Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.885

Aturan EUDR Mengancam Kopi Indonesia? Ini Strategi Kesiapan Petani Menembus Pasar Global

Bangun Santoso

Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:58 WIB
Aturan EUDR Mengancam Kopi Indonesia? Ini Strategi Kesiapan Petani Menembus Pasar Global
Webinar Cita Rasa Konservasi: Meracik Kopi, Profit, dan Kelestarian Hutan Episode 4 bertajuk "Keterlacakan Produk (Traceability)" pada Rabu (5/8)
baca 10 detik
  • TFCA-Sumatera, Yayasan KEHATI, dan SCOPI menyelenggarakan webinar keterlacakan kopi secara hybrid di Jakarta pada Rabu, 5 Agustus.
  • Webinar membahas tantangan implementasi regulasi EUDR untuk memastikan kopi Indonesia bebas deforestasi dan berdaya saing global.
  • Pemerintah dan pelaku usaha memperkuat sistem digitalisasi, geolokasi, serta percepatan STDB demi mendukung kesejahteraan petani kopi.

Suara.com - Penerapan sistem keterlacakan (traceability) menjadi salah satu kunci agar kopi Indonesia tetap mampu bersaing di pasar global.

Seiring diberlakukannya European Union Deforestation Regulation (EUDR) yang berlaku mulai 30 Desember 2026 untuk operator dan pedagang besar dan menengah, dan mulai 30 Juni 2027 untuk usaha mikro dan kecil, eksportir dituntut memastikan setiap produk kopi yang dipasarkan dapat ditelusuri asal-usulnya dan terbukti tidak berasal dari kawasan hasil deforestasi.

Menjawab tantangan tersebut, Program Tropical Forest Conservation Action for Sumatra (TFCA-Sumatera), Yayasan KEHATI, bersama Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI) menyelenggarakan Webinar Cita Rasa Konservasi: Meracik Kopi, Profit, dan Kelestarian Hutan Episode 4 bertajuk "Keterlacakan Produk (Traceability)" pada Rabu (5/8) yang diadakan secara hybrid dari Rumah KEHATI di Jakarta.

Webinar ini menjadi ruang diskusi bagi pemerintah, pelaku usaha, penyedia teknologi, organisasi masyarakat sipil, akademisi, dan praktisi untuk berbagi pengalaman serta strategi dalam membangun sistem traceability yang mampu meningkatkan daya saing kopi Indonesia sekaligus mendukung perlindungan hutan.

Lebih dari 100 peserta yang hadir secara offline dan online dari berbagai daerah mengikuti webinar yang membahas tantangan implementasi traceability di lapangan, mulai dari aspek regulasi, digitalisasi data, verifikasi geolokasi, hingga kesiapan petani dan pelaku usaha dalam memenuhi tuntutan pasar internasional.

Diskusi berjalan secara hybrid dipandu oleh Sophia Mega, seorang influencer kopi aktif yang turut memperkaya pertukaran perspektif antara narasumber dan peserta.

Kegiatan dibuka oleh Direktur Program TFCA-Sumatera, Samedi, yang menegaskan bahwa penerapan *traceability* bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan bagi masa depan industri kopi Indonesia.

"Keterlacakan atau traceability ini menjadi penting terutama untuk komoditi kopi, karena selain kita ingin melihat legalitas lahan, juga terdapat beberapa hal lain yang terkait dengan traceability ini seperti mutu kopi dan juga kesejahteraan petani," ujar Samedi.

Founder Java Kirana, Noverian Aditya (Eri), membagikan pengalaman mengenai kesiapan pelaku usaha (off-taker) dan petani kopi dalam menghadapi tuntutan rantai pasok global, termasuk implementasi European Union Deforestation Regulation (EUDR).

baca juga

Menurutnya, regulasi tersebut bukan dimaksudkan untuk membebani petani, melainkan menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan komoditas kopi diproduksi tanpa mendorong deforestasi.

"Secara implementasi di lapangan, tantangannya adalah petani belum bisa melihat EUDR dari sudut pandang pembeli (buyer), karena bagi mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari saja masih menjadi tantangan," ujar Noverian.

Ia menjelaskan bahwa Java Kirana hadir sebagai ecosystem enabler yang mendampingi petani agar mampu memenuhi persyaratan pasar yang terus berkembang.

Pendampingan tersebut dilakukan melalui pemetaan kondisi di tingkat petani, identifikasi kebutuhan, serta penyusunan langkah-langkah yang perlu dilakukan agar petani dapat memenuhi standar keberlanjutan dan mengakses pasar yang lebih luas.

Selanjutnya, Ainu Rofiq, Co-Founder dan Board Member Koltiva, menjelaskan bagaimana implementasi sistem digitalisasi dan verifikasi geolokasi mampu memperkuat keterlacakan produk kopi Indonesia serta membuka akses ekspor kopi Indonesia ke pasar global.

