Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:55 WIB
Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (9/6/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
baca 10 detik
  • Indonesia resmi menjadi pendiri WAICO bersama 28 negara lainnya.
  • RI tegaskan tetap bekerja sama dengan AS di sektor AI.
  • Pemerintah siapkan roadmap dan regulasi etika AI 2026–2029.

Suara.com - Indonesia resmi memperkuat posisinya dalam peta ekonomi digital global setelah menjadi salah satu negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO). Langkah ini membuka peluang bagi Indonesia untuk ikut menentukan arah tata kelola kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dunia sekaligus memperkuat daya saing ekonomi berbasis teknologi.

Keikutsertaan Indonesia ditandai dengan penandatanganan Agreement on Establishment of WAICO pada ajang World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai, China.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bergabungnya Indonesia dalam organisasi internasional tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga ikut menyusun aturan global terkait pengembangan AI.

"Atas arahan Bapak Presiden Prabowo, Pemerintah Indonesia diminta ikut dalam deklarasi pendirian World Artificial Intelligence Cooperation Organization," ujar Airlangga dalam konferensi pers daring, Jumat (17/7/2026).

Menurut Airlangga, penandatanganan deklarasi WAICO menjadi momentum penting karena dilakukan dalam forum tingkat tinggi yang dihadiri Presiden China Xi Jinping, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, serta para pemimpin negara pendiri organisasi tersebut.

Hingga saat ini terdapat 29 negara yang bergabung sebagai negara pendiri WAICO. Dari kawasan ASEAN, Indonesia menjadi salah satu dari lima negara pendiri bersama Malaysia, Kamboja, Laos, dan Myanmar.

Airlangga menegaskan keikutsertaan Indonesia bertujuan memastikan pengembangan AI berlangsung secara inklusif, aman, bertanggung jawab, serta memberikan manfaat bagi seluruh negara.

Selain memperkuat posisi diplomasi digital Indonesia, keterlibatan dalam WAICO juga dinilai membuka ruang bagi Indonesia untuk berkontribusi dalam penyusunan standar, regulasi, hingga tata kelola AI yang akan menjadi fondasi perkembangan ekonomi digital dunia pada masa mendatang.

Meski bergabung bersama China dalam pembentukan WAICO, pemerintah menegaskan langkah tersebut bukan berarti Indonesia berpihak dalam persaingan teknologi antara China dan Amerika Serikat.

baca juga

Airlangga menuturkan Indonesia tetap memperkuat kerja sama AI dengan Amerika Serikat melalui berbagai inisiatif seperti PACT dan Silica, yang berfokus pada pengembangan ekosistem digital dan kecerdasan buatan.

Menurutnya, WAICO lebih menitikberatkan pada pengembangan AI sebagai teknologi yang dapat dimanfaatkan secara global, sedangkan kerja sama dengan Amerika mencakup pembangunan ekosistem digital yang lebih luas.

"Ini bukan dua hal yang dipertentangkan karena orientasi maupun prioritasnya berbeda," ujar Airlangga.

Ia juga menjelaskan kerja sama digital Indonesia dengan Amerika Serikat telah masuk dalam Agreement on Reciprocal Tariff, termasuk penguatan kolaborasi di sektor AI. Pemerintah ingin memperdalam kerja sama bilateral tersebut karena AI dipandang sebagai teknologi yang bersifat netral dan harus dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kepentingan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo memastikan Indonesia tetap mengedepankan kepentingan nasional dalam setiap kerja sama AI internasional.

Menurutnya, keikutsertaan Indonesia dalam WAICO merupakan kesempatan untuk berperan aktif dalam penyusunan tata kelola AI global, bukan sekadar menjadi pasar bagi teknologi asing.

Pemerintah juga tengah menyiapkan Peraturan Presiden mengenai peta jalan AI 2026–2029 serta regulasi etika AI yang saat ini memasuki tahap akhir pembahasan. Kebijakan tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan industri AI nasional sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi digital Indonesia di tingkat global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tren Curhat ke AI Meningkat, Pakar Ingatkan Jangan Bagikan Data Pribadi

Tren Curhat ke AI Meningkat, Pakar Ingatkan Jangan Bagikan Data Pribadi

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 17:51 WIB

38 Orang Tewas di Timur Tengah Sejak Gencatan Senjata AS - Iran, Tapi Sekarang Perang Lagi

38 Orang Tewas di Timur Tengah Sejak Gencatan Senjata AS - Iran, Tapi Sekarang Perang Lagi

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:54 WIB

Ibu Tewas dan Anak 1 Tahun Luka Parah Dibom Rudal Amerika di Tappeh Allah Akbar Iran

Ibu Tewas dan Anak 1 Tahun Luka Parah Dibom Rudal Amerika di Tappeh Allah Akbar Iran

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:30 WIB

Terkini

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United

Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA

Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:15 WIB

KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub

KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:07 WIB

×