Jangan Lama-lama Pegang Saham DCII, Ada Warning

Achmad Fauzi

Selasa, 21 Juli 2026 | 08:58 WIB
Jangan Lama-lama Pegang Saham DCII, Ada Warning
PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) menggelar paparan publik secara daring
baca 10 detik
  • PT DCI Indonesia Tbk diproyeksikan tumbuh positif didorong ekspansi kapasitas data center serta pangsa pasar nasional yang besar.
  • KB Valbury Sekuritas mencatat saham DCII memiliki valuasi sangat premium dan likuiditas rendah yang berpotensi memicu volatilitas harga.
  • Meskipun laba bersih kuartal I 2026 sempat menurun, perusahaan mulai menunjukkan perbaikan kinerja keuangan secara kuartalan dibandingkan sebelumnya.

Suara.com - Saham emiten pengelola data center, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) masih memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang yang positif. Namun, KB Valbury Sekuritas mengingatkan valuasi saham emiten teknologi tersebut sudah berada di level yang sangat premium sehingga investor perlu mencermati potensi volatilitas pergerakannya.

Dalam risetnya, KB Valbury Sekuritas menyebut DCII merupakan operator data center terbesar di Indonesia dengan pangsa pasar sekitar 25,6 persen. Perseroan juga diproyeksikan tetap menikmati pertumbuhan industri yang diperkirakan meningkat sekitar 25 persen per tahun hingga 2030.

KB Valbury Sekuritas menilai ekspansi kapasitas yang terus dilakukan, termasuk pengembangan Bintan Data Center Park, akan menjadi penopang pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Namun di sisi lain, saham DCII diperdagangkan pada valuasi yang sangat tinggi. Rasio price to earnings (P/E) perseroan telah mencapai 493,7 kali atau berada di level tertinggi dalam rentang lima tahun terakhir.

Selain itu, likuiditas perdagangan saham juga tergolong tipis dengan nilai transaksi harian rata-rata sekitar Rp479,8 juta serta kepemilikan saham yang sangat terkonsentrasi. Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan volatilitas harga saham.

Data Center yang dibangun DCII dengan Salim Group/ist
Data Center yang dibangun DCII dengan Salim Group/ist

Analis KB Valbury Sekuritas, Atikah Tri Adriyanti, mengatakan fundamental bisnis DCII masih didukung oleh pertumbuhan industri data center nasional yang terus berkembang.

"Ekspansi kapasitas, termasuk pengembangan Bintan Data Center Park, akan menjadi katalis pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Namun, di sisi lain saham DCII sudah diperdagangkan pada valuasi yang sangat premium dengan likuiditas transaksi yang relatif tipis, sehingga berpotensi memicu volatilitas harga saham," tulisnya dalam riset yang dikutip, Selasa (21/7/2026).

Dari sisi kinerja, DCII masih mencatatkan pertumbuhan pendapatan pada kuartal I 2026. Pendapatan naik 10,9 persen secara tahunan menjadi Rp858,1 miliar.

Namun, laba bersih turun 9,8 persen menjadi Rp377,8 miliar akibat tekanan pada margin yang dipicu kenaikan biaya listrik, material instalasi, depresiasi, dan biaya sewa kolokasi.

baca juga

Meski demikian, KB Valbury melihat perbaikan secara kuartalan mulai terlihat. Dibandingkan kuartal IV 2025, pendapatan meningkat 39 persen dan laba bersih melonjak 143,8 persen, mengindikasikan beban biaya terbesar dari aktivasi kapasitas baru mulai mereda.

Dalam jangka panjang, prospek pertumbuhan DCII juga ditopang pengembangan Bintan Data Center Park yang dirancang memiliki kapasitas hingga 1.000 MW di atas lahan seluas 700 hektare.

Proyek tersebut didukung status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Free Trade Zone (FTZ) Bintan serta lokasinya yang berdekatan dengan Singapura sebagai pusat data terbesar di Asia Tenggara.

Meski prospek bisnis dinilai tetap menarik, KB Valbury Sekuritas tidak menetapkan target harga maupun rekomendasi untuk saham DCII. Dalam laporan tersebut, status saham DCII diberikan Non-Rated, sehingga investor disarankan mencermati tingginya valuasi dan likuiditas perdagangan yang masih terbatas sebelum mengambil keputusan investasi.

Disclaimer: Artikel ini merupakan informasi pasar dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Terancam Gagal Menembus Resistance di Tengah Kenaikan Harga Minyak

IHSG Terancam Gagal Menembus Resistance di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 07:31 WIB

IHSG Tetap Menghijau Hingga Akhir Perdagangan, TPIA dan BNBR Diserok

IHSG Tetap Menghijau Hingga Akhir Perdagangan, TPIA dan BNBR Diserok

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 17:02 WIB

Astra (ASII) Kantongi Restu Buyback Saham Senilai Rp8 Triliun

Astra (ASII) Kantongi Restu Buyback Saham Senilai Rp8 Triliun

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 14:08 WIB

Terkini

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:36 WIB

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

News | Senin, 02 November 2026 | 22:29 WIB

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:26 WIB

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Bola | Senin, 02 November 2026 | 22:15 WIB

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:06 WIB

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

News | Senin, 02 November 2026 | 21:51 WIB

Keluarga Tokoh Sumpah Pemuda Berkumpul, Mengenang Perjuangan Para Pendahulu Bangsa

Keluarga Tokoh Sumpah Pemuda Berkumpul, Mengenang Perjuangan Para Pendahulu Bangsa

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 21:43 WIB

Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan

Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 21:41 WIB

Pemerintah Kerahkan AI Lacak Pajak di Shopee, Lazada, Hingga Gojek

Pemerintah Kerahkan AI Lacak Pajak di Shopee, Lazada, Hingga Gojek

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 21:41 WIB

×