- Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari menyatakan IHSG dan penghimpunan dana melampaui Rp113 triliun pada Senin, 3 Agustus 2026.
- Jumlah investor pasar modal Indonesia melonjak hingga mendekati 30 juta Single Investor Identification di Gedung LPS.
- OJK memperkuat reformasi integritas, pengawasan, dan penegakan hukum untuk meningkatkan kepercayaan investor domestik maupun global.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan pasar modal Indonesia terus pulih. Hal ini terlihat dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam sebulan terakhir mencerminkan membaiknya sentimen dan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan tren penguatan IHSG menunjukkan adanya perbaikan kondisi pasar di tengah dinamika ekonomi global yang masih berlangsung.
Optimisme tersebut juga didukung oleh tingginya penghimpunan dana (fundraising), lonjakan jumlah investor, hingga berbagai reformasi untuk memperkuat integritas pasar modal.
"Kalau kita melihat trennya ini adalah ada perbaikan," ujar Friderica dalam rapat KSSK di Gedung LPS, Senin (3/8/2026).
Menurut Friderica, salah satu indikator yang memperkuat optimisme tersebut adalah nilai penghimpunan dana di pasar modal Indonesia yang telah melampaui Rp113 triliun.
Capaian tersebut dinilai menjadi sinyal positif karena terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi global.
![Pengunjung melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jakarta, Jumat (10/4/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/13/22819-ihsg.jpg)
"Kalau kita melihat fundraising ini berita sangat baik. Di tengah dinamika yang terjadi saat ini, fundraising di pasar modal Indonesia lebih dari Rp113 triliun. Kami juga melihat ada IPO dan lain-lain di pipeline. Jadi confidence terhadap market Indonesia juga baik," katanya.
OJK juga mencatat pertumbuhan signifikan jumlah investor pasar modal. Hingga saat ini, jumlah Single Investor Identification (SID) telah mendekati 30 juta, meningkat hampir 10 juta dibandingkan tahun lalu yang masih berada di kisaran 20 juta investor.
"Tren peningkatan jumlah investor di pasar modal Indonesia tentunya harus dilihat sebagai sesuatu yang sangat positif. Tahun lalu sekitar 20 juta, belum satu tahun sudah meningkat hampir 10 juta. Jadi sudah hampir 30 juta SID di pasar modal Indonesia, itu juga berita sangat baik," ujar Friderica.
Selain pertumbuhan investor, nilai Asset Under Management (AUM) industri pasar modal juga terus meningkat. OJK meyakini kehadiran berbagai instrumen investasi baru, seperti Exchange Traded Fund (ETF) emas, akan semakin memperluas pilihan investasi dan meningkatkan partisipasi masyarakat di pasar modal.
"Tadi AUM juga meningkat dan ini juga sangat baik. Kami juga melihat akan ada beberapa produk baru seperti ETF emas dan lain-lain. Kami yakin ini akan semakin meningkatkan minat masyarakat berinvestasi di pasar modal Indonesia," katanya.
Di sisi lain, OJK menegaskan komitmennya memperkuat reformasi integritas pasar modal guna meningkatkan kepercayaan investor domestik maupun global.
Friderica mengungkapkan, pihaknya baru saja bertemu dengan lebih dari 100 investor global yang memberikan berbagai masukan terhadap upaya reformasi yang tengah dijalankan.
Menurutnya, para investor mengapresiasi berbagai langkah OJK, mulai dari peningkatan keterbukaan informasi, penyempurnaan klasifikasi tipe investor, hingga penguatan pengawasan terhadap konsentrasi kepemilikan saham.
"Secara umum mereka mengapresiasi seluruh inisiatif yang kami lakukan. Memang ada beberapa yang dilakukan secara bertahap, seperti peningkatan free float. Namun untuk keterbukaan informasi investor di atas satu persen sudah kami buka, termasuk ultimate beneficial owner di atas 10 persen," jelas Friderica.
Ia menambahkan, OJK juga memperluas klasifikasi tipe investor dari sembilan menjadi 39 kategori agar informasi yang tersedia semakin rinci dan transparan.
![Indonesia Stock Exchange (IDX) [Suara.com/Hadi/Ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/04/66166-ihsg-bursa-efek-idx.jpg)
Selain itu, penyempurnaan sistem High Shareholding Concentration (HSC)dengan penambahan indikator price impact ratio mendapat apresiasi dari investor global karena dinilai mampu menekan potensi praktik manipulasi maupun perdagangan yang terkoordinasi.
"Ini semakin baik untuk mengurangi potensi manipulated trading atau coordinated trading di pasar modal Indonesia," ujarnya.
Dia menekankan, OJK akan terus mengedepankan penegakan hukum terhadap berbagai pelanggaran di pasar modal sebagai bagian dari reformasi integritas yang sedang dijalankan.
"Kami terus berkomitmen melakukan enforcement terhadap kasus-kasus yang sudah terjadi. Beberapa sudah kami berikan sanksi, sementara beberapa lainnya akan segera diumumkan. Yang ditunggu adalah konsistensinya, dan kami berkomitmen untuk terus konsisten melakukan reformasi integritas di pasar modal, terutama dari sisi enforcement," tegasnya.