- Menteri Keuangan Purbaya menilai pencalonan tunggal Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia merupakan langkah yang sangat bagus.
- Presiden Prabowo Subianto resmi mengusulkan nama Destry Damayanti kepada DPR RI sebagai calon Gubernur Bank Indonesia pada Senin.
- Destry Damayanti yang berpengalaman luas di sektor moneter berpeluang menjadi perempuan pertama yang memimpin Bank Indonesia.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadedwa mengomentari soal pencalonan tunggal Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI).
Menkeu Purbaya menilai kalau itu langkah bagus karena Destry memiliki pengalaman yang cukup di sektor moneter. Lebih lagi keduanya sudah berhubungan erat sejak lama.
"Ya bagus, dia kan pengalamannya cukup dan sepengalaman saya cukup dekat," katanya di kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Purbaya bercerita kalau hubungannya dengan Destry sudah terjalin sejak dirinya menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Dengan demikian, Purbaya yakin kalau Kemenkeu maupun BI bakal bisa bekerja sama dengan baik karena sudah lama melakukan koordinasi.
"Dia waktu saya Ketua Dewan Komisioner LPS, dia kan ex officio dari bank sentral. Jadi saya pikir bagus, kita biasa koordinasi dan kerja sama dengan baik. Jadi enggak ada masalah," jelas Purbaya.
![Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan Destry Damayanti dan sejumlah nama lain sebagai calon Gubernur Bank Indonesia. [Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/07/38330-destry-damayanti-gubernur-bi.jpg)
Profil Destry Damayanti
Untuk diketahui, Presiden Prabowo Subianto mengusulkan satu nama kepada DPR RI untuk menjadi calon Gubernur BI, yakni Destry Damayanti. Usulan tersebut disampaikan pemerintah pada Senin, 10 Agustus 2026.
Destry saat ini merupakan Deputi Gubernur Senior BI. Ia sebelumnya juga ditunjuk sebagai pejabat sementara Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari posisi Gubernur BI.
Destry memiliki rekam jejak panjang di bidang ekonomi dan keuangan. Ia merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan meraih gelar Master of Science bidang Regional Science dari Cornell University, Amerika Serikat.
Jika mendapat persetujuan DPR, Destry berpeluang menjadi perempuan pertama yang memimpin BI secara definitif.