Suasana Batin Kelas Menengah: Gaji Numpang Lewat, Mau Hemat Tapi Makin Tak Selamat

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 28 Juli 2026 | 13:05 WIB
Suasana Batin Kelas Menengah: Gaji Numpang Lewat, Mau Hemat Tapi Makin Tak Selamat
Sejumlah Pekerja beraktivitas saat jam pulang kantor di Kawasan Sarinah, Jakarta, Rabu (24/12/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Kelas menengah terjepit, gaji habis sebelum akhir bulan.
  • LPS bilang tabungan tumbuh, tapi kemampuan menabung melemah.
  • Biaya hidup naik, optimisme ekonomi rumah tangga terus merosot.

Suara.com - Suasana batin kelas menengah belum juga reda. Biaya hidup terus menekan, ruang untuk menabung terasa semakin sempit, bahkan banyak yang mengaku hanya mampu bertahan hingga akhir bulan. Namun di balik keluhan tersebut, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) justru mencatat kondisi tabungan masyarakat secara agregat masih menunjukkan tren pertumbuhan.

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu menegaskan simpanan masyarakat di berbagai kelompok nominal, mulai dari di bawah Rp100 juta hingga Rp5 miliar, masih mencatatkan pertumbuhan.

LPS bahkan menyebut tidak melihat adanya fenomena masyarakat "makan tabungan" demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Semua masih tumbuh ya. Semuanya tumbuh dan bergerak," kata Anggito menjawab pertanyaan wartawan usai rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (27/7/2026).

Namun jika data dibedah lebih dalam, muncul cerita yang berbeda. Pertumbuhan nominal tabungan belum tentu mencerminkan kondisi keuangan mayoritas masyarakat, terutama kelompok kelas menengah yang kini menghadapi tekanan biaya hidup semakin berat.

Klaim Tabungan Naik, Tapi Kemampuan Menabung Justru Turun

Survei Konsumen dan Perekonomian (SKP) LPS memang menunjukkan Indeks Menabung Konsumen (IMK) naik menjadi 81,7 pada Juni 2026. Sekilas, angka ini memberi sinyal positif.

Tetapi, kenaikan tersebut lebih banyak ditopang oleh meningkatnya kemauan menabung, bukan kemampuan menabung.

Faktanya:

baca juga
  • Indeks Kemauan Menabung (IKMM) naik menjadi 90,2.
  • Sebaliknya, Indeks Kemampuan Menabung (IKPM) turun menjadi 73,2.
  • Persentase masyarakat yang mengaku rutin menabung turun dari 18,9% menjadi hanya 17,1%.

Artinya, masyarakat masih ingin menabung, tetapi uang yang tersisa setelah memenuhi kebutuhan sehari-hari semakin sedikit.

Fenomena ini menjadi sinyal bahwa persoalan utama bukan pada niat masyarakat, melainkan daya beli yang terus tergerus.

Gaji Habis Sebelum Akhir Bulan

Fenomena "gaji numpang lewat" semakin terasa bagi kelas menengah.

Kelompok ini menghadapi situasi yang sulit karena berada di posisi serba tanggung. Pendapatan mereka tidak cukup tinggi untuk menyerap lonjakan biaya hidup dengan nyaman, tetapi juga tidak termasuk kelompok penerima bantuan sosial yang memperoleh bantalan ketika harga kebutuhan melonjak.

Akibatnya, setiap kenaikan pengeluaran langsung menggerus ruang untuk menabung.

Tekanan tersebut semakin berat setelah masyarakat menghadapi kenaikan harga bahan pokok, BBM nonsubsidi, LPG, hingga antrean pasokan energi di sejumlah daerah.

Optimisme Konsumen Ikut Ambruk

Tekanan terhadap kondisi keuangan rumah tangga juga tercermin dari anjloknya Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK).

Pada Juni 2026:

  • IKK turun dari 92,8 menjadi 89,1.
  • Indeks Situasi Saat Ini turun menjadi 70.
  • Indeks Ekspektasi melemah menjadi 103,5.

Penurunan ini menunjukkan masyarakat mulai pesimistis terhadap kondisi ekonomi maupun prospek pendapatan ke depan.

Yang paling terpukul justru kelompok berpendapatan rendah hingga menengah. Sebaliknya, rumah tangga berpenghasilan di atas Rp7 juta per bulan masih mempertahankan optimisme dengan indeks di atas level 100.

Kontras tersebut memperlihatkan jurang ketahanan finansial yang semakin melebar.

Survei Independen Menguatkan Alarm

Temuan LPS juga sejalan dengan survei Inventure–Alvara.

Hasil survei menunjukkan:

  • 35% responden mengaku tabungannya menurun.
  • Hanya 10% yang mengalami kenaikan tabungan.
  • Sebanyak 40% menyebut nilai investasinya turun.
  • Hanya 7% yang mencatat investasi meningkat.

Data ini mengindikasikan masyarakat mulai mengorbankan tabungan dan investasi demi menjaga arus kas harian.

Alih-alih mempersiapkan masa depan, sebagian besar rumah tangga kini lebih fokus memastikan kebutuhan bulan berjalan tetap terpenuhi.

