Mendag Tegaskan Amerika Serikat Negara Tujuan Ekspor Terpenting

Liberty Jemadu, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 12 Juni 2026 | 13:57 WIB
Mendag Tegaskan Amerika Serikat Negara Tujuan Ekspor Terpenting
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan Amerika Serikat merupakan penyumbang surplus perdagangan terbesar bagi Indonesia senilai 18,11 miliar dolar AS. [Antara]
baca 10 detik
  • Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan Amerika Serikat merupakan penyumbang surplus perdagangan terbesar bagi Indonesia senilai 18,11 miliar dolar AS.
  • Pemerintah Indonesia berkomitmen mengamankan pasar Amerika Serikat di tengah ketidakpastian ekonomi global serta dinamika kebijakan tarif internasional saat ini.
  • Pemerintah menargetkan perluasan akses pasar ekspor melalui perjanjian IEU-CEPA yang rencananya mulai berlaku secara resmi awal tahun depan.

Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso alias Busan mengungkapkan Amerika Serikat masih menjadi pasar ekspor paling penting bagi Indonesia. Bahkan, negeri Paman Sam tercatat sebagai penyumbang surplus perdagangan terbesar bagi Indonesia dibandingkan negara lain di dunia.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang dipicu kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat hingga konflik di Timur Tengah, Budi menegaskan pemerintah tetap optimistis terhadap kinerja ekspor nasional.

"Ekspor kita Januari-April ini meningkat 5,6 milyar USD. Dan ini bulan berturut-turut kita surplus," kata Budi Santoso saat menghadiri acara Campuspreneur di Institut Pertanian Bogor (IPB) yang disiarkan melalui akun youtube Kemendag, Jumat (12/6/2026).

Menurut Busan, besarnya kontribusi pasar Amerika menjadi alasan pemerintah terus berupaya menjaga hubungan dagang dengan negara tersebut. Sebab, nilai ekspor Indonesia ke Amerika Serikat mencapai puluhan miliar dolar AS setiap tahun.

"Ekspor kita ke Amerika itu jumlahnya 30,9 miliar US Dollar. Surplus kita itu 18,11 miliar US Dollar. Surplus terbesar kita ke dunia itu ya ke Amerika. Surplus kita nomor 1 itu ke Amerika," ujarnya.

Ia menjelaskan, setelah Amerika Serikat, negara penyumbang surplus perdagangan terbesar berikutnya bagi Indonesia adalah India, Filipina, Belanda, dan Vietnam.

"Nomor 2 baru ke India, ke Filipina, ke Belanda, dan ke Vietnam," kata Budi.

Karena itu, pemerintah menilai pasar Amerika Serikat harus tetap diamankan di tengah berbagai dinamika perdagangan internasional yang terjadi saat ini.

"Jadi kita harus mengamankan tadi, Amerika," ucapnya.

baca juga

Meski belum memiliki perjanjian perdagangan komprehensif, ekspor Indonesia ke Amerika Serikat terus menunjukkan tren peningkatan. Kondisi itu menjadi salah satu alasan pemerintah tetap berupaya mempertahankan akses pasar ke negara tersebut.

"Padahal justru ekspor kita naik terus ke Amerika. Nah, itu salah satu kenapa kemudian kita tetap mempertahankan pasar kita di Amerika," ujar Budi.

Selain Amerika Serikat, pemerintah juga tengah memperluas akses pasar melalui sejumlah perjanjian dagang dengan negara dan kawasan lain. Salah satunya adalah Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang telah ditandatangani dan ditargetkan mulai berlaku pada awal tahun depan.

Budi mengatakan perjanjian tersebut akan membuka peluang lebih besar bagi produk Indonesia karena banyak komoditas ekspor yang akan menikmati tarif masuk nol persen ke pasar Uni Eropa.

"Mudah-mudahan awal tahun depan sudah berjalan, banyak produk kita yang 0 persen ke sana," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Singapura Buka Suara soal Aturan Ekspor Satu Pintu Danantara Sumberdaya Indonesia

Singapura Buka Suara soal Aturan Ekspor Satu Pintu Danantara Sumberdaya Indonesia

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:00 WIB

Indonesia Tak Bisa Ekspor Listrik ke Singapura Tahun Ini, Airlangga Bongkar Alasannya

Indonesia Tak Bisa Ekspor Listrik ke Singapura Tahun Ini, Airlangga Bongkar Alasannya

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 19:24 WIB

PT PMM Sebut TNI AL Bertindak Arogan Buka 15 Kontainer, Sengketa Ekspor Tambang Makin Memanas

PT PMM Sebut TNI AL Bertindak Arogan Buka 15 Kontainer, Sengketa Ekspor Tambang Makin Memanas

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:49 WIB

Menteri Perdagangan Kejar Menteri Desa, Minta Penjelasan tentang Pembatasan Alfamart dan Indomaret

Menteri Perdagangan Kejar Menteri Desa, Minta Penjelasan tentang Pembatasan Alfamart dan Indomaret

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 00:08 WIB

Menteri Perdagangan di Talk Show JMFW: Kolaborasi Dengan E-commerce Jadi Kunci Perluas Pasar UMKM

Menteri Perdagangan di Talk Show JMFW: Kolaborasi Dengan E-commerce Jadi Kunci Perluas Pasar UMKM

Lifestyle | Selasa, 18 November 2025 | 13:28 WIB

Terkini

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Banten | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:30 WIB

Rincian Diskon Tiket Kereta, Kapal, dan Pesawat untuk Libur Nataru

Rincian Diskon Tiket Kereta, Kapal, dan Pesawat untuk Libur Nataru

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:23 WIB

Polisi Tangkap Terduga Pembunuh Bobotoh Persib 16 Tahun di Bogor

Polisi Tangkap Terduga Pembunuh Bobotoh Persib 16 Tahun di Bogor

Bogor | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:22 WIB

×