- Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Tamanmartani, Sleman, beroperasi sejak Juli 2025 dengan fokus utama pada layanan ekonomi dan sosial.
- KDMP mengembangkan unit usaha strategis seperti distribusi pupuk bersubsidi, gerai sembako, dan klinik kesehatan pertama bagi seluruh anggotanya.
- Inovasi koperasi ini berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal melalui pemberdayaan ekonomi, penyediaan lapangan kerja, serta akses kesehatan terjangkau.
Suara.com - Selama bertahun-tahun, koperasi di Indonesia identik dengan dua hal, yakni simpan pinjam dan rapat anggota tahunan. Di banyak daerah, citra itu belum banyak berubah.
Koperasi kerap dipandang sebagai lembaga yang hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan pinjaman modal. Padahal, semangat koperasi sebenarnya jauh lebih besar daripada sekadar aktivitas keuangan.
Pengalaman saya mengunjungi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tamanmartani di Kalasan, Sleman, pada Senin (20/7/2026), memberikan perspektif berbeda. Di tempat ini, koperasi hadir sebagai pusat layanan ekonomi sekaligus layanan sosial masyarakat.

KDMP Tamanmartani mulai beroperasi sejak Juli 2025. Hanya dalam kurun waktu satu tahun, sudah memiliki 1.118 anggota. Setiap anggota koperasi ini memiliki simpanan pokok Rp100 ribu dan simpanan wajib Rp5 ribu, yang menjadi modal awal.
"Jadi Pak Lurah itu ada program Sambang Dusun, untuk menyalurkan informasi dari kalurahan. Kami diajak ke situ, difasilitasi kalurahan, seperti LCD hingga snack. Itu kan tidak semua Pak Lurah seperti itu," kata Ketua KDMP Tamanmartani, Mawardi, kepada Suara.com, Senin (20/7/2026).
"Makanya bertambahnya anggota cepat, anggota sudah 1.118 sekarang. Ini ngefek ke modal karena setiap anggota punya simpanan pokok 100 ribu, wajibnya 5 ribu per bulan," imbuhnya.

Modal awal yang terkumpul digunakan untuk membangun sejumlah unit usaha yang berpihak pada kebutuhan masyarakat sekitar, mulai dari gerai sembako, usaha pertanian, klinik, apotek, budi daya ikan, hingga menjadi pemasok SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi).
Unit Usaha Disesuaikan dengan Kebutuhan Masyarakat
Di Tamanmartani, mayoritas masyarakatnya adalah petani, ada 19 Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani). Oleh karena itu, salah satu unit usaha yang dikembangkan adalah Unit Saprotan (Sarana Produksi Pertanian), terutama penyediaan pupuk.
KDMP Tamanmartani dipercaya menjadi penyalur pupuk bersubsidi dengan volume mencapai sekitar 400 ton per tahun, sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
Penyaluran pupuk pun telah mencapai target sebanyak 400 ton kepada kelompok tani di wilayah Tamanmartani per Juli 2026.

"Yang kenceng juga itu pupuk. Di Tamanmartani ini kami punya 19 kelompok tani. Semua sudah dikomunikasikan belanjanya pupuk lewat KDMP. Iya semua ikut di situ," ujar Mawardi.
"Tamanmartani ini kalau serapan pupuk di Indonesia itu, KDMP-nya nomor satu. Sudah 200 ton pada Desember. Kalau sekarang ya sudah 400-an ton. Makanya mendukung sekali," imbuhnya.