Frugal Consumer: Bertahan, Bukan Berkembang

Managing Partner Inventure Yuswohady dalam Business Outlook 2026 di Jakarta, menyebut Indonesia tengah memasuki fase frugal consumer, yaitu perubahan perilaku masyarakat yang semakin hemat karena tekanan ekonomi.

Konsumen tidak lagi membeli berdasarkan keinginan, melainkan hanya untuk kebutuhan yang benar-benar mendesak.

Perubahan pola konsumsi ini bukan semata tren gaya hidup, melainkan cerminan dari melemahnya kondisi finansial rumah tangga.

Ketika tabungan menyusut, investasi berkurang, dan pendapatan stagnan, belanja menjadi semakin selektif.

Pertumbuhan Tabungan Bisa Menyesatkan

Secara agregat, dana pihak ketiga di perbankan memang masih tumbuh. Namun angka tersebut tidak otomatis mencerminkan kondisi seluruh lapisan masyarakat.

Pertumbuhan nominal simpanan bisa saja didorong oleh kelompok berpenghasilan tinggi yang memiliki kapasitas menabung lebih besar, sementara kelas menengah justru mengalami penyusutan saldo rekening karena pendapatan habis untuk kebutuhan rutin.

Di balik statistik yang tampak positif, terdapat kelompok masyarakat yang semakin sulit menyisihkan uang di akhir bulan. Bagi banyak keluarga kelas menengah, persoalannya bukan lagi soal berapa besar bunga tabungan, melainkan apakah masih ada sisa gaji yang bisa disimpan setelah seluruh kebutuhan hidup dibayar.

Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) melemah 3,7 poin di bulan Juni 2026 ke level 89,1 dari level 92,8 di bulan Mei 2026. Pada saat yang sama, Indeks Situasi Saat Ini (ISSI) dan Indeks Ekspektasi (IE) masing-masing turun 2,3 poin dan 4,7 poin ke level 70,0 dan 103,5. Data LPS. Desain Suara.com/AI.
Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) melemah 3,7 poin di bulan Juni 2026 ke level 89,1 dari level 92,8 di bulan Mei 2026. Pada saat yang sama, Indeks Situasi Saat Ini (ISSI) dan Indeks Ekspektasi (IE) masing-masing turun 2,3 poin dan 4,7 poin ke level 70,0 dan 103,5. Data LPS. Desain Suara.com/AI.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BTN dan BSN Catat Dominasi FLPP Nasional, 74% Penyaluran Terealisasi hingga Semester I 2026

BTN dan BSN Catat Dominasi FLPP Nasional, 74% Penyaluran Terealisasi hingga Semester I 2026

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 10:34 WIB

Perry Warjiyo Mundur, Gimana Nasib Stabilitas Keuangan RI

Perry Warjiyo Mundur, Gimana Nasib Stabilitas Keuangan RI

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 08:45 WIB

Minat Menabung untuk Haji Meningkat, Tabungan Haji Bank Mega Syariah Melonjak 12 Persen

Minat Menabung untuk Haji Meningkat, Tabungan Haji Bank Mega Syariah Melonjak 12 Persen

Bisnis | Senin, 27 Juli 2026 | 07:50 WIB

Terkini

Dugaan Ormas Dibenturkan dengan Demonstrans saat Kerusuhan Malioboro, Sultan Klaim Tak Tahu

Dugaan Ormas Dibenturkan dengan Demonstrans saat Kerusuhan Malioboro, Sultan Klaim Tak Tahu

Jogja | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Anime Disney Twisted-Wonderland Umumkan Jadwal Tayang Episode of Savanaclaw

Anime Disney Twisted-Wonderland Umumkan Jadwal Tayang Episode of Savanaclaw

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:30 WIB

PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:28 WIB

Hasil Porprov Jateng 2026: Tumbang dari Semarang, Tim Softball Solo Sabet Medali Perak

Hasil Porprov Jateng 2026: Tumbang dari Semarang, Tim Softball Solo Sabet Medali Perak

Surakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Layanan Premium Makin Diperluas, Jangkau TV Micro RGB evo hingga WashTower

Layanan Premium Makin Diperluas, Jangkau TV Micro RGB evo hingga WashTower

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Bahasa Indonesia Kalah Populer di Negeri Sendiri, Mengapa?

Bahasa Indonesia Kalah Populer di Negeri Sendiri, Mengapa?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Menperin Usul Insentif Mobil Hybrid di Tengah Rendahnya Rasio Kepemilikan Mobil

Menperin Usul Insentif Mobil Hybrid di Tengah Rendahnya Rasio Kepemilikan Mobil

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Kemarau Panjang di Kandangwesi, Bagaimana Masyarakat Adat Pulihkan Hutan Demi Jaga Sumber Air?

Kemarau Panjang di Kandangwesi, Bagaimana Masyarakat Adat Pulihkan Hutan Demi Jaga Sumber Air?

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:18 WIB

Downgrade Lifestyle! 3 Subtitusi Fortuner, Pajero Sport, dan Innova: 7 Seater Irit, Kolong Tinggi

Downgrade Lifestyle! 3 Subtitusi Fortuner, Pajero Sport, dan Innova: 7 Seater Irit, Kolong Tinggi

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:17 WIB

Kalau Terdaftar Judol, Apa yang Harus Dilakukan?

Kalau Terdaftar Judol, Apa yang Harus Dilakukan?

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:15 WIB

×