Serangan Amerika Serikat ke Qeshm Iran Tewaskan Satu Keluarga, Termasuk Balita

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 30 Juli 2026 | 12:44 WIB
Serangan Amerika Serikat ke Qeshm Iran Tewaskan Satu Keluarga, Termasuk Balita
Serangan militer AS di Qeshm tewaskan satu keluarga dan memperkeruh konflik lima bulan. (NYP)
baca 10 detik
  • Serangan militer AS di pemukiman Qeshm menewaskan tiga orang warga sipil Iran.

  • Centcom melancarkan gempuran balasan masif ke puluhan target strategis milik pasukan IRGC Iran.

  • Konflik AS dan Iran telah berlangsung selama lima bulan tanpa kepastian solusi diplomasi.

Suara.com - Satu keluarga yang terdiri dari pasangan suami istri dan anak berusia 2 tahun tewas akibat gempuran militer Amerika Serikat di area pemukiman Pulau Qeshm, Iran. Peristiwa tragis ini menambah daftar korban jiwa sipil di tengah eskalasi perang yang kembali membara setelah sempat mereda beberapa hari.

Laporan dari Universitas Ilmu Medis Hormozgan mengonfirmasi dua anak lainnya berusia tujuh dan sembilan tahun mengalami luka berat dan kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Tragedi di bangunan tempat tinggal ini menjadi bukti nyata dampak fatal dari aksi saling balas antara Washington dan Teheran.

Konflik yang semula diprediksi Presiden Donald Trump hanya berlangsung beberapa pekan kini justru meluas tanpa kepastian usai memasuki bulan kelima. Eskalasi terbaru ini menandai kegagalan upaya diplomasi informal yang sempat diusahakan kedua belah pihak akhir pekan lalu.

Pulau Qeshm Iran (Al Jazeera)
Pulau Qeshm Iran (Al Jazeera)

Gempuran udara yang meluluhlantakkan bangunan warga tersebut diluncurkan Komando Pusat AS (Centcom) sebagai aksi balasan atas serangan rudal balik Iran. Centcom mengklaim telah menggempur puluhan sasaran strategis milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di berbagai lokasi.

Operasi militer yang berlangsung selama satu jam sejak pukul 20.00 waktu AS tersebut menargetkan berbagai infrastruktur pertahanan utama Teheran. Target yang dihantam mencakup pusat komando militer, fasilitas rudal dan drone, serta situs pengawasan pesisir pantai Iran.

Pihak AS mengklaim seluruh rudal balistik yang sebelumnya ditembakkan Iran menuju markas militer Amerika berhasil dicegat di udara. Namun, aksi saling gempur ini langsung memicu kehancuran fisik dan memakan korban dari kalangan warga yang tidak terlibat.

Sebelum gelombang serangan dimulai, Presiden Donald Trump secara terbuka telah menegaskan niatnya untuk melayangkan aksi balasan keras terhadap Iran.

"Kami akan menghantam mereka dengan sangat keras karena sekarang giliran kami untuk menghantam mereka," kata Trump.

Trump juga menyebut bahwa pihak Teheran sebenarnya telah memohon agar serangan balasan tersebut tidak dilaksanakan oleh pihak militer Amerika Serikat.

baca juga

"Mereka tahu hal itu akan terjadi. Mereka meminta kami untuk tidak melakukannya," ujar Presiden Amerika Serikat tersebut.

Di sisi lain, pasukan IRGC menyatakan telah menggempur pangkalan udara dan pusat komando militer Amerika Serikat yang berada di wilayah Yordania. Langkah penyerangan tersebut diklaim Teheran sebagai bentuk perlawanan atas aksi agresi yang dilancarkan oleh pasukan militer Amerika Serikat.

IRGC juga mengumumkan bahwa armada laut mereka telah menghantam tiga kapal tanker minyak yang melintas di kawasan strategis Selat Hormuz. Pihak Iran menuduh kapal-kapal tanker tersebut melanggar peringatan dengan melintasi jalur pelayaran yang dianggap berbahaya dan ilegal.

Keterlibatan Arab Saudi dalam konfrontasi ini turut memperluas jangkauan konflik setelah jet tempur gabungan AS-Saudi menggempur Irak timur. Operasi bersama tersebut diklaim berhasil memusnahkan puluhan fasilitas logistik dan persenjataan kelompok proksi Iran di wilayah tersebut.