Ainu menjelaskan bahwa penerapan traceability memiliki manfaat bagi pelaku usaha, baik dari sisi internal maupun eksternal. Dari sisi internal, traceability membantu menjaga kualitas produk melalui proses quality control yang lebih baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa Saja Peraih ESG Award 2026? Intip Daftar Emiten dan Investor Paling Berdampak di RI

Siapa Saja Peraih ESG Award 2026? Intip Daftar Emiten dan Investor Paling Berdampak di RI

Bisnis | Minggu, 09 Agustus 2026 | 09:48 WIB

Cafe Hopping dan Coffee Rave, Dua Tren yang Mengubah Cara Orang Menikmati Kopi

Cafe Hopping dan Coffee Rave, Dua Tren yang Mengubah Cara Orang Menikmati Kopi

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:44 WIB

Kenapa Gen Z Rela Boros buat Kopi Tapi Menyerah Duluan soal Rumah?

Kenapa Gen Z Rela Boros buat Kopi Tapi Menyerah Duluan soal Rumah?

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Prabowo Pamer Diminta Jadi Brand Ambassador Kopi: Biar Dapat Suplai Terus!

Prabowo Pamer Diminta Jadi Brand Ambassador Kopi: Biar Dapat Suplai Terus!

Video | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:15 WIB

Minat Asing pada Kopi dan Buah-buahan Turun, Ekspor Pertanian Jadi Susut

Minat Asing pada Kopi dan Buah-buahan Turun, Ekspor Pertanian Jadi Susut

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 14:18 WIB

Prabowo Berkelakar soal Masa Pensiun: Mau Jadi Brand Ambassador Kopi

Prabowo Berkelakar soal Masa Pensiun: Mau Jadi Brand Ambassador Kopi

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:07 WIB

Survei: Kopi Tetap Jadi Favorit, Tren Minuman Siap Saji Terus Tumbuh

Survei: Kopi Tetap Jadi Favorit, Tren Minuman Siap Saji Terus Tumbuh

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 13:10 WIB

Terkini

Pasar dan Investasi Jadi Bidikan, Indonesia Sambut Strategi Ekonomi BRICS 2030

Pasar dan Investasi Jadi Bidikan, Indonesia Sambut Strategi Ekonomi BRICS 2030

Bisnis | Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:53 WIB

Gedung Bapenda Terbakar, Pramono Anung Jamin Pengaturan Lalu Lintas Jakarta Tetap Aman

Gedung Bapenda Terbakar, Pramono Anung Jamin Pengaturan Lalu Lintas Jakarta Tetap Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:45 WIB

15 Pantun Hari Pramuka Lucu Ini Dijamin Bikin Suasana 14 Agustus Makin Meriah!

15 Pantun Hari Pramuka Lucu Ini Dijamin Bikin Suasana 14 Agustus Makin Meriah!

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:35 WIB

Memoar Seorang Geisha: Mengungkap Kehidupan Geisha Sebelum Perang Dunia II

Memoar Seorang Geisha: Mengungkap Kehidupan Geisha Sebelum Perang Dunia II

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:30 WIB

Indonesia Pertama di ASEAN Pasang Pompa Jantung Terkecil Dunia, Pasiennya Penjual Nasi Uduk

Indonesia Pertama di ASEAN Pasang Pompa Jantung Terkecil Dunia, Pasiennya Penjual Nasi Uduk

Health | Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:25 WIB

Bukan Selalu Tone Deaf, Bisa Jadi Standar Kita yang Sudah Berbeda

Bukan Selalu Tone Deaf, Bisa Jadi Standar Kita yang Sudah Berbeda

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:25 WIB

Gandeng KPK dan OJK, Kemenhut Janji Sikat Mafia Satwa Sampai ke Akar

Gandeng KPK dan OJK, Kemenhut Janji Sikat Mafia Satwa Sampai ke Akar

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:24 WIB

Pramono Prioritaskan JIS untuk Persija, Acara Konser Nanti Dulu

Pramono Prioritaskan JIS untuk Persija, Acara Konser Nanti Dulu

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:20 WIB

United for Jakarta, Misi Besar Bank Jakarta Bawa Persija Angkat Trofi di HUT ke-500

United for Jakarta, Misi Besar Bank Jakarta Bawa Persija Angkat Trofi di HUT ke-500

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:14 WIB

Ancaman Perang Dongkrak Harga Emas, Logam Mulia Lokal Sudah Ada Tanda-tanda Naik

Ancaman Perang Dongkrak Harga Emas, Logam Mulia Lokal Sudah Ada Tanda-tanda Naik

Bisnis | Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:08 WIB

×