Purbaya Semprot Moody's dan Fitch: "Offside!" Salah Ukur Ekonomi RI, Harusnya Lihat Angka 5,6%

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:12 WIB
Purbaya Semprot Moody's dan Fitch: "Offside!" Salah Ukur Ekonomi RI, Harusnya Lihat Angka 5,6%
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di acara GIIAS 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Selasa (4/8/2026). [Dok. Kemenkeu]
baca 10 detik
  • Purbaya sebut Moody's dan Fitch "offside" soal ekonomi Indonesia.
  • Pertumbuhan 5,6% disebut bukti lembaga pemeringkat salah ukur.
  • S&P dinilai lebih objektif usai mengkaji kebijakan pemerintah.

Suara.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan kritik keras kepada dua lembaga pemeringkat kredit global, Moody's dan Fitch Ratings. Menurutnya, kedua lembaga tersebut "offside" karena terlalu cepat menerbitkan outlook negatif terhadap peringkat utang Indonesia sebelum melihat data resmi kinerja ekonomi.

Purbaya mengaku sempat kebingungan ketika Moody's dan kemudian Fitch sama-sama mengubah prospek peringkat utang Indonesia menjadi negatif. Padahal, menurutnya, berbagai indikator fundamental ekonomi menunjukkan kondisi Indonesia masih solid.

"Saya sudah bingung tuh waktu Moody's ngeluarin outlook negatif, terus nggak lama Fitch juga outlook-nya negatif. Padahal, saya sudah jelasin macam-macam, wah bahwa kita bagus, segala macam," ujar Purbaya di GIIAS, ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Selasa (4/8/2026).

Menurut Purbaya, kesalahan terbesar kedua lembaga tersebut adalah mengeluarkan penilaian sebelum data pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 dipublikasikan. Setelah data resmi keluar dan menunjukkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,6%, ia menilai asumsi Moody's dan Fitch terbukti meleset.

"Rupanya mereka offside karena mereka keluarkan itu sebelum angka triwulan pertama keluar. Begitu angka triwulan pertama keluar 5,6%, harusnya kelihatan betul mereka salah ukur ekonomi kita," tegasnya.

Purbaya menilai pertumbuhan ekonomi yang berada di level 5,6% menjadi bukti bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah berbagai tantangan global. Karena itu, ia mempertanyakan dasar penilaian yang digunakan Moody's dan Fitch saat mengeluarkan prospek negatif.

Di sisi lain, Purbaya justru memberikan apresiasi kepada S&P Global Ratings. Menurutnya, lembaga tersebut memilih melakukan pembahasan secara lebih komprehensif dengan pemerintah sebelum mengambil kesimpulan.

Ia mengatakan S&P menggali lebih dalam mengenai arah kebijakan fiskal, kebijakan moneter, hingga strategi ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"S&P tidak mengulangi kesimpulan yang sama. Dia diskusikan dengan kita dengan detail dan melihat kebijakan fiskal seperti apa, moneter seperti apa, kebijakan Pak Prabowo seperti apa. Akhirnya mereka bisa melihat memang kita bergerak ke arah yang betul," kata Purbaya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Curhat ke IMF dan World Bank, Purbaya: Saya Menteri Paling Apes di Dunia

Curhat ke IMF dan World Bank, Purbaya: Saya Menteri Paling Apes di Dunia

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 15:44 WIB

Tingkatkan Efisiensi hingga 40 Persen, Alasan Fastana Logistik Indonesia Kepincut Fuso eCanter

Tingkatkan Efisiensi hingga 40 Persen, Alasan Fastana Logistik Indonesia Kepincut Fuso eCanter

Otomotif | Selasa, 04 Agustus 2026 | 15:04 WIB

Semakin Diterima Luas, Truk Listrik Fuso eCanter Diserahkan ke Konsumen di GIIAS 2026

Semakin Diterima Luas, Truk Listrik Fuso eCanter Diserahkan ke Konsumen di GIIAS 2026

Otomotif | Selasa, 04 Agustus 2026 | 13:06 WIB

Terkini

Bermain di Teras Saat Hujan, Bocah 12 Tahun di Gandus Palembang Tewas Tersengat Listrik

Bermain di Teras Saat Hujan, Bocah 12 Tahun di Gandus Palembang Tewas Tersengat Listrik

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 18:21 WIB

5 Toner Lokal untuk Menyamarkan Pori-pori dan Mengontrol Minyak Berlebih

5 Toner Lokal untuk Menyamarkan Pori-pori dan Mengontrol Minyak Berlebih

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:15 WIB

MA Batalkan Suket SMA Gibran, Ada Apa dengan Syarat Cawapres 2024?

MA Batalkan Suket SMA Gibran, Ada Apa dengan Syarat Cawapres 2024?

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:15 WIB

Pramono Anung Sebut Obligasi Jakarta Belum Direstui Pemerintah Pusat

Pramono Anung Sebut Obligasi Jakarta Belum Direstui Pemerintah Pusat

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:14 WIB

BRI Hadirkan Kemudahan Transaksi dan Pengajuan KPR di Tengah Mobilitas Pekerja Dukuh Atas

BRI Hadirkan Kemudahan Transaksi dan Pengajuan KPR di Tengah Mobilitas Pekerja Dukuh Atas

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 18:10 WIB

Fenomena Thrifting: Antara Gaya Hidup dan Ancaman Limbah Tekstil

Fenomena Thrifting: Antara Gaya Hidup dan Ancaman Limbah Tekstil

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:05 WIB

5 Lip Balm Rasa Strawberry untuk Bibir Lembap dan Berwarna

5 Lip Balm Rasa Strawberry untuk Bibir Lembap dan Berwarna

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 18:00 WIB

3 Anime Netflix Terbaru November 2026, Ada Steampunk hingga Fantasi Gelap

3 Anime Netflix Terbaru November 2026, Ada Steampunk hingga Fantasi Gelap

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:00 WIB

Gebrakan Bahlil: Ekspor Tambang dan Gas RI Wajib Langsung Tanpa Transit Singapura

Gebrakan Bahlil: Ekspor Tambang dan Gas RI Wajib Langsung Tanpa Transit Singapura

Video | Selasa, 03 November 2026 | 18:00 WIB

Viral Titik Nol Km Jogja Dipasang Kawat Duri, Pemda DIY Merasa Tak Dikabari Polisi

Viral Titik Nol Km Jogja Dipasang Kawat Duri, Pemda DIY Merasa Tak Dikabari Polisi

Jogja | Selasa, 03 November 2026 | 17:55 WIB

×