Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.555.000
Beli Rp2.430.000
IHSG 6.175,535
LQ45 621,910
Srikehati 307,227
JII 366,948
USD/IDR 17.939

Blok Masela Bernilai Rp352 Triliun, Pertamina Didorong Perbesar TKDN dan Industri Lokal

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 20 Juli 2026 | 12:38 WIB
Blok Masela Bernilai Rp352 Triliun, Pertamina Didorong Perbesar TKDN dan Industri Lokal
Proyek LNG Abadi Blok Masela. [INPEX]
baca 10 detik
  • DPR optimistis PHE mampu maksimalkan potensi Blok Masela.
  • Investasi Rp352 triliun diproyeksi dorong ekonomi dan ketahanan energi.
  • Blok Masela berpotensi sumbang USD37,8 miliar bagi penerimaan negara.

Suara.com - Keterlibatan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dalam pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) Lapangan Abadi Blok Masela dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus meningkatkan kontribusi sektor migas terhadap perekonomian nasional.

Anggota Komisi XII DPR RI, Sartono Hutomo, optimistis Pertamina melalui Subholding Upstream PHE mampu memainkan peran strategis dalam pengelolaan proyek gas alam cair (LNG) raksasa tersebut setelah Presiden Prabowo Subianto meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek di Tanimbar, Maluku, pekan lalu.

Menurut Sartono, pengalaman PHE dalam mengelola berbagai proyek hulu migas nasional menjadi modal kuat untuk memastikan pengembangan Blok Masela berjalan sesuai target sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia.

"PHE berpotensi memberi kontribusi besar karena memiliki pengalaman mengelola proyek hulu migas nasional," ujar Sartono.

Blok Masela sendiri akhirnya memasuki tahap pembangunan setelah sempat tertunda selama hampir tiga dekade sejak kontrak bagi hasil pertama kali ditandatangani pada 1998. Masuknya PHE sebagai pemegang hak partisipasi sebesar 20 persen pada 2023 menjadi salah satu faktor yang mendorong pemerintah menyetujui revisi Plan of Development (POD) pada November 2023.

Sartono menegaskan, kepemilikan saham Pertamina di proyek tersebut harus mampu menghasilkan nilai tambah nyata, bukan sekadar menjadi investor.

Ia menilai pada tahap konstruksi, PHE dapat memperbesar kontribusinya melalui peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), memperluas keterlibatan industri nasional, mempercepat transfer teknologi, hingga menjaga efisiensi biaya proyek yang memiliki nilai investasi mencapai USD20,94 miliar atau sekitar Rp352 triliun.

Selain itu, ia berharap PHE mampu mengoptimalkan kompetensi sumber daya manusia dalam pengelolaan aspek teknis, lingkungan, hingga komersial agar proyek LNG kelas dunia tersebut tetap kompetitif.

Namun demikian, Sartono mengingatkan bahwa Blok Masela memiliki tantangan besar karena harus memenuhi standar Environmental, Social and Governance (ESG) sekaligus bersaing di pasar LNG global.

baca juga

"Penguatan kolaborasi teknologi dan tata kelola menjadi kunci agar proyek tetap berkelanjutan dan kompetitif," tegasnya.

Dengan cadangan gas mencapai 18,54 triliun kaki kubik (TCF) dan kapasitas produksi LNG sekitar 9,5 juta ton per tahun, Sartono berharap Blok Masela mampu memperkuat pasokan energi nasional, meningkatkan penerimaan negara, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan Indonesia Timur.

Ia menekankan keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari besarnya investasi maupun peningkatan ekspor LNG, tetapi juga dari manfaat langsung bagi masyarakat melalui penyediaan gas untuk industri dan pembangkit listrik di dalam negeri.

Senada, anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Satya Widya Yudha, menilai keterlibatan PHE memberikan keuntungan ganda bagi Indonesia. Selain meningkatkan produksi migas nasional, kepemilikan saham Pertamina juga membuat negara memperoleh manfaat dari skema bagi hasil sekaligus dividen yang berasal dari perusahaan pelat merah tersebut.

