Laba SSIA Berbalik Positif Rp262,6 Miliar, Bisnis Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:51 WIB
Laba SSIA Berbalik Positif Rp262,6 Miliar, Bisnis Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan
Ilustrasi. Masterplan Subang Industrial Park, proyek milik Surya Semesta Internusa. Foto ist.
baca 10 detik
  • SSIA balik untung Rp262,6 miliar, ditopang lonjakan bisnis properti.
  • Pendapatan naik 58,4% jadi Rp3,35 triliun, EBITDA melonjak 553%.
  • Hotel pulih, tetapi penjualan lahan industri melambat akibat geopolitik.

Suara.com - PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) mencatat lonjakan kinerja keuangan sepanjang semester I 2026. Emiten properti, kawasan industri, konstruksi, dan perhotelan ini berhasil membalikkan kerugian menjadi laba bersih sebesar Rp262,6 miliar, ditopang kuat oleh melonjaknya penjualan kawasan industri serta membaiknya bisnis perhotelan.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dilihat Rabu (5/8/2026), pendapatan konsolidasian SSIA mencapai Rp3,35 triliun pada semester I 2026 atau melonjak 58,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,12 triliun.

Motor utama pertumbuhan berasal dari segmen properti yang membukukan pendapatan Rp1,27 triliun atau melesat 274,1% secara tahunan (year-on-year/YoY). Lonjakan tersebut didorong pengakuan penjualan (accounting sales recognition) lahan industri di proyek Subang Smartpolitan dan Suryacipta City of Industry Karawang.

Segmen konstruksi tetap menjadi penyumbang pendapatan terbesar dengan nilai Rp1,70 triliun atau sekitar 49% dari total pendapatan, sementara bisnis perhotelan juga menunjukkan pemulihan signifikan dengan pendapatan melonjak 113,3% menjadi Rp471,1 miliar.

Tidak hanya pendapatan, profitabilitas perseroan juga meningkat tajam. Laba bruto SSIA melonjak 145,9% menjadi Rp1,09 triliun dari Rp441,8 miliar pada semester I 2025.

Segmen properti menjadi penyumbang laba bruto terbesar dengan nilai Rp612,3 miliar atau naik 315,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara laba bruto perhotelan meningkat 152,9% menjadi Rp279,4 miliar dan konstruksi tumbuh 11,4% menjadi Rp204,8 miliar.

Peningkatan kinerja tersebut ikut mengerek EBITDA perseroan hingga 553,2% menjadi Rp692,5 miliar. Margin EBITDA juga melonjak menjadi 20,7% dari hanya 5% pada periode yang sama tahun lalu.

Segmen properti mencatat margin EBITDA tertinggi sebesar 42,9%, sedangkan bisnis hotel berhasil kembali mencatat EBITDA positif dengan margin 9,7% setelah masih negatif pada semester I 2025.

Perbaikan bisnis hotel terutama berasal dari peningkatan jumlah kamar terjual serta kenaikan tarif kamar (Average Room Rate/ARR) di Paradisus by Meliá Bali setelah menerapkan konsep all-inclusive.

baca juga

Alhasil, SSIA berhasil membalikkan posisi rugi bersih Rp32,3 miliar pada semester I 2025 menjadi laba bersih Rp262,6 miliar pada semester I 2026. Laba bersih segmen properti melonjak menjadi Rp459,3 miliar dari hanya Rp44,9 miliar setahun sebelumnya. Segmen konstruksi juga mencatat pertumbuhan laba bersih 21,1% menjadi Rp93,2 miliar.

Meski demikian, bisnis perhotelan masih membukukan rugi bersih Rp83,8 miliar. Namun kerugian tersebut berhasil ditekan sekitar 20,3% dibandingkan rugi Rp105,1 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi neraca, posisi kas SSIA tercatat Rp1,09 triliun pada akhir Juni 2026, sedikit turun 4,2% dibandingkan kuartal I 2026 akibat pembayaran bunga renovasi Paradisus by Meliá Bali dan biaya pengembangan lahan.

Di saat yang sama, utang berbunga berhasil ditekan menjadi Rp2,27 triliun atau turun 3,5% dibandingkan kuartal sebelumnya. Rasio utang terhadap ekuitas (gearing ratio) juga tetap terjaga di level 26,8%.

Meski kinerja keuangan melonjak, penjualan pemasaran (marketing sales) kawasan industri justru melambat. PT Suryacipta Swadaya hanya membukukan marketing sales sebesar Rp195,9 miliar dari penjualan lahan 9,4 hektare pada semester I 2026.