Tak berhenti di sini, KDMP Tamanmartani ke depan tengah mempersiapkan perkembangan Unit Saprotan agar bisa menjadi offtaker yang menyerap hasil pertanian masyarakat.
Harapannya, petani tak lagi kesulitan memasarkan hasil panennya. Nantinya hasil panen tersebut dibeli oleh KDMP Tamanmartani, diolah, lalu dipasarkan sebagai produk unggulan desa.
"Ke depan kami akan menjadi offtaker-nya petani. Selama ini kan kami baru nyuplai pupuknya, hasilnya belum kami terima. Besok hasilnya kami siapkan di situ, kami keringkan, terus digiling. Harus punya gudang," kata Mawardi.
Tidak Bersaing dengan Usaha Rakyat
Lebih lanjut, unit usaha di KDMP Tamanmartani tidak bersaing dengan usaha milik pribadi masyarakat. Di koperasi ini juga ada toko kelontong dari Unit Gerai Sembako.
Namun, alih-alih bersaing, koperasi ini memilih menjadi pemasok untuk toko-toko kelontong di wilayah Tamanmartani, terutama produk beras dan minyak dengan harga di bawah pasaran.
"Kami kelontong juga ada, tapi statusnya bukan kelontong biasa, tapi pemasok. Jadi, bukan saingan teman-teman," ujar Mawardi.
"Malah bantu masok produk, seperti minyak goreng, terus beras, terus sama apa permintaan dari teman-teman," imbuhnya.
Kemudian, Yunita selaku pengurus KDMP Tamanmartani bagian Gerai Sembako bercerita bahwa ada sekitar 15 toko kelontong di Tamanmartani yang dipasok oleh KDMP.

"Yang disupplierkan ke toko-toko kelontong itu, kami itu baru beras SPHP sama minyak goreng. Kalau yang lain-lain masih sambil jalan. Itu harganya harga tenkulak," jelas Yunita.
"Kalau di Tamanmartani ini kan ada paguyupan toko kelontong, sekitar 15 lebih toko kelontong," lanjutnya.
Sementara LPG 3 Kg, dikarenakan stok yang terbatas, KDMP Tamanmartani langsung menjualnya ke masyarakat dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp18 ribu.
"Kalau LPG itu masyarakat sekitar sini. Kalau suplai ke kelontong itu kurang karena kami hanya dapat 300 per bulan. Kalau harga kami HET Rp18 ribu," tegas Yunita.
Satu-satunya KDMP yang Punya Klinik di Indonesia

Salah satu unit yang keren dari KDMP ini adalah klinik dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama (Faskes 1) atau Pratama. Klinik ini diresmikan pada 25 Mei 2026 dan menjadi satu-satunya KDMP di Indonesia yang memiliki klinik.
Klinik KDMP Tamanmartani memiliki pelayanan Poli Umum, Poli KIA, hingga Poli Gigi sesuai standar Permenkes Nomor 14 Tahun 2021. Diharapkan bisa menjadi fasilitas kesehatan yang lengkap bagi warga sekitar.
Sebab, untuk saat ini, jarak ke puskesmas terdekat, yaitu Puskesmas Kalasan, terbilang cukup jauh. Sekitar 6 kilometer atau 14 menit menurut perhitungan google maps.

Selain itu, yang menarik dari KDMP Tamanmartani ini adalah tenaga kesehatan dan lain-lain berasal dari Tamanmartani. Jadi, selain kualifikasi pendidikan dan profesionalitasnya, mereka juga warga lokal.
Ketua Pengelola Klinik KDMP Tamanmartani, Yanuri Widayati, mengaku bahwa pemilihan SDM (sumber daya manusia) yang dari warga sekitar adalah instruksi dari Lurah Tamanmartani, Gandang Hardjanata.

"Karena memang dari awal Pak Lurah menghendaki klinik ini pemberdayaan warga. Makanya saya itu mencari dokter umum sampai cleaning service," ujar Yanuri.
"Cleaning service itu kami berdayakan kader kesehatan. Karena klinik dengan kader itu tidak bisa dipisahkan," imbuhnya.
"Sehingga, diharapkan ada rasa memiliki dari masyarakat atau anggota KDMP agar klinik baru ini bisa memberikan pelayanan yang terbaik demi kesehatan," imbuhnya.
Salah satu warga Tamanmartani yang bekerja di klinik ini adalah Ginarsih Putri Rastiti yang menjadi apoteker. Berkat adanya Klinik KDMP Tamanmartani, dirinya bisa kembali bekerja.

