Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.231,780
LQ45 627,750
Srikehati 307,753
JII 374,159
USD/IDR 17.971

Melihat KDMP Tamanmartani, Potret Ideal Koperasi Desa Modern di Indonesia

Irwan Febri

Selasa, 21 Juli 2026 | 11:48 WIB
Melihat KDMP Tamanmartani, Potret Ideal Koperasi Desa Modern di Indonesia
Ketua Pengelola Klinik KDMP Tamanmartani, Yanuri Widayati, bersama para nakes klinik. (Suara.com/Irwan Febri)
baca 10 detik
  • Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Tamanmartani, Sleman, beroperasi sejak Juli 2025 dengan fokus utama pada layanan ekonomi dan sosial.
  • KDMP mengembangkan unit usaha strategis seperti distribusi pupuk bersubsidi, gerai sembako, dan klinik kesehatan pertama bagi seluruh anggotanya.
  • Inovasi koperasi ini berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal melalui pemberdayaan ekonomi, penyediaan lapangan kerja, serta akses kesehatan terjangkau.

Suara.com - Selama bertahun-tahun, koperasi di Indonesia identik dengan dua hal, yakni simpan pinjam dan rapat anggota tahunan. Di banyak daerah, citra itu belum banyak berubah.

Koperasi kerap dipandang sebagai lembaga yang hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan pinjaman modal. Padahal, semangat koperasi sebenarnya jauh lebih besar daripada sekadar aktivitas keuangan.

Pengalaman saya mengunjungi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tamanmartani di Kalasan, Sleman, pada Senin (20/7/2026), memberikan perspektif berbeda. Di tempat ini, koperasi hadir sebagai pusat layanan ekonomi sekaligus layanan sosial masyarakat.

Potret sebagian KDMP Tamanmartani. (Suara.com/Irwan Febri)
Potret sebagian KDMP Tamanmartani. (Suara.com/Irwan Febri)

KDMP Tamanmartani mulai beroperasi sejak Juli 2025. Hanya dalam kurun waktu satu tahun, sudah memiliki 1.118 anggota. Setiap anggota koperasi ini memiliki simpanan pokok Rp100 ribu dan simpanan wajib Rp5 ribu, yang menjadi modal awal.

"Jadi Pak Lurah itu ada program Sambang Dusun, untuk menyalurkan informasi dari kalurahan. Kami diajak ke situ, difasilitasi kalurahan, seperti LCD hingga snack. Itu kan tidak semua Pak Lurah seperti itu," kata Ketua KDMP Tamanmartani, Mawardi, kepada Suara.com, Senin (20/7/2026).

"Makanya bertambahnya anggota cepat, anggota sudah 1.118 sekarang. Ini ngefek ke modal karena setiap anggota punya simpanan pokok 100 ribu, wajibnya 5 ribu per bulan," imbuhnya.

Ketua KDMP Tamanmartani, Mawardi, ketika ditemui pada Senin (21/7/2026). (Suara.com/Irwan Febri
Ketua KDMP Tamanmartani, Mawardi, ketika ditemui pada Senin (21/7/2026). (Suara.com/Irwan Febri

Modal awal yang terkumpul digunakan untuk membangun sejumlah unit usaha yang berpihak pada kebutuhan masyarakat sekitar, mulai dari gerai sembako, usaha pertanian, klinik, apotek, budi daya ikan, hingga menjadi pemasok SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi).

Unit Usaha Disesuaikan dengan Kebutuhan Masyarakat

Di Tamanmartani, mayoritas masyarakatnya adalah petani, ada 19 Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani). Oleh karena itu, salah satu unit usaha yang dikembangkan adalah Unit Saprotan (Sarana Produksi Pertanian), terutama penyediaan pupuk.

baca juga

KDMP Tamanmartani dipercaya menjadi penyalur pupuk bersubsidi dengan volume mencapai sekitar 400 ton per tahun, sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Penyaluran pupuk pun telah mencapai target sebanyak 400 ton kepada kelompok tani di wilayah Tamanmartani per Juli 2026.

