Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.231,780
LQ45 627,750
Srikehati 307,753
JII 374,159
USD/IDR 17.971

Pantesan Nelayan RI Nggak Makmur, Ikannya Banyak Dicuri

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 21 Juli 2026 | 17:58 WIB
Pantesan Nelayan RI Nggak Makmur, Ikannya Banyak Dicuri
Ilustrasi Nelayan (Unsplash/Mega Caesiria)
baca 10 detik
  • Menko Pangan Zulkifli Hasan menyatakan Indonesia merugi ratusan triliun rupiah akibat pencurian ikan di perairan nasional.
  • Lemahnya keterampilan SDM, keterbatasan modal, serta minimnya fasilitas penyimpanan menyebabkan nelayan lokal sulit bersaing secara ekonomi.
  • Pemerintah meresmikan Ocean Institute of Indonesia pada Selasa (21/7/2026) untuk meningkatkan kualitas SDM sektor kelautan nasional.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyoroti besarnya kerugian yang dialami Indonesia akibat pencurian sumber daya ikan. Menurut dia, nilai kekayaan ikan yang dicuri dari perairan Indonesia mencapai ratusan triliun rupiah.

Hal itu disampaikan Zulhas saat memberikan sambutan dalam peresmian Ocean Institute of Indonesia, Selasa (21/7/2026).

Ia menilai salah satu penyebab Indonesia belum mampu mengoptimalkan potensi kelautannya adalah lemahnya kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor tersebut.

"Menurut rapat terakhir yang saya ikuti, paparan Menteri Kelautan di Hambalang, sumber daya kekayaan ikan kita yang dicuri itu berapa triliun? Ratusan. Kenapa? Karena kita tidak berdaya. Kebijakan-kebijakan tadi tidak menjadi prioritas utama. Kalau kita lihat nelayan-nelayan kita tidak berdaya, baik keterampilannya maupun dukungan modal," kata Zulhas di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Foto udara sejumlah kapal nelayan bersandar di sekitar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) Pelabuhan Perikanan Ulee Lheue, Banda Aceh, Aceh, Selasa (14/7/2026). [ANTARA FOTO/Akramul Muslim/agr]
Foto udara sejumlah kapal nelayan bersandar. [ANTARA FOTO/Akramul Muslim/agr]

Ia mengatakan kondisi tersebut membuat nelayan Indonesia sulit bersaing dengan negara tetangga. Selain keterbatasan keterampilan, banyak nelayan juga masih menggunakan kapal berukuran kecil sehingga daya saingnya rendah.

Menurut Zulhas, persoalan lain yang dihadapi nelayan adalah lemahnya posisi tawar saat menjual hasil tangkapan. Akibat tidak memiliki fasilitas penyimpanan yang memadai, nelayan kerap terpaksa menjual ikan dengan harga murah agar tidak membusuk.

"Dia melaut ikannya banyak, ditawar harganya murah. Kalau tidak dijual, busuk ikannya. Busuk. Akhirnya dijual, rugi sebetulnya. Karena dia rugi, nelayan kita itu akhirnya terpaksa dia harus pinjam uang," ucapnya.

"Tambah terperangkap, tambah jauh. Hampir rata-rata nelayan Indonesia itu terperangkap kepada pinjaman tengkulak. Dia pinjam uang besar, kalau dia melaut harus setor kepada tengkulak," lanjutnya.

Di sisi lain, Zulhas menilai nelayan dari negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam mampu meningkatkan kapasitas usahanya, mulai dari kapal kecil hingga kapal besar. Kondisi itu membuat mereka memiliki daya saing yang lebih tinggi, bahkan mampu memanfaatkan potensi perairan Indonesia.

baca juga

Karena itu, Zulhas menyambut peluncuran Ocean Institute of Indonesia yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Menurut dia, lembaga tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM sektor kelautan sehingga potensi sumber daya laut Indonesia dapat dimanfaatkan secara optimal.

"Tentu tadi, keberpihakan, dua adalah sumber daya manusia yang terampil. Dan hari ini dijawab oleh Pak Menteri Kelautan dengan lahirnya Ocean Institute of Indonesia," pungkas Zulhas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Akan Rampungkan 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih Tahun Ini, Yang Jadi Baru 65

Pemerintah Akan Rampungkan 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih Tahun Ini, Yang Jadi Baru 65

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:54 WIB

Setelah Digembleng, Manajer Kopdes Baru Bisa Kerja Agustus

Setelah Digembleng, Manajer Kopdes Baru Bisa Kerja Agustus

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 18:51 WIB

Pemda Tak Punya Wewenang Lagi, Kopdes Pegang Kendali Bansos

Pemda Tak Punya Wewenang Lagi, Kopdes Pegang Kendali Bansos

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 14:11 WIB

Terkini

Membaca Ways to Live Forever: Bagaimana Anak Kecil Melihat Sebuah Kematian?

Membaca Ways to Live Forever: Bagaimana Anak Kecil Melihat Sebuah Kematian?

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:00 WIB

KPK Bongkar Dugaan Suap Bupati Lombok Barat, Ada Alphard Rp 1,2 Miliar dan Sepatu Hermes

KPK Bongkar Dugaan Suap Bupati Lombok Barat, Ada Alphard Rp 1,2 Miliar dan Sepatu Hermes

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:00 WIB

Pantesan Nelayan RI Nggak Makmur, Ikannya Banyak Dicuri

Pantesan Nelayan RI Nggak Makmur, Ikannya Banyak Dicuri

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:58 WIB

Bolehkah Facial saat Ada Jerawat? Ketahui Kondisi yang Perlu Dihindari

Bolehkah Facial saat Ada Jerawat? Ketahui Kondisi yang Perlu Dihindari

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:58 WIB

Pemerintah Akan Rampungkan 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih Tahun Ini, Yang Jadi Baru 65

Pemerintah Akan Rampungkan 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih Tahun Ini, Yang Jadi Baru 65

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:54 WIB

Harga Sawit Riau Menguat Kembali, Mitra Swadaya Tembus Rp3.846 per Kg

Harga Sawit Riau Menguat Kembali, Mitra Swadaya Tembus Rp3.846 per Kg

Riau | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:54 WIB

AIESEC in UNJ Sukses Selenggarakan AFL Summer Peak, Cetak Pemimpin Muda Berdampak Sosial

AIESEC in UNJ Sukses Selenggarakan AFL Summer Peak, Cetak Pemimpin Muda Berdampak Sosial

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:51 WIB

Purbaya Terbitkan Panda Bond 23 Juli, Target Kantongi Utang Rp 17,8 T dari China

Purbaya Terbitkan Panda Bond 23 Juli, Target Kantongi Utang Rp 17,8 T dari China

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:51 WIB

KPK Bongkar Dugaan Gratifikasi Bupati Lombok Barat, Uangnya Dipakai Beli Tanah

KPK Bongkar Dugaan Gratifikasi Bupati Lombok Barat, Uangnya Dipakai Beli Tanah

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:51 WIB

Enggak Cuma Senjata dan Becak, Pindad Juga Akan Bikin Tabung Gas CNG

Enggak Cuma Senjata dan Becak, Pindad Juga Akan Bikin Tabung Gas CNG

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:49 WIB

×