- Pasar yoga tourism Indonesia mencatat pendapatan besar pada 2021 dan diproyeksikan terus meningkat hingga tahun 2030.
- Homy Nomad Fatmawati berkolaborasi dengan komunitas Flow Society menyelenggarakan kelas yoga bertajuk Seamless Strength pada 26 Juli 2026.
- Kolaborasi tersebut bertujuan menghadirkan pengalaman menginap yang mendukung gaya hidup sehat masyarakat urban di Jakarta.
Suara.com - Gaya hidup sehat di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan, terutama banyak masyarakat yang memulai olahraga di dalam ruang. Kondisi ini membuka peluang besar bagi pelaku industri wellness dan hospitality untuk mengembangkan layanan berbasis pengalaman, bukan sekadar akomodasi.
Berdasarkan riset Grand View Research, pasar yoga tourism Indonesia menghasilkan pendapatan sebesar 2.888,2 juta dolar AS pada 2021 dan diproyeksikan meningkat menjadi 4.598,2 juta dolar AS pada 2030, dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sekitar 5,3 persen sepanjang periode 2022-2030.
Riset tersebut juga mencatat perempuan masih menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan pasar yoga dengan pangsa 73,94 persen pada 2021. Namun, segmen laki-laki diperkirakan menjadi kelompok dengan pertumbuhan paling cepat dalam beberapa tahun mendatang, menandakan bahwa yoga kini semakin diminati oleh berbagai kalangan.
Meski kontribusi Indonesia terhadap pasar yoga tourism global baru sekitar 1,9 persen, peluang pertumbuhannya dinilai masih sangat besar. Tingginya minat masyarakat juga terlihat dari semakin banyaknya studio yoga yang bermunculan di Jakarta dengan beragam pilihan kelas, mulai dari vinyasa, hatha hingga aerial yoga.

Melihat peluang tersebut, pelaku industri hospitality mulai menghadirkan layanan yang menyasar komunitas wellness. Salah satunya dilakukan Homy Nomad Fatmawati yang menggandeng komunitas Flow Society menggelar kelas yoga bertajuk "Seamless Strength" pada 26 Juli 2026.
Kegiatan ini menjadi acara perdana Flow Society di Jakarta sekaligus bagian dari strategi Homy Nomad menghadirkan pengalaman menginap yang lebih dari sekadar tempat beristirahat.
Kelas berdurasi 90 menit tersebut menggabungkan latihan hip opening, inversion, dan arm balance yang bertujuan meningkatkan fleksibilitas, keseimbangan, serta kekuatan otot inti. Sesi ini dipandu oleh Chaterina Cynthia, instruktur yoga berlisensi RYT200, dan terbuka bagi peserta dari semua tingkat kemampuan, termasuk pemula.
VP Hospitality PT Pos Properti Indonesia, Tata Dibrata, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya Homy Nomad membangun konsep hunian yang mendukung gaya hidup masyarakat urban.
"Sejak awal, kami ingin Homy Nomad sebagai sebuah living space yang adaptif terhadap gaya hidup urban saat ini, bukan hanya tempat menginap, tetapi juga ruang untuk berinteraksi, bereksplorasi, dan bertumbuh. Aktivitas seperti yoga bersama komunitas ini menjadi salah satu contohnya, ke depan akan ada lagi hal-hal serupa," ujar Tata di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Ia menambahkan, ke depan Homy Nomad ingin membuka lebih banyak kolaborasi dengan berbagai komunitas yang memiliki visi serupa.
"Ke depan, kami ingin Homy Nomad menjadi ruang kolaboratif yang terbuka bagi berbagai komunitas dan brand yang memiliki visi sejalan. Dengan begitu, kami dapat terus menghadirkan pengalaman yang dinamis dan meaningful bagi setiap tamu yang tinggal bersama kami," pungkas Tata.