Ketua KDMP Tamanmartani, Mawardi, ketika meninjau Unit Saprotan yang mengelola pupuk. (Dok. KDMP Tamanmartani)
Ketua KDMP Tamanmartani, Mawardi, ketika meninjau Unit Saprotan yang mengelola pupuk. (Dok. KDMP Tamanmartani)

"Yang kenceng juga itu pupuk. Di Tamanmartani ini kami punya 19 kelompok tani. Semua sudah dikomunikasikan belanjanya pupuk lewat KDMP. Iya semua ikut di situ," ujar Mawardi.

"Tamanmartani ini kalau serapan pupuk di Indonesia itu, KDMP-nya nomor satu. Sudah 200 ton pada Desember. Kalau sekarang ya sudah 400-an ton. Makanya mendukung sekali," imbuhnya.

Proses pengangkutan pupuk di KDMP Tamanmartani. (Dok. KDMP Tamanmartani)
Proses pengangkutan pupuk di KDMP Tamanmartani. (Dok. KDMP Tamanmartani)

Tak berhenti di sini, KDMP Tamanmartani ke depan tengah mempersiapkan perkembangan Unit Saprotan agar bisa menjadi offtaker yang menyerap hasil pertanian masyarakat.

Harapannya, petani tak lagi kesulitan memasarkan hasil panennya. Nantinya hasil panen tersebut dibeli oleh KDMP Tamanmartani, diolah, lalu dipasarkan sebagai produk unggulan desa.

"Ke depan kami akan menjadi offtaker-nya petani. Selama ini kan kami baru nyuplai pupuknya, hasilnya belum kami terima. Besok hasilnya kami siapkan di situ, kami keringkan, terus digiling. Harus punya gudang," kata Mawardi.

Tidak Bersaing dengan Usaha Rakyat

Lebih lanjut, unit usaha di KDMP Tamanmartani tidak bersaing dengan usaha milik pribadi masyarakat. Di koperasi ini juga ada toko kelontong dari Unit Gerai Sembako.

Namun, alih-alih bersaing, koperasi ini memilih menjadi pemasok untuk toko-toko kelontong di wilayah Tamanmartani, terutama produk beras dan minyak dengan harga di bawah pasaran.

"Kami kelontong juga ada, tapi statusnya bukan kelontong biasa, tapi pemasok. Jadi, bukan saingan teman-teman," ujar Mawardi.

"Malah bantu masok produk, seperti minyak goreng, terus beras, terus sama apa permintaan dari teman-teman," imbuhnya.

Kemudian, Yunita selaku pengurus KDMP Tamanmartani bagian Gerai Sembako bercerita bahwa ada sekitar 15 toko kelontong di Tamanmartani yang dipasok oleh KDMP.

Yunita selaku pengurus KDMP Tamanmartani bagian Gerai Sembako menunjukkan minyak goreng dan berat yang dipasok ke toko kelontong. (Suara.com/Irwan Febri)
Yunita selaku pengurus KDMP Tamanmartani bagian Gerai Sembako menunjukkan minyak goreng dan berat yang dipasok ke toko kelontong. (Suara.com/Irwan Febri)

"Yang disupplierkan ke toko-toko kelontong itu, kami itu baru beras SPHP sama minyak goreng. Kalau yang lain-lain masih sambil jalan. Itu harganya harga tenkulak," jelas Yunita.

"Kalau di Tamanmartani ini kan ada paguyupan toko kelontong, sekitar 15 lebih toko kelontong," lanjutnya.

Sementara LPG 3 Kg, dikarenakan stok yang terbatas, KDMP Tamanmartani langsung menjualnya ke masyarakat dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp18 ribu.

"Kalau LPG itu masyarakat sekitar sini. Kalau suplai ke kelontong itu kurang karena kami hanya dapat 300 per bulan. Kalau harga kami HET Rp18 ribu," tegas Yunita.

