Lonjakan Harga Minyak Dunia Membawa Tekanan Baru saat Perang di Selat Hormuz Makin Panas

Pebriansyah Ariefana

Senin, 20 Juli 2026 | 10:35 WIB
Lonjakan Harga Minyak Dunia Membawa Tekanan Baru saat Perang di Selat Hormuz Makin Panas
Iran siap "membakar" kapal yang melintas, mengancam jalur perdagangan minyak utama. Dunia kini bersiap menghadapi guncangan harga komoditas yang tak terelakkan.
baca 10 detik
  • Konflik militer Amerika Serikat dan Iran memicu lonjakan harga minyak Brent melewati 90 dolar AS.

  • Serangan udara sembilan malam berturut-turut mengancam stabilitas jalur distribusi minyak Selat Hormuz.

  • Penipisan cadangan minyak global diprediksi memberikan tekanan politik baru bagi Presiden Donald Trump.

Suara.com - Harga minyak dunia langsung melesat tajam pada perdagangan Senin hari ini menyusul eskalasi militer terbaru. Perang Amerika Serikat dan Iran memicu kekhawatiran besar atas keamanan jalur distribusi energi utama.

Pasar energi internasional kini bersiap menghadapi potensi gangguan pasokan yang melewati Selat Hormuz. Jalur maritim ini merupakan urat nadi transportasi minyak mentah paling krusial di dunia.

Kenaikan harga ini dipicu oleh akumulasi serangan udara berturut-turut dan jatuhnya korban jiwa di pihak militer. Risiko geopolitik yang meningkat di Timur Tengah langsung direspons negatif oleh pelaku pasar global.

Iustrasi Kilang Minyak [Pexels].
Iustrasi Kilang Minyak [Pexels].

Patokan internasional minyak mentah Brent untuk pengiriman September melonjak sekitar 2,77 persen hingga melewati angka 90 dolar AS per barel. Dikutip dari CNBC Internasional, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk kontrak Agustus merangkak naik 2,4 persen menuju posisi 84,49 dolar AS.

Lonjakan ini terjadi setelah pihak militer Amerika Serikat memastikan kematian personel ketiganya dalam operasi teranyar. Selain itu, tim penyelidik menemukan sisa jenazah yang belum teridentifikasi di lokasi serangan Yordania.

Insiden berdarah di Yordania tersebut sebelumnya telah menewaskan dua tentara Amerika Serikat dan menyebabkan satu orang hilang. Pihak Pentagon langsung mengambil langkah responsif atas hilangnya nyawa para prajurit mereka.

Pasukan Amerika Serikat kini telah melancarkan serangan udara selama sembilan malam berturut-turut ke wilayah sasaran Iran. Aksi pengeboman ini menargetkan infrastruktur strategis yang dinilai mengancam stabilitas kawasan.

Komando Pusat AS (Centcom) menegaskan komitmennya untuk membatasi ruang gerak kekuatan militer lawan di koridor laut tersebut. Mereka membidik fasilitas vital yang kerap digunakan untuk mengganggu pelayaran komersial.

“Serangan akan terus menurunkan kemampuan militer Iran yang digunakan untuk menyerang kapal komersial dan pelaut sipil yang transit di Selat Hormuz,” tulis pernyataan resmi U.S. Central Command melalui media sosial X.

baca juga

Operasi udara Centcom menyasar sistem pengawasan pantai, pertahanan udara, serta aset maritim lawan. Fasilitas penyimpanan rudal dan pesawat tanpa awak (drone) juga tidak luput dari kehancuran.

Selain itu, pasukan Amerika Serikat menggempur unit Korps Garda Revolusi Islam yang terindikasi kuat terlibat langsung. Unit tersebut diduga menjadi otak di balik serangan terhadap personel militer AS di Yordania pada 17 Juli lalu.

Analis pasar melihat situasi ini sebagai ancaman nyata bagi ketersediaan bahan bakar dunia dalam jangka pendek. Penurunan volume ekspor dari kawasan Teluk membuat pasar minyak mentah internasional menjadi jauh lebih ketat.

Pakar strategi ekonomi memperingatkan bahwa penurunan cadangan minyak terancam mencapai tingkat kritis pada akhir kuartal ketiga. Tekanan politik domestik diprediksi akan berbalik arah menuju kepemimpinan nasional di Gedung Putih.

