- Industri properti mulai beralih ke konsep pembangunan berkelanjutan.
- Kolaborasi menjadi kunci transformasi industri properti dan arsitektur.
- LIXIL memperkuat ekosistem arsitektur melalui forum internasional LDAD 2026
Suara.com - Pembangunan properti di Indonesia mulai bergeser dari estetika kini lebih ke arah keberlanjutan. Saat ini, pelaku industri tak hanya membangun hunian yang fungsional, tetapi harus mampu menciptakan ruang hidup yang ramah lingkungan, inovatif, dan menjawab kebutuhan masyarakat.
Perusahaan global penyedia solusi air dan hunian berkelanjutan, LIXIL mendorong lahirnya standar baru dalam perancangan ruang yang tidak hanya mengedepankan fungsi dan estetika, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap kualitas hidup masyarakat.
"Perlu solusi serta rangkaian inisiatif dari LIXIL dapat turut menjadi titik awal bagi lahirnya terobosan-terobosan baru yang semakin bermakna bagi Indonesia ke depan," ujar Marketing Director LIXIL Water Technology Indonesia, Arfindi Batubara di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Menurutnya, transformasi industri properti dan pembangunan nasional membutuhkan ruang kolaborasi yang mampu mempertemukan berbagai gagasan dari dalam maupun luar negeri.
"Kami percaya pertukaran ide dapat menjadi inspirasi sekaligus dukungan nyata bagi transformasi lanskap arsitektur nasional ke arah yang lebih maju dan inovatif," ucapnya.
Dalam hal ini, LIXIL kembali menggelar LIXIL Day of Architecture & Design (LDAD) 2026 pada 12 Agustus mendatang di Ciputra Artpreneur, Jakarta. Forum dua tahunan ini menjadi wadah kolaborasi bagi arsitek, desainer interior, hingga profesional desain untuk bertukar gagasan mengenai masa depan arsitektur dan industri properti di Indonesia.
Forum tersebut juga akan menghadirkan sejumlah nama besar di dunia arsitektur, seperti Patrik Schumacher selaku Principal Zaha Hadid Architects (ZHA), Richard Wood selaku Managing Director Asia Snøhetta, Andra Matin dari andramatin studio, hingga Gregorius Supie Yolodi dari Yolodi+Maria Architects.
"Melalui LDAD 2026, kami ingin memberikan ruang di mana setiap gagasan lokal hingga wawasan global dapat saling bertemu dan menyatu," pungkas Arfindi.