Satu-satunya KDMP yang Punya Klinik di Indonesia

Papan nama Klinik KDMP Tamanmartani yang berisikan informasi jam pelayanan dan tim tenaga medis. (Suara.com/Irwan Febri)
Papan nama Klinik KDMP Tamanmartani yang berisikan informasi jam pelayanan dan tim tenaga medis. (Suara.com/Irwan Febri)

Salah satu unit yang keren dari KDMP ini adalah klinik dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama (Faskes 1) atau Pratama. Klinik ini diresmikan pada 25 Mei 2026 dan menjadi satu-satunya KDMP di Indonesia yang memiliki klinik.

Klinik KDMP Tamanmartani memiliki pelayanan Poli Umum, Poli KIA, hingga Poli Gigi sesuai standar Permenkes Nomor 14 Tahun 2021. Diharapkan bisa menjadi fasilitas kesehatan yang lengkap bagi warga sekitar.

Sebab, untuk saat ini, jarak ke puskesmas terdekat, yaitu Puskesmas Kalasan, terbilang cukup jauh. Sekitar 6 kilometer atau 14 menit menurut perhitungan google maps.

Proses kegiatan pelayanan kesehatan di Klinik Tamanmartani. (Suara.com/Irwan Febri)
Proses kegiatan pelayanan kesehatan di Klinik Tamanmartani. (Suara.com/Irwan Febri)

Selain itu, yang menarik dari KDMP Tamanmartani ini adalah tenaga kesehatan dan lain-lain berasal dari Tamanmartani. Jadi, selain kualifikasi pendidikan dan profesionalitasnya, mereka juga warga lokal.

Ketua Pengelola Klinik KDMP Tamanmartani, Yanuri Widayati, mengaku bahwa pemilihan SDM (sumber daya manusia) yang dari warga sekitar adalah instruksi dari Lurah Tamanmartani, Gandang Hardjanata.

Ketua Pengelola Klinik KDMP Tamanmartani, Yanuri Widayati, ketika menunjukkan ruang Poli Gigi. (Suara.com/Irwan Febri)
Ketua Pengelola Klinik KDMP Tamanmartani, Yanuri Widayati, ketika menunjukkan ruang Poli Gigi. (Suara.com/Irwan Febri)

"Karena memang dari awal Pak Lurah menghendaki klinik ini pemberdayaan warga. Makanya saya itu mencari dokter umum sampai cleaning service," ujar Yanuri.

"Cleaning service itu kami berdayakan kader kesehatan. Karena klinik dengan kader itu tidak bisa dipisahkan," imbuhnya.

"Sehingga, diharapkan ada rasa memiliki dari masyarakat atau anggota KDMP agar klinik baru ini bisa memberikan pelayanan yang terbaik demi kesehatan," imbuhnya.

Salah satu warga Tamanmartani yang bekerja di klinik ini adalah Ginarsih Putri Rastiti yang menjadi apoteker. Berkat adanya Klinik KDMP Tamanmartani, dirinya bisa kembali bekerja.

Apoteker Klinik KDMP Tamanmartani, Ginarsih Putri Rastiti, ketika ditemui di ruang apotek pada Senin (21/7/2026). (Suara.com/Irwan Febri)
Apoteker Klinik KDMP Tamanmartani, Ginarsih Putri Rastiti, ketika ditemui di ruang apotek pada Senin (21/7/2026). (Suara.com/Irwan Febri)

Ginarsih sebelumnya bekerja di Rumah Sakit (RS) Sadewa Yogyakarta. Setelah memiliki keluarga, memutuskan untuk rehat sejenak mengurus suami dan anak.

Saat hendak mencoba kembali melamar pekerjaan, ada berbagai syarat seperti usia yang menjadi halangan. Oleh karena itu, kehadiran klinik ini begitu dia syukuri karena bisa memberi kesempatan untuk kembali berkarya.

"Iya saya orang Tamanmartani. Sebelum di sini, saya lima tahun ibu rumah tangga. Tapi sebelum itu, saya kerja di Rumah Sakit Sadewa," ungkap Ginarsih.

"Alhamdulillah banget. Saya nggak nyangka bisa kerja lagi sebagai apoteker di usia saya. Selama ini kan saya enggak diam saja, sebenarnya nyari-nyari kerja juga. Tapi pasti kan kepentok umur," lanjutnya.

