Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.365,374
LQ45 634,125
Srikehati 308,918
JII 383,968
USD/IDR 17.790

Rupiah Ambruk 106 Poin, Geopolitik Timur Tengah hingga Inflasi AS Jadi Momok

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:43 WIB
Rupiah Ambruk 106 Poin, Geopolitik Timur Tengah hingga Inflasi AS Jadi Momok
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Rupiah ambruk 106 poin ke Rp17.861 per dolar AS.
  • Geopolitik Timur Tengah dan minyak menekan rupiah.
  • Inflasi AS jadi ancaman pelemahan rupiah berikutnya.

Suara.com - Nasib rupiah kembali mengenaskan. Mata uang Garuda terperosok cukup dalam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (11/8/2026), di tengah meningkatnya tekanan dari pasar global.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp17.861 per dolar AS, melemah 106 poin atau 0,60% dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya di Rp17.755 per dolar AS.

Pelemahan ini menunjukkan rupiah masih sulit keluar dari tekanan. Sentimen eksternal kembali menjadi beban, terutama setelah harga minyak mentah dunia meningkat di tengah ketidakpastian mengenai prospek perdamaian di Timur Tengah.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan tekanan terhadap rupiah tidak terjadi sendirian. Sejumlah mata uang regional Asia juga ikut terseret pelemahan dolar AS.

“Rupiah dan beberapa mata uang regional umumnya melemah cukup besar terhadap dolar AS oleh kenaikan harga minyak mentah dunia di tengah ketidakpastian prospek perdamaian di Timur Tengah,” ujar Lukman saat dihubungi Suara.com.

Kenaikan harga minyak menjadi ancaman tersendiri bagi negara-negara yang bergantung pada impor energi. Kondisi tersebut dapat memperbesar tekanan terhadap neraca perdagangan sekaligus meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap inflasi.

Tekanan terhadap rupiah semakin berat karena kondisi konsumsi domestik belum menunjukkan pemulihan yang meyakinkan.

Lukman menyebut penjualan ritel masih mengalami penurunan selama tiga bulan berturut-turut. Pelemahan tersebut menjadi sinyal kurang sedap bagi perekonomian karena konsumsi masyarakat merupakan salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Situasi ini membuat ruang bagi rupiah untuk menguat menjadi semakin terbatas. Investor harus menghadapi kombinasi sentimen global yang memburuk dan indikator ekonomi domestik yang belum sepenuhnya memberikan kabar positif.

baca juga

“Investor juga mengantisipasi data inflasi AS yang akan dirilis besok malam sehingga bisa memberikan sentimen terhadap rupiah,” jelasnya.

Data inflasi AS menjadi perhatian besar karena dapat memengaruhi arah kebijakan moneter Federal Reserve. Jika inflasi AS kembali menunjukkan tekanan, ekspektasi pasar terhadap suku bunga AS dapat berubah dan berpotensi memperkuat dolar AS.

Tekanan terhadap mata uang regional Asia juga terlihat cukup luas. Peso Filipina menjadi mata uang yang mengalami pelemahan paling dalam dengan 0,84%, disusul baht Thailand yang terdepresiasi 0,46%.

Berikutnya, dolar Taiwan melemah 0,22%, rupee India turun 0,15%, dan dolar Singapura tertekan 0,09%.

Yen Jepang juga melemah 0,04%, sementara ringgit Malaysia turun 0,03%. Yuan China terkoreksi 0,02%, sedangkan dolar Hong Kong melemah tipis 0,01%.

Di tengah tekanan tersebut, won Korea Selatan menjadi satu-satunya mata uang Asia yang masih menguat terhadap dolar AS, meski hanya tipis sebesar 0,01%.

Dengan berbagai sentimen negatif yang masih membayangi, peluang rupiah untuk kembali tertekan pada perdagangan berikutnya masih terbuka.

Gejolak geopolitik Timur Tengah, kenaikan harga minyak, pelemahan penjualan ritel domestik, serta penantian data inflasi AS membuat pasar harus menghadapi ketidakpastian yang cukup tinggi.

Jika sentimen eksternal kembali memburuk, rupiah berpotensi melanjutkan pelemahannya dan semakin mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Beri Bukti Destry Damayanti Diterima Pasar, Rupiah Menguat

Pemerintah Beri Bukti Destry Damayanti Diterima Pasar, Rupiah Menguat

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:06 WIB

Rupiah Melempem, Dolar AS Naik ke Level Rp17.801

Rupiah Melempem, Dolar AS Naik ke Level Rp17.801

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:55 WIB

Ekonomi RI Tumbuh 5,29%, Tapi Mengapa Dunia Usaha Masih Tertekan?

Ekonomi RI Tumbuh 5,29%, Tapi Mengapa Dunia Usaha Masih Tertekan?

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Terkini

Kala Belanja di Indomaret Bisa Ngutang, BayarNanti!

Kala Belanja di Indomaret Bisa Ngutang, BayarNanti!

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:54 WIB

Benny K. Harman Dikecam Usai Pernyataannya yang Dinilai Merendahkan Wartawan

Benny K. Harman Dikecam Usai Pernyataannya yang Dinilai Merendahkan Wartawan

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:50 WIB

Purbaya Ungkap Penerimaan Pajak Masih Aman, Goda Bahlil Tambah PNBP ESDM

Purbaya Ungkap Penerimaan Pajak Masih Aman, Goda Bahlil Tambah PNBP ESDM

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:49 WIB

Gus Yaqut Bantah Terima Uang di Kasus Kuota Haji: Saya Tidak Pernah Menerima Rp1.000 Pun

Gus Yaqut Bantah Terima Uang di Kasus Kuota Haji: Saya Tidak Pernah Menerima Rp1.000 Pun

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:46 WIB

Rayakan HUT ke-81 RI, Imigrasi Sumut Gelar Donor Darah-Cek Kesehatan Gratis

Rayakan HUT ke-81 RI, Imigrasi Sumut Gelar Donor Darah-Cek Kesehatan Gratis

Sumut | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:45 WIB

Sekretaris Kepala BGN hingga PPK Pengadaan Tablet Diperiksa Terkait Korupsi MBG

Sekretaris Kepala BGN hingga PPK Pengadaan Tablet Diperiksa Terkait Korupsi MBG

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:43 WIB

Rupiah Ambruk 106 Poin, Geopolitik Timur Tengah hingga Inflasi AS Jadi Momok

Rupiah Ambruk 106 Poin, Geopolitik Timur Tengah hingga Inflasi AS Jadi Momok

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:43 WIB

Kembangkan Literasi Digital Siswa, Dosen UNP Kediri Ciptakan Model Belajar Berbasis AR dan AI

Kembangkan Literasi Digital Siswa, Dosen UNP Kediri Ciptakan Model Belajar Berbasis AR dan AI

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:41 WIB

Polisi Ungkap 169 Kg Ganja di Deli Serdang, 3 Orang Ditangkap

Polisi Ungkap 169 Kg Ganja di Deli Serdang, 3 Orang Ditangkap

Sumut | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:40 WIB

Menua Tanpa Kehilangan Karakter, Ini Wajah Baru Kecantikan Masa Depan

Menua Tanpa Kehilangan Karakter, Ini Wajah Baru Kecantikan Masa Depan

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:36 WIB

×