Perseroan menjelaskan perlambatan tersebut dipengaruhi meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang membuat sejumlah investor global menunda keputusan investasi langsung (foreign direct investment/FDI).

Di sisi lain, unit usaha konstruksi PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) tetap menjaga stabilitas bisnis dengan pendapatan Rp1,70 triliun dan laba bersih naik 21,5%. NRCA juga mengantongi kontrak baru senilai Rp1,37 triliun dari berbagai proyek strategis seperti pabrik industri, rumah sakit, hotel, pusat perbelanjaan hingga proyek resor.

Pada bisnis perhotelan, Paradisus by Meliá Bali menjadi salah satu pendorong utama pemulihan melalui peningkatan tarif kamar menjadi Rp3,34 juta. Sementara BATIQA Hotels mencatat tingkat okupansi mencapai 71% dengan kenaikan tarif kamar menjadi Rp456 ribu.

Di lini digital, platform penyewaan properti Travelio juga terus tumbuh dengan kenaikan Gross Merchandise Value (GMV) sekitar 10% secara tahunan. Hingga semester I 2026, Travelio mengelola lebih dari 16.200 unit apartemen secara eksklusif dan menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi lebih dari 16.800 unit hingga akhir tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aguan Lapor, Laba PANI Melejit 484% Jadi Rp1,7 Triliun

Aguan Lapor, Laba PANI Melejit 484% Jadi Rp1,7 Triliun

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:30 WIB

AAJI: PSAK 117 Bikin Laporan Keuangan Asuransi Lebih Transparan dan Mudah Dipahami

AAJI: PSAK 117 Bikin Laporan Keuangan Asuransi Lebih Transparan dan Mudah Dipahami

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:40 WIB

Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan

Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Terkini

Islam dan Lingkungan Hidup: Bumi Bukan Sekadar Tempat Tinggal

Islam dan Lingkungan Hidup: Bumi Bukan Sekadar Tempat Tinggal

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 08:00 WIB

Bidik Hattrick, Persija Dapat Peringatan Keras Shin Tae-yong Jelang Hadapi Java United

Bidik Hattrick, Persija Dapat Peringatan Keras Shin Tae-yong Jelang Hadapi Java United

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 07:58 WIB

Prabowo ke Pakar: Saking Pintarnya Bisa Jadi Goblok!

Prabowo ke Pakar: Saking Pintarnya Bisa Jadi Goblok!

News | Sabtu, 19 September 2026 | 07:52 WIB

Daftar Lengkap Sanksi Komdis PSSI: Persija Ditagih Rp180 Juta Usai Hajar Persib

Daftar Lengkap Sanksi Komdis PSSI: Persija Ditagih Rp180 Juta Usai Hajar Persib

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 07:51 WIB

Gerebek Kamar Hotel di Pringsewu: Pria Asyik Main Judol Saat Kekasih Nyabu

Gerebek Kamar Hotel di Pringsewu: Pria Asyik Main Judol Saat Kekasih Nyabu

Lampung | Sabtu, 19 September 2026 | 07:50 WIB

Kantor Digembok dan Rp120 Miliar Terancam Menguap: Menhaj Sidak Travel Umrah Bermasalah di Jombang

Kantor Digembok dan Rp120 Miliar Terancam Menguap: Menhaj Sidak Travel Umrah Bermasalah di Jombang

Jatim | Sabtu, 19 September 2026 | 07:40 WIB

PAN Terbelah Soal Parliamentary Threshold 5 Persen, Zulhas: Kalau Sepakat Kami Ikut

PAN Terbelah Soal Parliamentary Threshold 5 Persen, Zulhas: Kalau Sepakat Kami Ikut

News | Sabtu, 19 September 2026 | 07:40 WIB

Punya Potensi Cepat Kaya, Cek Apakah Zodiak Kamu Masuk dalam Daftar Ini!

Punya Potensi Cepat Kaya, Cek Apakah Zodiak Kamu Masuk dalam Daftar Ini!

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 07:35 WIB

Wamen Diktisaintek: Kita Jangan Bermimpi Kalahkan AS dan China!

Wamen Diktisaintek: Kita Jangan Bermimpi Kalahkan AS dan China!

News | Sabtu, 19 September 2026 | 07:30 WIB

Ulasan The Invisible Man: Ketika Ilmu Pengetahuan Kehilangan Kendali

Ulasan The Invisible Man: Ketika Ilmu Pengetahuan Kehilangan Kendali

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 07:30 WIB

×