- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Surabaya pada Minggu, 2 Agustus 2026.
- Kunjungan tersebut memastikan ketersediaan anggaran APBN untuk mendukung program prioritas Presiden Prabowo dalam memperluas akses pendidikan berkualitas.
- Pembangunan sekolah terintegrasi bernilai kontrak Rp3,52 triliun ini menyediakan fasilitas lengkap untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meninjau langsung pelaksanaan Program Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya, Jawa Timur.
Dalam kunjungannya, Menkeu Purbaya menyampaikan bahwa salah satu tugas Kementerian Keuangan (Kemenkeu) adalah memastikan ketersediaan anggaran agar program sekolah rakyat dapat berjalan optimal.
"Saya diperintah menyediakan anggaran Sekolah Rakyat. Belajarnya yang semangat ya, biar jadi menteri, biar jadi orang kaya," katanya di hadapan para siswa, dikutip dari siaran pers, Minggu (2/8/2026).
Purbaya turut mengingatkan bahwa Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto yang bertujuan memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak Indonesia.
"Jadi ini Program Pak Prabowo. Semoga adik-adik jadi orang pintar. Jangan malas belajar ya," lanjut dia.
Menkeu berharap kesempatan belajar yang diperoleh para siswa melalui Program Sekolah Rakyat dapat menjadi bekal untuk meraih masa depan yang lebih baik serta meningkatkan mobilitas sosial melalui pendidikan.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah memastikan pelaksanaan program prioritas Presiden berjalan dengan baik, sekaligus menegaskan komitmen negara dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui dukungan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Diketahui Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya dibangun di atas lahan seluas 6,6 hektare dengan nilai kontrak pembangunan sebesar Rp 3,52 triliun dan pagu anggaran sebesar Rp 3,82 triliun. Hingga saat ini, realisasi anggaran pembangunan telah mencapai Rp 3,21 triliun.
Sekolah tersebut dirancang dengan konsep pendidikan terintegrasi yang menggabungkan jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam satu kawasan pendidikan.
Selain mengikuti kegiatan belajar mengajar, para siswa juga tinggal di asrama yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung untuk menunjang proses pembelajaran dan pembentukan karakter.