Tak Hanya Penggerak Ekonomi, Industri Juga Jadi Motor Konservasi Laut

Achmad Fauzi

Senin, 03 Agustus 2026 | 09:18 WIB
Tak Hanya Penggerak Ekonomi, Industri Juga Jadi Motor Konservasi Laut
ilustrasi industri (Dok: Pupuk Kaltim)
baca 10 detik
  • PT Pupuk Kalimantan Timur memaparkan program restorasi terumbu karang di Auckland pada tahun 2026.
  • Perusahaan merehabilitasi perairan Tebok Batang di Kota Bontang sejak 2011 melalui transplantasi karang dan modul buatan.
  • Restorasi seluas 2,23 hektare tersebut berhasil meningkatkan populasi ikan karang dan 69 genus karang pada 2025.

Suara.com - Industri tak hanya berperan sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga dapat menjadi motor konservasi laut. Hal itu dibuktikan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) yang membawa praktik restorasi terumbu karang berbasis sains dan kolaborasi ke panggung dunia melalui 16th International Coral Reef Symposium (ICRS) 2026 di Auckland, Selandia Baru.

Pupuk Kaltim menjadi satu-satunya perusahaan industri nasional yang mewakili Indonesia dalam forum ilmiah tersebut. Di hadapan lebih dari 2.100 delegasi dari 90 negara, perusahaan memaparkan pengalaman menjalankan program restorasi terumbu karang selama 15 tahun di kawasan Tebok Batang, Kota Bontang.

Perwakilan delegasi Pupuk Kaltim, Astri Agustina, mengatakan dua karya ilmiah yang dipresentasikan perusahaan menunjukkan bahwa sektor industri mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjaga ekosistem laut melalui pendekatan berbasis sains, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat.

"Dua karya tersebut mengangkat pendekatan komprehensif Pupuk Kaltim dalam mengintegrasikan aspek ekologis, sosial, tata kelola, hingga keberlanjutan ekonomi masyarakat dalam restorasi terumbu karang," ujar Astri di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Potret Terumbu Karang di Ekosistem Laut (Pexels/Tom Fisk)
Potret Terumbu Karang di Ekosistem Laut (Pexels/Tom Fisk)

Menurut dia, praktik yang dijalankan Pupuk Kaltim menjadi bukti bahwa program keberlanjutan yang dikembangkan sektor industri mampu menjadi referensi pengelolaan ekosistem pesisir secara ilmiah dan kolaboratif.

Program rehabilitasi terumbu karang tersebut dimulai sejak 2011 sebagai respons atas kerusakan lebih dari 50 persen terumbu karang di kawasan perairan Bontang akibat praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan (PITRaL).

Melalui pembangunan modul terumbu buatan, transplantasi karang, pemberdayaan masyarakat pesisir, serta pemantauan ekologi dan sosial secara berkelanjutan, kawasan Tebok Batang perlahan mengalami pemulihan.

Dalam implementasinya, rehabilitasi dilakukan dengan desain tiga tipe modul terumbu buatan, yaitu Pyramid, Cube, dan Dome. Model ini sangat mendukung penempelan karang, serta peningkatan keanekaragaman hayati selama 15 tahun program di Tebok Batang," terang Astri.

Perairan Tebok Batang sebagai kawasan rehabilitasi terumbu karang Pupuk Kaltim didasarkan pada Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL). Hingga 2025, perusahaan telah mengonservasi area seluas 2,23 hektare dari total izin PKKPRL seluas 10 hektare.

baca juga

Hasilnya, populasi ikan karang meningkat menjadi 57 familia, sementara populasi karang mencapai 69 genus pada 2025.

Tak hanya memulihkan ekosistem, kawasan tersebut kini berkembang menjadi model konservasi berbasis kolaborasi yang juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat pesisir melalui pelibatan aktif kelompok nelayan dalam pembangunan terumbu buatan, penenggelaman modul, hingga pemantauan berkala.

"Pengalaman Pupuk Kaltim menunjukkan keberhasilan restorasi tidak hanya ditentukan teknologi yang digunakan, tapi juga kesinambungan pemantauan serta adaptasi pengelolaan berdasarkan hasil evaluasi lapangan," lanjut Astri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kinerja Ekspor Industri Tekstil RI Diproyeksi Moncer pada 2027, Tumbuh hingga 4%

Kinerja Ekspor Industri Tekstil RI Diproyeksi Moncer pada 2027, Tumbuh hingga 4%

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 13:16 WIB

Bantu Ekonomi Negara, Tapi Hilirisasi Industri Agro Masih Minim

Bantu Ekonomi Negara, Tapi Hilirisasi Industri Agro Masih Minim

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:42 WIB

AAJI: PSAK 117 Bikin Laporan Keuangan Asuransi Lebih Transparan dan Mudah Dipahami

AAJI: PSAK 117 Bikin Laporan Keuangan Asuransi Lebih Transparan dan Mudah Dipahami

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:40 WIB

Terkini

Tahan Beli, Harga Emas Antam Lagi Tren Naik Jadi Rp2.541.000/Gram

Tahan Beli, Harga Emas Antam Lagi Tren Naik Jadi Rp2.541.000/Gram

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:46 WIB

Kritik Pembentukan Satgas MBG, Pakar UGM: Pemda Dijadikan Tameng Kegagalan Pusat!

Kritik Pembentukan Satgas MBG, Pakar UGM: Pemda Dijadikan Tameng Kegagalan Pusat!

News | Selasa, 03 November 2026 | 09:45 WIB

Terendam Banjir, Petani Bawang Merah di Tulungagung Panen Lebih Awal

Terendam Banjir, Petani Bawang Merah di Tulungagung Panen Lebih Awal

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 09:45 WIB

Jerome Polin Terkenal karena Apa? Heboh Dibilang Kacang Lupa Kulitnya

Jerome Polin Terkenal karena Apa? Heboh Dibilang Kacang Lupa Kulitnya

Entertainment | Selasa, 03 November 2026 | 09:44 WIB

271 Sekolah Italia Diancam Bom Beruntun, Polisi Lakukan Evakuasi Massal Darurat

271 Sekolah Italia Diancam Bom Beruntun, Polisi Lakukan Evakuasi Massal Darurat

News | Selasa, 03 November 2026 | 09:43 WIB

Selat Hormuz Memanas, Industri Petrokimia Nasional Terancam Lumpuh?

Selat Hormuz Memanas, Industri Petrokimia Nasional Terancam Lumpuh?

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:42 WIB

Menuju Pegadaian 2030, Rakornas SP 2026 Dorong Penguatan Kapabilitas dan Kolaborasi

Menuju Pegadaian 2030, Rakornas SP 2026 Dorong Penguatan Kapabilitas dan Kolaborasi

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:35 WIB

Naik 300%, Emiten Farmasi PEHA Raup Laba Bersih Rp31,60 M di Kuartal III-2026

Naik 300%, Emiten Farmasi PEHA Raup Laba Bersih Rp31,60 M di Kuartal III-2026

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:34 WIB

Jay Idzes Main Penuh saat Sassuolo Tumbang dari Fiorentina

Jay Idzes Main Penuh saat Sassuolo Tumbang dari Fiorentina

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 09:34 WIB

Kepincut Tawaran Bunga Rendah, DKI Usul Ganti Obligasi dengan Pinjaman Lain

Kepincut Tawaran Bunga Rendah, DKI Usul Ganti Obligasi dengan Pinjaman Lain

News | Selasa, 03 November 2026 | 09:30 WIB

×