Pantesan Nelayan RI Nggak Makmur, Ikannya Banyak Dicuri

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 21 Juli 2026 | 17:58 WIB
Pantesan Nelayan RI Nggak Makmur, Ikannya Banyak Dicuri
Ilustrasi Nelayan (Unsplash/Mega Caesiria)
baca 10 detik
  • Menko Pangan Zulkifli Hasan menyatakan Indonesia merugi ratusan triliun rupiah akibat pencurian ikan di perairan nasional.
  • Lemahnya keterampilan SDM, keterbatasan modal, serta minimnya fasilitas penyimpanan menyebabkan nelayan lokal sulit bersaing secara ekonomi.
  • Pemerintah meresmikan Ocean Institute of Indonesia pada Selasa (21/7/2026) untuk meningkatkan kualitas SDM sektor kelautan nasional.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyoroti besarnya kerugian yang dialami Indonesia akibat pencurian sumber daya ikan. Menurut dia, nilai kekayaan ikan yang dicuri dari perairan Indonesia mencapai ratusan triliun rupiah.

Hal itu disampaikan Zulhas saat memberikan sambutan dalam peresmian Ocean Institute of Indonesia, Selasa (21/7/2026).

Ia menilai salah satu penyebab Indonesia belum mampu mengoptimalkan potensi kelautannya adalah lemahnya kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor tersebut.

"Menurut rapat terakhir yang saya ikuti, paparan Menteri Kelautan di Hambalang, sumber daya kekayaan ikan kita yang dicuri itu berapa triliun? Ratusan. Kenapa? Karena kita tidak berdaya. Kebijakan-kebijakan tadi tidak menjadi prioritas utama. Kalau kita lihat nelayan-nelayan kita tidak berdaya, baik keterampilannya maupun dukungan modal," kata Zulhas di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Foto udara sejumlah kapal nelayan bersandar di sekitar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) Pelabuhan Perikanan Ulee Lheue, Banda Aceh, Aceh, Selasa (14/7/2026). [ANTARA FOTO/Akramul Muslim/agr]
Foto udara sejumlah kapal nelayan bersandar. [ANTARA FOTO/Akramul Muslim/agr]

Ia mengatakan kondisi tersebut membuat nelayan Indonesia sulit bersaing dengan negara tetangga. Selain keterbatasan keterampilan, banyak nelayan juga masih menggunakan kapal berukuran kecil sehingga daya saingnya rendah.

Menurut Zulhas, persoalan lain yang dihadapi nelayan adalah lemahnya posisi tawar saat menjual hasil tangkapan. Akibat tidak memiliki fasilitas penyimpanan yang memadai, nelayan kerap terpaksa menjual ikan dengan harga murah agar tidak membusuk.

"Dia melaut ikannya banyak, ditawar harganya murah. Kalau tidak dijual, busuk ikannya. Busuk. Akhirnya dijual, rugi sebetulnya. Karena dia rugi, nelayan kita itu akhirnya terpaksa dia harus pinjam uang," ucapnya.

"Tambah terperangkap, tambah jauh. Hampir rata-rata nelayan Indonesia itu terperangkap kepada pinjaman tengkulak. Dia pinjam uang besar, kalau dia melaut harus setor kepada tengkulak," lanjutnya.

Di sisi lain, Zulhas menilai nelayan dari negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam mampu meningkatkan kapasitas usahanya, mulai dari kapal kecil hingga kapal besar. Kondisi itu membuat mereka memiliki daya saing yang lebih tinggi, bahkan mampu memanfaatkan potensi perairan Indonesia.

baca juga

Karena itu, Zulhas menyambut peluncuran Ocean Institute of Indonesia yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Menurut dia, lembaga tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM sektor kelautan sehingga potensi sumber daya laut Indonesia dapat dimanfaatkan secara optimal.

"Tentu tadi, keberpihakan, dua adalah sumber daya manusia yang terampil. Dan hari ini dijawab oleh Pak Menteri Kelautan dengan lahirnya Ocean Institute of Indonesia," pungkas Zulhas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Akan Rampungkan 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih Tahun Ini, Yang Jadi Baru 65

Pemerintah Akan Rampungkan 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih Tahun Ini, Yang Jadi Baru 65

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:54 WIB

Setelah Digembleng, Manajer Kopdes Baru Bisa Kerja Agustus

Setelah Digembleng, Manajer Kopdes Baru Bisa Kerja Agustus

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 18:51 WIB

Pemda Tak Punya Wewenang Lagi, Kopdes Pegang Kendali Bansos

Pemda Tak Punya Wewenang Lagi, Kopdes Pegang Kendali Bansos

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 14:11 WIB

Terkini

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:22 WIB

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:13 WIB

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Banten | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:30 WIB

×