Lebih Murah, Perahu Wisata di Ramang-Ramang Beralih dari BBM ke Listrik

Achmad Fauzi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:55 WIB
Lebih Murah, Perahu Wisata di Ramang-Ramang Beralih dari BBM ke Listrik
Perahu Wisata di kawasan wisata Karst Ramang-Ramang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan mulai beralih dari BBM menjadi listrik. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].
baca 10 detik
  • Kawasan wisata Karst Ramang-Ramang di Maros menerapkan perahu listrik untuk menekan biaya operasional masyarakat dan menjaga ekosistem.
  • Sunardi menyatakan pengisian daya perahu listrik pada Senin (10/8/2026) jauh lebih murah dibandingkan bahan bakar minyak.
  • PLN berkomitmen mendukung penambahan infrastruktur pengisian daya listrik guna mengatasi keterbatasan unit perahu dan suku cadang di lokasi.

Suara.com - Masyarakat sekitar kawasan wisata Karst Ramang-Ramang, Kabupaten Maros mulai mengandalkan energi listrik untuk menggerakkan perahu wisata. Sebelumnya, masyarakat hanya bergantung pada BBM solar.

Penggunaan moda transportasi ramah lingkungan ini tidak hanya menekan biaya operasional masyarakat setempat, tetapi juga mendukung keberlanjutan ekosistem di kawasan yang telah ditetapkan sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark tersebut.

Pengemudi perahu listrik sekaligus anggota komunitas Anak Sungai Ramang-Ramang, Sunardi, mengungkapkan bahwa efisiensi operasional menjadi keunggulan utama dari transisi menuju perahu listrik. Jika dibandingkan dengan perahu bermesin bahan bakar minyak (BBM), biaya pengisian daya listrik jauh lebih murah.

"Satu kali pengisian daya listrik hanya membutuhkan sekitar dua kWh atau sekitar Rp3.000 untuk jarak tempuh hingga 10 kilometer. Sementara untuk perahu BBM, biaya operasional sekali jalan mencapai Rp15.000 hingga Rp20.000. Penggunaan perahu listrik sangat membantu efisiensi warga," ujar Sunardi saat ditemui wartawan di lokasi pada Senin (10/8/2026). 

Perahu Wisata di kawasan wisata Karst Ramang-Ramang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan mulai beralih dari BBM menjadi listrik. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].
Perahu Wisata di kawasan wisata Karst Ramang-Ramang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan mulai beralih dari BBM menjadi listrik. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].

Selain efisiensi biaya, perahu listrik menjadi solusi saat pasokan solar di lapangan langka. Kondisi tersebut kerap membuat perahu bermotor BBM terpaksa berhenti beroperasi.

Dari sisi kenyamanan, operasional perahu listrik yang senyap dan bebas polusi menjadi nilai tambah bagi wisatawan. Suasana yang tenang memudahkan pengemudi saat mengedukasi pengunjung mengenai sejarah dan bentang alam di Ramang-Ramang.

Saat ini, kawasan Ramang-Ramang dihuni sekitar 300 kepala keluarga dari dua dusun yang menggantungkan mata pencaharian dari sektor pariwisata.

Namun, dari total sekitar 100 perahu yang beroperasi, baru ada tujuh unit perahu listrik—dua unit berasal dari bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) dan lima unit dari Pemerintah Kabupaten Maros.

Menurut Sunardi, keterbatasan unit perahu listrik saat ini dipengaruhi oleh ekosistemnya yang belum memadai, seperti kendala ketersediaan suku cadang dan baterai yang masih harus dipesan dari luar daerah.

baca juga

"Tantangannya ada pada ketersediaan suku cadang seperti baling-baling dan komponen kelistrikan jika terjadi kerusakan. Harapan kami ke depan ada penyediaan fasilitas perbaikan serta penambahan cadangan baterai di lokasi," tambahnya.

Sunardi juga berharap ke depannya tersedia fasilitas penukaran baterai atau battery swapping guna memangkas waktu tunggu pengisian daya bagi para pengemudi perahu. 

Menanggapi potensi tersebut, Manager PLN ULP Maros Sadrach, menyatakan komitmen perusahaan mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik di kawasan pariwisata Ramang-Ramang. 

Saat ini, PLN telah membangun Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) berkapasitas 7.300 watt di Dermaga 2 untuk mendukung pengisian daya perahu yang membutuhkan waktu rata-rata 2 hingga 3 jam.

"Kami melihat potensinya masih sangat besar karena mayoritas perahu warga di sini masih menggunakan BBM. Jika jumlah perahu listrik bertambah, kami siap menambah infrastruktur SPLU di dermaga lain, seperti Dermaga 1 dan Dermaga 3," kata Sadrach.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PLTA Garung Pasok Energi Bersih ke Sistem Jawa-Bali, Aliri Listrik 30 Desa

PLTA Garung Pasok Energi Bersih ke Sistem Jawa-Bali, Aliri Listrik 30 Desa

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 08:26 WIB

Prabowo Minta Pangkas Anak Cucu Pertamina, PLN, dan BUMN Lain

Prabowo Minta Pangkas Anak Cucu Pertamina, PLN, dan BUMN Lain

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:59 WIB

Infrastruktur Jalan PLTP Mataloko Permudah Mobilitas Petani dan Gerakkan Ekonomi Masyarakat

Infrastruktur Jalan PLTP Mataloko Permudah Mobilitas Petani dan Gerakkan Ekonomi Masyarakat

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 13:01 WIB

Terkini

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

×