Indonesia ini relatif dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya, dibandingkan misalnya dengan Thailand, Malaysia, kita relatif stable. Stable dari segi pertumbuhan ekonomi. Stable juga dari segi politik dan sosialnya," ujarnya.

Rosan menambahkan, para investor juga menilai tingkat keuntungan investasi di Indonesia masih kompetitif.

"Yang kedua, so far mereka juga mempunyai analisa bahwa Indonesia ini untuk investor asing maupun dalam negeri yang masuk, itu return-nya itu acceptable. Dari internal rate of return-nya itu very acceptable," katanya.

baca juga

Selain faktor stabilitas dan keuntungan investasi, Rosan mengatakan pemerintah terus melakukan reformasi untuk meningkatkan kemudahan berusaha.

Salah satunya melalui Peraturan Pemerintah Nomor 28 yang diterbitkan pada Oktober tahun lalu.

Menurut dia, beleid tersebut memberikan kepastian waktu penyelesaian perizinan melalui penerapan Service Level Agreement (SLA) di 18 kementerian dan lembaga.

"Di bulan Oktober setahun lalu kita mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 28, yang memberikan certainty, atau mereduksi uncertainty dari segi perizinan. Dan itu sangat diapresiasi oleh para asosiasi di luar negeri, dan di dalam negeri, dan juga para potential investor dan investor yang sudah ada," jelas Rosan.

Ia menjelaskan, sebelumnya penyelesaian perizinan sering kali melampaui batas waktu yang telah disepakati.

Namun, setelah PP Nomor 28 berlaku, Kementerian Investasi dapat menerbitkan izin apabila kementerian teknis tidak memberikan keputusan sesuai tenggat yang ditentukan.

Rosan menambahkan, pemerintah juga sedang mengembangkan sistem Online Single Submission (OSS) dengan teknologi artificial intelligence (AI) dan blockchain agar proses perizinan menjadi lebih cepat, transparan, dan memberikan kepastian bagi investor.

Ilustrasi Artificial Intelligence (Pexels/Tara Winstead)
Ilustrasi Artificial Intelligence (AI).  (Pexels/Tara Winstead)

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto juga telah mengarahkan seluruh kementerian dan lembaga untuk memangkas aturan yang dinilai menghambat investasi.

"Dan arahan dari Bapak Presiden juga, untuk me-simplify semua aturan-aturan yang menyulitkan. Semua aturan-aturan yang justru mengikat kaki atau tangan kita sendiri. Nah, itu yang kita coba pilah-pilah dan kita buang ego sektoral," pungkas Rosan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Berpotensi Koreksi ke Level 5.850 Usai Trump Singgung Perang Berlanjut

IHSG Berpotensi Koreksi ke Level 5.850 Usai Trump Singgung Perang Berlanjut

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 06:57 WIB

S&P Dow Jones Ancam Turunkan Kasta Indonesia, Soroti Transparansi Bursa

S&P Dow Jones Ancam Turunkan Kasta Indonesia, Soroti Transparansi Bursa

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 13:38 WIB

Modal Asing yang Kabur dari Pasar Modal Tembus Rp19,63 Triliun, Apa Penyebabnya?

Modal Asing yang Kabur dari Pasar Modal Tembus Rp19,63 Triliun, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 07:57 WIB

BEI Evaluasi Papan Pemantauan Khusus, 3 Kriteria Saham Akan Dihapus

BEI Evaluasi Papan Pemantauan Khusus, 3 Kriteria Saham Akan Dihapus

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 18:10 WIB

Investor Asing Masih Jual Saham Rp365 Miliar di Sesi I, Tapi BBCA Tetap Diserok

Investor Asing Masih Jual Saham Rp365 Miliar di Sesi I, Tapi BBCA Tetap Diserok

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 13:20 WIB

Realisasi Investasi di KEK Tembus Rp 353,3 Triliun per Q1 2026, Bukti RI Masih Dilirik Investor

Realisasi Investasi di KEK Tembus Rp 353,3 Triliun per Q1 2026, Bukti RI Masih Dilirik Investor

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 17:50 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×