Ginarsih sebelumnya bekerja di Rumah Sakit (RS) Sadewa Yogyakarta. Setelah memiliki keluarga, memutuskan untuk rehat sejenak mengurus suami dan anak.
Saat hendak mencoba kembali melamar pekerjaan, ada berbagai syarat seperti usia yang menjadi halangan. Oleh karena itu, kehadiran klinik ini begitu dia syukuri karena bisa memberi kesempatan untuk kembali berkarya.
"Iya saya orang Tamanmartani. Sebelum di sini, saya lima tahun ibu rumah tangga. Tapi sebelum itu, saya kerja di Rumah Sakit Sadewa," ungkap Ginarsih.
"Alhamdulillah banget. Saya nggak nyangka bisa kerja lagi sebagai apoteker di usia saya. Selama ini kan saya enggak diam saja, sebenarnya nyari-nyari kerja juga. Tapi pasti kan kepentok umur," lanjutnya.
"Misal ada loker dicari maksimal 35 tahun. Saya sudah 36 tahun. Eh di sini direkrut diwawancara sama Bu Yanuri pengelola KDMP Kesehatan. Alhamdulillah diterima karena sesuai dengan persyaratan yang dibutuhkan," tuturnya menambahkan.

Masyarakat pun mendapatkan kemudahan berkat adanya Klinik KDMP Tamanmartani. Salah satu warga, Kristina, juga bisa membeli obat-obatan dengan lebih mudah. Jarak juga lebih dekat, sehingga lebih memudahkan.
"Ya enak ya, lebih dekat. Dulu periksa di sini, dulu ada puskesmas pembantu di sini, tapi kemudian pindah," ujar Kristina.
"Ini kan saya rutin obat ini, setiap hari minumnya. Dulu kalau periksa kan dikasih untuk satu bulan. Tapi karena pindah, saya beli sendiri sesuai resep," lanjutnya bercerita.
Klinik KDMP Tamanmartani ini terus berbenah. Salah satu yang tengah diupayakan adalah menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan, supaya bisa lebih memudahkan warga. Persyaratan pun tengah dipenuhi, termasuk minimal beroperasi selama tiga bulan.
Harapan KDMP Tamanmartani ke Depan
Mawardi selaku Ketua KDMP Tamanmartani menegaskan bahwa sejak awal didirikan pada Juli 2025, niat kalurahan adalah untuk dan demi kepentingan masyarakat Tamanmartani dan sekitarnya.
KDMP Tamanmartani bisa membantu pemerintah menyejahterakan masyarakat, setidaknya dari wilayah kecil Tamanmartani.
"Kalau KDMP ini dari awal tujuannya untuk menyejahterakan warga. Paling tidak bisa membantu pemerintah untuk menyejahterakan warganya, terutama wilayah koperasi," harap Mawardi.
Selain itu, Mawardi juga berharap unit-unit usaha KDMP bisa terus berjalan sukses dan berjalan beriringan dengan kepentingan masyarakat.
"Dengan segala yang ada, semoga ke depan bisa, artinya dari anggota untuk anggota, terwujud di KDMP Tamanmartani. Jadi, usaha-usaha yang ada bisa berjalan dan tidak berseberangan dengan masyarakat dan bersinergi dengan siapapun," imbuhnya.

Pengalaman melihat langsung KDMP Tamanmartani memberikan pelajaran bahwa koperasi tidak harus terjebak pada pola lama sebagai lembaga simpan pinjam semata.
Koperasi dapat tumbuh menjadi pusat pelayanan masyarakat yang menyentuh hampir seluruh kebutuhan warga, mulai dari pangan, pertanian, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi.
Kuncinya adalah keberanian membaca kebutuhan masyarakat, membangun kolaborasi dengan pemerintah desa, serta mengelola usaha secara profesional tanpa mematikan usaha rakyat yang telah ada.
Model seperti inilah yang menurut saya perlu diperbanyak di berbagai daerah. Tentu setiap desa memiliki karakteristik, potensi, dan tantangan yang berbeda.
Oleh karena itu, yang perlu direplikasi bukanlah bentuk unit usahanya secara persis, melainkan cara berpikirnya, yaitu koperasi harus hadir untuk menyelesaikan persoalan masyarakat, bukan sekadar menjalankan kegiatan usaha.
Jika semakin banyak koperasi memiliki semangat yang sama, maka Indonesia tidak hanya memiliki koperasi yang bertahan hidup, tetapi koperasi yang memberdayakan masyarakat dan menjadi fondasi menuju Indonesia yang lebih berjaya.