- Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia ditutup menguat ke level 6.147 pada Kamis, 30 Juli 2026.
- Penguatan IHSG pada sesi pertama tersebut didorong oleh kenaikan harga saham perbankan berkapitalisasi besar seperti BBCA dan BBRI.
- Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp6,44 triliun dengan volume mencapai 12,79 miliar saham.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya tetap menghijau hingga penutupan perdagangan sesi I, Kamis, 30 Juli 2026. IHSG ditutup menguat 56,57 poin atau 0,92 persen ke level 6.147.
Mengutip riset Phintraco Sekuritas penguatan IHSG ditopang oleh kenaikan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar, seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).
Sepanjang sesi pertama, IHSG dibuka di level 6.110, sempat menyentuh level tertinggi 6.168, dan bergerak di level terendah 6.106.
Adapun aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga siang ini mencatatkan, Nilai transaksi sebesar Rp6,44 triliun, Volume perdagangan sebesar 12,79 miliar saham, dan frekuensi transaksi sebanyak, 980.511 kali.
![Pengunjung melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jakarta, Jumat (10/4/2026). Pada sesi pembukaan perdagangan Jumat (10/4) pagi, IHSG naik 44,921 poin (0,61 persen) ke level 7.352,510 pada hari pertama penerapan kebijakan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/13/40172-ihsg.jpg)
Sementara itu, level tertinggi IHSG sepanjang 2026 masih berada di 9.134,70, sedangkan level terendah tahun ini berada di 5.342,14.
Dari sisi transaksi, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi emiten dengan nilai transaksi terbesar meski turun 3,64 persen ke level 2.120.
Posisi berikutnya ditempati PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang naik 1,59 persen ke 6.375, disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang menguat 2,05 persen ke level 2.980.
Untuk saham dengan volume perdagangan terbesar, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berada di posisi pertama, diikuti PT Bank Neo Commerce Tbk (BBNB) dan PT Intermedia Capital Tbk (MDIA). Menariknya, MDIA melonjak 16,15 persen ke level 151.
Dari sisi sektoral, sektor IDX Non-Cyclicals memimpin penguatan dengan kenaikan 1,59 persen, diikuti IDX Property yang naik 1,54 persen, serta IDX Cyclicals yang menguat 1,34 persen.
Sebaliknya, sektor IDX Health terkoreksi 0,26 persen, sedangkan IDX Industrials turun 0,15 persen.
Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah berada di level Rp18.070 per dolar AS, melemah 25 poin atau 0,14 persen.
Sementara itu, bursa saham Asia bergerak bervariasi. Nikkei 225 Jepang menguat 0,83 persen, sedangkan Hang Seng Hong Kong turun 0,03 persen dan Shanghai Composite (SSEC) melemah 1,15 persen.
Berikut daftar saham yang naik dan turun pada perdagangan sesi I ini:
Top Value
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
Top Volume
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
- PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR)
- PT Intermedia Capital Tbk (MDIA)
Top gainers LQ45
- PT Vale Indonesia Tbk (INCO) naik 5,60 persen ke Rp4.900
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik 3,83 persen ke Rp2.710
- PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) naik 3,33 persen ke Rp2.170
Top losers LQ45
- PT United Tractors Tbk (UNTR) turun 3,06 persen ke Rp23.750
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turun 1,52 persen ke Rp650
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) turun 1,22 persen ke Rp2.420
Disclaimer: Artikel ini merupakan informasi pasar dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.