"Misal ada loker dicari maksimal 35 tahun.  Saya sudah 36 tahun. Eh di sini direkrut diwawancara sama Bu Yanuri pengelola KDMP Kesehatan. Alhamdulillah diterima karena sesuai dengan persyaratan yang dibutuhkan," tuturnya menambahkan.

Warga Tamanmartani, Kristina, saat membeli kebutuhan obat di Apotek Klinik KDMP Tamanmartani pada Senin (21/7/2026). (Suara.com/Irwan Febri)
Warga Tamanmartani, Kristina, saat membeli kebutuhan obat di Apotek Klinik KDMP Tamanmartani pada Senin (21/7/2026). (Suara.com/Irwan Febri)

Masyarakat pun mendapatkan kemudahan berkat adanya Klinik KDMP Tamanmartani. Salah satu warga, Kristina, juga bisa membeli obat-obatan dengan lebih mudah. Jarak juga lebih dekat, sehingga lebih memudahkan.

"Ya enak ya, lebih dekat. Dulu periksa di sini, dulu ada puskesmas pembantu di sini, tapi kemudian pindah," ujar Kristina.

"Ini kan saya rutin obat ini, setiap hari minumnya. Dulu kalau periksa kan dikasih untuk satu bulan. Tapi karena pindah, saya beli sendiri sesuai resep," lanjutnya bercerita.

Klinik KDMP Tamanmartani ini terus berbenah. Salah satu yang tengah diupayakan adalah menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan, supaya bisa lebih memudahkan warga. Persyaratan pun tengah dipenuhi, termasuk minimal beroperasi selama tiga bulan.

Harapan KDMP Tamanmartani ke Depan

Mawardi selaku Ketua KDMP Tamanmartani menegaskan bahwa sejak awal didirikan pada Juli 2025, niat kalurahan adalah untuk dan demi kepentingan masyarakat Tamanmartani dan sekitarnya.

KDMP Tamanmartani bisa membantu pemerintah menyejahterakan masyarakat, setidaknya dari wilayah kecil Tamanmartani.

"Kalau KDMP ini dari awal tujuannya untuk menyejahterakan warga. Paling tidak bisa membantu pemerintah untuk menyejahterakan warganya, terutama wilayah koperasi," harap Mawardi.

Selain itu, Mawardi juga berharap unit-unit usaha KDMP bisa terus berjalan sukses dan berjalan beriringan dengan kepentingan masyarakat.

"Dengan segala yang ada, semoga ke depan bisa, artinya dari anggota untuk anggota, terwujud di KDMP Tamanmartani. Jadi, usaha-usaha yang ada bisa berjalan dan tidak berseberangan dengan masyarakat dan bersinergi dengan siapapun," imbuhnya.

Potret sebagian unit KDMP Tamanmartani. (Suara.com/Irwan Febri)
Potret sebagian unit KDMP Tamanmartani. (Suara.com/Irwan Febri)

Pengalaman melihat langsung KDMP Tamanmartani memberikan pelajaran bahwa koperasi tidak harus terjebak pada pola lama sebagai lembaga simpan pinjam semata.

Koperasi dapat tumbuh menjadi pusat pelayanan masyarakat yang menyentuh hampir seluruh kebutuhan warga, mulai dari pangan, pertanian, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi.

Kuncinya adalah keberanian membaca kebutuhan masyarakat, membangun kolaborasi dengan pemerintah desa, serta mengelola usaha secara profesional tanpa mematikan usaha rakyat yang telah ada.

Model seperti inilah yang menurut saya perlu diperbanyak di berbagai daerah. Tentu setiap desa memiliki karakteristik, potensi, dan tantangan yang berbeda.

Oleh karena itu, yang perlu direplikasi bukanlah bentuk unit usahanya secara persis, melainkan cara berpikirnya, yaitu koperasi harus hadir untuk menyelesaikan persoalan masyarakat, bukan sekadar menjalankan kegiatan usaha.