“Pada tingkat penipisan seperti ini, inventaris minyak menjadi ketat pada bulan September dan bahkan AS menjadi stres. Hal itu akan meningkatkan tekanan TACO pada Presiden Trump. Tetap ambil posisi long pada Brent dengan target 95 hingga 105 dolar AS per barel,” kata David Roche dari Quantum Strategy dalam catatan resminya pada hari Senin.

Ketegangan di Timur Tengah kembali membara setelah serangkaian serangan saling balas antara pasukan AS dan kelompok afiliasi Iran. Selat Hormuz menjadi titik paling rawan karena posisinya sebagai jalur perlintasan bagi seperlima konsumsi minyak dunia.

Keamanan navigasi komersial di selat tersebut kini berada pada titik terendah dalam beberapa tahun terakhir. Konflik terbuka ini dikhawatirkan mengganggu pemulihan ekonomi global akibat lonjakan inflasi sektor energi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Curhat Bos Tanker Was-was Kondisi Skenario Terburuk di Selat Hormuz, Takut Dirudal Iran

Curhat Bos Tanker Was-was Kondisi Skenario Terburuk di Selat Hormuz, Takut Dirudal Iran

News | Senin, 20 Juli 2026 | 10:21 WIB

BBM Bisa Naik Lagi, Harga Minyak Dunia Meledak Hampir 100 Dolar AS

BBM Bisa Naik Lagi, Harga Minyak Dunia Meledak Hampir 100 Dolar AS

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 10:14 WIB

Pemerintah China Tegur Keras Produsen Otomotif Agar Tidak Tumbalkan Keselamatan Demi Perang Harga

Pemerintah China Tegur Keras Produsen Otomotif Agar Tidak Tumbalkan Keselamatan Demi Perang Harga

Otomotif | Senin, 20 Juli 2026 | 07:05 WIB

Terkini

Gibran Didesak Mundur, Projo Sebut Putusan MA Tak Bisa Menganulir Jabatan Wapres

Gibran Didesak Mundur, Projo Sebut Putusan MA Tak Bisa Menganulir Jabatan Wapres

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:27 WIB

Diduga Main HP saat Nyetir, Ketua PP Siak Diperiksa usai Kecelakaan Maut di Perawang

Diduga Main HP saat Nyetir, Ketua PP Siak Diperiksa usai Kecelakaan Maut di Perawang

Riau | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:25 WIB

Susu Bubuk Ada Bintik Hitam, Apakah Berbahaya? Ini Penjelasan Pakar Teknologi Pangan

Susu Bubuk Ada Bintik Hitam, Apakah Berbahaya? Ini Penjelasan Pakar Teknologi Pangan

Health | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:23 WIB

Geledah dan Segel Kantor PT IPPS Jakarta, Kejagung Sita HP Berisi Chat Korupsi Rp2 Triliun!

Geledah dan Segel Kantor PT IPPS Jakarta, Kejagung Sita HP Berisi Chat Korupsi Rp2 Triliun!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:21 WIB

5 HP Android dengan Kamera Bagus untuk Kamu yang Mau Mulai Ngonten

5 HP Android dengan Kamera Bagus untuk Kamu yang Mau Mulai Ngonten

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan

Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:19 WIB

Jelajah Rasa Sambil Menikmati Pemandangan Jakarta di Langit Nusantara

Jelajah Rasa Sambil Menikmati Pemandangan Jakarta di Langit Nusantara

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:16 WIB

Acara Anti-Hoaks Berujung Bumerang, Raffi Ahmad Dituding Lakukan Pencitraan Lewat Massa Settingan

Acara Anti-Hoaks Berujung Bumerang, Raffi Ahmad Dituding Lakukan Pencitraan Lewat Massa Settingan

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:14 WIB

Duduk Perkara Empat Siswi SMA di Muba Diminta Lepas Seragam oleh Wakil Kepala Sekolah

Duduk Perkara Empat Siswi SMA di Muba Diminta Lepas Seragam oleh Wakil Kepala Sekolah

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:11 WIB

Jangan Takut Meniru! CEO BlokBojonegoro Ungkap Strategi Media Lokal untuk Berkembang

Jangan Takut Meniru! CEO BlokBojonegoro Ungkap Strategi Media Lokal untuk Berkembang

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:00 WIB

×