"Jadi positif banget ini. Kita berharap proyek ini bisa berjalan lancar setelah sempat tertunda sangat lama," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa Proyek LNG Abadi Masela diproyeksikan memberikan penerimaan langsung kepada negara hingga USD37,8 miliar, ditambah potensi penerimaan pajak tidak langsung sekitar USD6,43 miliar sepanjang masa operasi proyek.

Dengan nilai investasi sekitar USD20,9 miliar, Blok Masela menjadi salah satu proyek migas terbesar di Indonesia yang diharapkan menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen LNG dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Transportasi Darat Sumbang 87 Persen emisi, Bagaimana Kemenhub Percepat Dekarbonisasi?

Transportasi Darat Sumbang 87 Persen emisi, Bagaimana Kemenhub Percepat Dekarbonisasi?

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 12:16 WIB

Lonjakan Harga Minyak Dunia Membawa Tekanan Baru saat Perang di Selat Hormuz Makin Panas

Lonjakan Harga Minyak Dunia Membawa Tekanan Baru saat Perang di Selat Hormuz Makin Panas

News | Senin, 20 Juli 2026 | 10:35 WIB

BBM Bisa Naik Lagi, Harga Minyak Dunia Meledak Hampir 100 Dolar AS

BBM Bisa Naik Lagi, Harga Minyak Dunia Meledak Hampir 100 Dolar AS

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 10:14 WIB

Terkini

Film 402 Rumah Sakit Angker Korea Resmi Jadi Horor Terkeren Anggy Umbara!

Film 402 Rumah Sakit Angker Korea Resmi Jadi Horor Terkeren Anggy Umbara!

Entertainment | Senin, 20 Juli 2026 | 12:36 WIB

Hak Anak Tak Hanya Pendidikan dan Gizi, Ruang Bermain Aman Juga Penting

Hak Anak Tak Hanya Pendidikan dan Gizi, Ruang Bermain Aman Juga Penting

News | Senin, 20 Juli 2026 | 12:36 WIB

Saat Tawa Dikepung Intelijen: Menguji UU Polri Lewat Ruang Publik Habermas

Saat Tawa Dikepung Intelijen: Menguji UU Polri Lewat Ruang Publik Habermas

Opini | Senin, 20 Juli 2026 | 12:34 WIB

Indeks CFX10 Terkoreksi, Aset Kripto Ethereum Melonjak

Indeks CFX10 Terkoreksi, Aset Kripto Ethereum Melonjak

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 12:33 WIB

Fenomena HopeTok di Era Digital: Kenapa Konten Positif Semakin Dicari GenZ?

Fenomena HopeTok di Era Digital: Kenapa Konten Positif Semakin Dicari GenZ?

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 12:30 WIB

Iran: Perang Berakhir Jika Menang Lawan Amerika Serikat atau Lewat Negosiasi

Iran: Perang Berakhir Jika Menang Lawan Amerika Serikat atau Lewat Negosiasi

News | Senin, 20 Juli 2026 | 12:24 WIB

Pelantikan Jampidsus Baru Tinggal Menghitung Hari

Pelantikan Jampidsus Baru Tinggal Menghitung Hari

News | Senin, 20 Juli 2026 | 12:18 WIB

Bantah Klaim Hotman Paris, Mensesneg Tegaskan Pemeriksaan Pejabat Tak Butuh Izin Presiden

Bantah Klaim Hotman Paris, Mensesneg Tegaskan Pemeriksaan Pejabat Tak Butuh Izin Presiden

News | Senin, 20 Juli 2026 | 12:18 WIB

Transportasi Darat Sumbang 87 Persen emisi, Bagaimana Kemenhub Percepat Dekarbonisasi?

Transportasi Darat Sumbang 87 Persen emisi, Bagaimana Kemenhub Percepat Dekarbonisasi?

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 12:16 WIB

Reborn Rookie: Kisah Konglomerat yang Terlahir Kembali sebagai Karyawan Baru

Reborn Rookie: Kisah Konglomerat yang Terlahir Kembali sebagai Karyawan Baru

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 12:15 WIB

×