Jika semakin banyak koperasi memiliki semangat yang sama, maka Indonesia tidak hanya memiliki koperasi yang bertahan hidup, tetapi koperasi yang memberdayakan masyarakat dan menjadi fondasi menuju Indonesia yang lebih berjaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Belum Punya Skema Jelas, Kopdes Merah Putih Picu Kekhawatiran Warung Kecil

Pemerintah Belum Punya Skema Jelas, Kopdes Merah Putih Picu Kekhawatiran Warung Kecil

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 17:57 WIB

Jangan Berharap Kopdes Seperti Minimarket, Tak Semua Barang Ada

Jangan Berharap Kopdes Seperti Minimarket, Tak Semua Barang Ada

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 14:31 WIB

Kolaborasi Unik Meriahkan Saemen Fest 2026, "Sapu Jagat" dan "Sujud" Bergema Beruntun

Kolaborasi Unik Meriahkan Saemen Fest 2026, "Sapu Jagat" dan "Sujud" Bergema Beruntun

Entertainment | Senin, 20 Juli 2026 | 13:13 WIB

'Itu Hoaks!' Pigai Tepis Isu Minta Warga Belanja Rp1 Juta di Koperasi Merah Putih

'Itu Hoaks!' Pigai Tepis Isu Minta Warga Belanja Rp1 Juta di Koperasi Merah Putih

News | Minggu, 19 Juli 2026 | 13:46 WIB

DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?

DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:05 WIB

Purbaya Serahkan Becak Listrik di Yogyakarta buat Pariwisata Ramah Lingkungan

Purbaya Serahkan Becak Listrik di Yogyakarta buat Pariwisata Ramah Lingkungan

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:37 WIB

Terkini

BRI Bersama PERBANAS Perkuat Ekosistem Keuangan Digital yang Aman

BRI Bersama PERBANAS Perkuat Ekosistem Keuangan Digital yang Aman

Jakarta | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:53 WIB

Makan Mewah di Teras Plataran, Hemat 30 Persen untuk Nasabah BRI

Makan Mewah di Teras Plataran, Hemat 30 Persen untuk Nasabah BRI

Bri | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:50 WIB

BRI Bersama PERBANAS, OJK, dan Kemkomdigi Perkuat Sinergi Berantas Scam dan Judi Online

BRI Bersama PERBANAS, OJK, dan Kemkomdigi Perkuat Sinergi Berantas Scam dan Judi Online

Bekaci | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:50 WIB

Strategi Nekat Geely Lawan Arus di Tengah Tren Kendaraan Listrik

Strategi Nekat Geely Lawan Arus di Tengah Tren Kendaraan Listrik

Otomotif | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:50 WIB

5 Rekomendasi Cushion Berformula Skin-Like untuk Pancaran Alami Kulit Wajah

5 Rekomendasi Cushion Berformula Skin-Like untuk Pancaran Alami Kulit Wajah

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:50 WIB

Literasi Keuangan Jadi Kunci PERBANAS dan BRI Cegah Kejahatan Digital

Literasi Keuangan Jadi Kunci PERBANAS dan BRI Cegah Kejahatan Digital

Malang | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:49 WIB

Melihat KDMP Tamanmartani, Potret Ideal Koperasi Desa Modern di Indonesia

Melihat KDMP Tamanmartani, Potret Ideal Koperasi Desa Modern di Indonesia

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:48 WIB

BRI, OJK, dan Kemkomdigi Bersinergi Perkuat Pemberantasan Scam dan Judi Online

BRI, OJK, dan Kemkomdigi Bersinergi Perkuat Pemberantasan Scam dan Judi Online

Surakarta | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:46 WIB

Perbandingan Spesifikasi Tecno Pova 8 5G vs POCO X8 Pro, Harga Beda Tipis

Perbandingan Spesifikasi Tecno Pova 8 5G vs POCO X8 Pro, Harga Beda Tipis

Tekno | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:46 WIB

Warga Lebanon Bongkar Niat Culas Israel di Balik Peresmian Desa Pecontohan 'Anti-Zionis'

Warga Lebanon Bongkar Niat Culas Israel di Balik Peresmian Desa Pecontohan 'Anti-Zionis'

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:45 WIB

×