- PT KAI Commuter melakukan rekayasa layanan penumpang di Stasiun Bogor akibat pembangunan kanopi peron sejak 18 Juli 2026.
- Penutupan sementara Jalur 4 dan 5 mengharuskan pelayanan penumpang dipindahkan ke Jalur 2, 3, 6, 7, dan 8.
- Seluruh jadwal perjalanan Commuter Line tetap berjalan normal dan tidak mengalami perubahan selama proses konstruksi berlangsung di stasiun.
Suara.com - PT KAI Commuter mulai melakukan rekayasa layanan penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) atau Commuter Line di Stasiun Bogor. Hal ini, menyusul dimulainya pembangunan kanopi peron (overcapping) di Jalur 4 dan Jalur 5.
Meski terdapat penyesuaian lokasi naik dan turun penumpang, jadwal perjalanan Commuter Line dipastikan tetap berjalan normal.
Pembangunan kanopi tersebut merupakan bagian dari pengembangan infrastruktur perkeretaapian di Stasiun Bogor, setelah sebelumnya dilakukan perpanjangan peron pada Jalur 6, 7, dan 8.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan, selama pekerjaan berlangsung Jalur 4 dan Jalur 5 ditutup sementara sehingga dilakukan rekayasa layanan bagi para pengguna Commuter Line.
"Mulai hari ini, Sabtu, 18 Juli 2026, Jalur 4 dan 5 Stasiun Bogor akan ditutup sementara," ujar Karina seperti dikutip Minggu (19/7/2026).

Selama proses pembangunan, layanan naik dan turun penumpang akan dipusatkan di Jalur 2, 3, 6, 7, dan 8 Stasiun Bogor.
"Selama proses pekerjaan berlangsung mulai hari ini, layanan naik dan turun pengguna Commuter Line akan difokuskan di Jalur 2, 3, 6, 7, dan 8 Stasiun Bogor. “Selama proses pekerjaan ini, jadwal perjalanan Commuter Line di Stasiun Bogor tetap sama dengan eksisting saat ini," tambahnya.
KAI Commuter memastikan seluruh tahapan pembangunan dilakukan dengan pengawasan ketat dan mengedepankan aspek keselamatan bagi pekerja maupun pengguna jasa yang beraktivitas di Stasiun Bogor.
Pembangunan kanopi peron tersebut diharapkan dapat meningkatkan keselamatan sekaligus kenyamanan pengguna transportasi kereta api dalam jangka panjang.
"KAI Commuter memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama proses pembangunan ini. Kami mengimbau para pengguna untuk senantiasa memperhatikan petunjuk arah serta instruksi petugas di lapangan demi keamanan dan kenyamanan bersama," pungkas Karina.