Rupiah Ambruk 106 Poin, Geopolitik Timur Tengah hingga Inflasi AS Jadi Momok

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:43 WIB
Rupiah Ambruk 106 Poin, Geopolitik Timur Tengah hingga Inflasi AS Jadi Momok
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Rupiah ambruk 106 poin ke Rp17.861 per dolar AS.
  • Geopolitik Timur Tengah dan minyak menekan rupiah.
  • Inflasi AS jadi ancaman pelemahan rupiah berikutnya.

Suara.com - Nasib rupiah kembali mengenaskan. Mata uang Garuda terperosok cukup dalam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (11/8/2026), di tengah meningkatnya tekanan dari pasar global.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp17.861 per dolar AS, melemah 106 poin atau 0,60% dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya di Rp17.755 per dolar AS.

Pelemahan ini menunjukkan rupiah masih sulit keluar dari tekanan. Sentimen eksternal kembali menjadi beban, terutama setelah harga minyak mentah dunia meningkat di tengah ketidakpastian mengenai prospek perdamaian di Timur Tengah.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan tekanan terhadap rupiah tidak terjadi sendirian. Sejumlah mata uang regional Asia juga ikut terseret pelemahan dolar AS.

“Rupiah dan beberapa mata uang regional umumnya melemah cukup besar terhadap dolar AS oleh kenaikan harga minyak mentah dunia di tengah ketidakpastian prospek perdamaian di Timur Tengah,” ujar Lukman saat dihubungi Suara.com.

Kenaikan harga minyak menjadi ancaman tersendiri bagi negara-negara yang bergantung pada impor energi. Kondisi tersebut dapat memperbesar tekanan terhadap neraca perdagangan sekaligus meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap inflasi.

Tekanan terhadap rupiah semakin berat karena kondisi konsumsi domestik belum menunjukkan pemulihan yang meyakinkan.

Lukman menyebut penjualan ritel masih mengalami penurunan selama tiga bulan berturut-turut. Pelemahan tersebut menjadi sinyal kurang sedap bagi perekonomian karena konsumsi masyarakat merupakan salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Situasi ini membuat ruang bagi rupiah untuk menguat menjadi semakin terbatas. Investor harus menghadapi kombinasi sentimen global yang memburuk dan indikator ekonomi domestik yang belum sepenuhnya memberikan kabar positif.

baca juga

“Investor juga mengantisipasi data inflasi AS yang akan dirilis besok malam sehingga bisa memberikan sentimen terhadap rupiah,” jelasnya.

Data inflasi AS menjadi perhatian besar karena dapat memengaruhi arah kebijakan moneter Federal Reserve. Jika inflasi AS kembali menunjukkan tekanan, ekspektasi pasar terhadap suku bunga AS dapat berubah dan berpotensi memperkuat dolar AS.

Tekanan terhadap mata uang regional Asia juga terlihat cukup luas. Peso Filipina menjadi mata uang yang mengalami pelemahan paling dalam dengan 0,84%, disusul baht Thailand yang terdepresiasi 0,46%.

Berikutnya, dolar Taiwan melemah 0,22%, rupee India turun 0,15%, dan dolar Singapura tertekan 0,09%.

Yen Jepang juga melemah 0,04%, sementara ringgit Malaysia turun 0,03%. Yuan China terkoreksi 0,02%, sedangkan dolar Hong Kong melemah tipis 0,01%.

Di tengah tekanan tersebut, won Korea Selatan menjadi satu-satunya mata uang Asia yang masih menguat terhadap dolar AS, meski hanya tipis sebesar 0,01%.

Dengan berbagai sentimen negatif yang masih membayangi, peluang rupiah untuk kembali tertekan pada perdagangan berikutnya masih terbuka.

Gejolak geopolitik Timur Tengah, kenaikan harga minyak, pelemahan penjualan ritel domestik, serta penantian data inflasi AS membuat pasar harus menghadapi ketidakpastian yang cukup tinggi.

Jika sentimen eksternal kembali memburuk, rupiah berpotensi melanjutkan pelemahannya dan semakin mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Beri Bukti Destry Damayanti Diterima Pasar, Rupiah Menguat

Pemerintah Beri Bukti Destry Damayanti Diterima Pasar, Rupiah Menguat

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:06 WIB

Rupiah Melempem, Dolar AS Naik ke Level Rp17.801

Rupiah Melempem, Dolar AS Naik ke Level Rp17.801

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:55 WIB

Ekonomi RI Tumbuh 5,29%, Tapi Mengapa Dunia Usaha Masih Tertekan?

Ekonomi RI Tumbuh 5,29%, Tapi Mengapa Dunia Usaha Masih Tertekan?

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Terkini

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

×