Di tengah situasi perang yang memanas, Pangeran Khalid bin Salman dari Arab Saudi dilaporkan telah bertemu Donald Trump untuk mendorong penurunan tensi militer. Langkah diplomasi tertutup ini diambil demi mencegah krisis keamanan kawasan Teluk meluas lebih jauh.

Eskalasi militer antara Amerika Serikat dan Iran ini bermula dari serangan gabungan AS dan Israel ke wilayah Iran pada Februari lalu. Meskipun Presiden Donald Trump awal mulanya memprediksi pertempuran hanya akan berlangsung singkat, pertempuran telah merentang selama lima bulan.

Sebelum gelombang penyerangan terbaru pada Rabu malam, kedua negara sempat menghentikan aksi saling gempur selama beberapa hari untuk memberi ruang negosiasi diplomasi. Namun, kegagalan kesepakatan dan saling klaim negosiasi memicu kembali aksi pertempuran terbuka yang memakan korban jiwa dari masyarakat sipil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Amerika Ngamuk Lagi, Habis-habisan Gempur Fasilitas Militer Iran

Amerika Ngamuk Lagi, Habis-habisan Gempur Fasilitas Militer Iran

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 11:01 WIB

Kenapa Arab Saudi Akhirnya Terlibat Perang di Timur Tengah?

Kenapa Arab Saudi Akhirnya Terlibat Perang di Timur Tengah?

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 10:26 WIB

Tanker Gas Amerika Serikat di Mesir Diserang Drone, Meledak Keras

Tanker Gas Amerika Serikat di Mesir Diserang Drone, Meledak Keras

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 10:07 WIB

Terkini

5 Pilihan HP Murah 5G Mulai Rp 2 Jutaan, Performa Stabil Fitur Melimpah

5 Pilihan HP Murah 5G Mulai Rp 2 Jutaan, Performa Stabil Fitur Melimpah

Tekno | Senin, 14 September 2026 | 07:38 WIB

Pertamina Patra Niaga dan Pemprov Sulsel Bersinergi, Antrean BBM di SPBU Makassar Mulai Melandai

Pertamina Patra Niaga dan Pemprov Sulsel Bersinergi, Antrean BBM di SPBU Makassar Mulai Melandai

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 07:37 WIB

Pertamina Patra Niaga Pastikan Kebijakan Harga BBM Berjalan Sesuai Kebijakan Pemerintah

Pertamina Patra Niaga Pastikan Kebijakan Harga BBM Berjalan Sesuai Kebijakan Pemerintah

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 07:30 WIB

4 Shio Beruntung Dapat Bayaran Tambahan Minggu Ini, Ada Rezeki Tak Terduga?

4 Shio Beruntung Dapat Bayaran Tambahan Minggu Ini, Ada Rezeki Tak Terduga?

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 07:30 WIB

Pertamina Janji Dua Hari ke Depan Kondisi SPBU di Makassar Normal

Pertamina Janji Dua Hari ke Depan Kondisi SPBU di Makassar Normal

Sulsel | Senin, 14 September 2026 | 07:30 WIB

PSSI Kerja Sama dengan Ajax Amsterdam Kembangkan Sepak Bola RI

PSSI Kerja Sama dengan Ajax Amsterdam Kembangkan Sepak Bola RI

Video | Senin, 14 September 2026 | 07:30 WIB

69 Korban Selamat Kapal Virgo Tiba di Banjarmasin, Langsung Jalani Pemeriksaan Medis

69 Korban Selamat Kapal Virgo Tiba di Banjarmasin, Langsung Jalani Pemeriksaan Medis

News | Senin, 14 September 2026 | 07:08 WIB

BPH Migas Beberkan Alasan SPBU di Makassar Terus Diserbu Warga

BPH Migas Beberkan Alasan SPBU di Makassar Terus Diserbu Warga

Sulsel | Senin, 14 September 2026 | 07:07 WIB

Belajar dari Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8, IABI Ingatkan Risiko Arus dan Cuaca di Laut

Belajar dari Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8, IABI Ingatkan Risiko Arus dan Cuaca di Laut

News | Senin, 14 September 2026 | 07:00 WIB

Posko Kesehatan Pelabuhan Trisakti Tangani Korban Virgo Transport 8

Posko Kesehatan Pelabuhan Trisakti Tangani Korban Virgo Transport 8

Foto | Senin, 14 September 2026 | 07:00 WIB

×