Akses Keuangan Melesat, Literasi Tertinggal: Trader Muda Diminta Waspadai Risiko

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:54 WIB
Akses Keuangan Melesat, Literasi Tertinggal: Trader Muda Diminta Waspadai Risiko
Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (25/3/2026). Usai libur Lebaran, IHSG sempat melemah 22,22 poin atau 0,31 persen ke level 7.084,62 dan bergerak berbalik arah menguat 1,05 persen atau naik 75 poin ke level 7.181,65 setelah beberapa menit dibuka. [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom].
baca 10 detik
  • Inklusi keuangan 80,51%, tetapi literasi baru 66,46%.
  • Literasi anak muda tertinggal meski inklusi mencapai 89,96%.
  • Trader wajib memahami risiko sebelum mengambil keputusan transaksi.

Suara.com - Perluasan akses terhadap layanan keuangan di Indonesia terus menunjukkan perkembangan. Namun, kemampuan masyarakat dalam memahami risiko dan mengambil keputusan finansial belum tumbuh secepat akses tersebut.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi industri perdagangan berjangka, termasuk perusahaan pialang yang berhadapan langsung dengan nasabah dalam menentukan keputusan transaksi.

Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang disusun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan indeks inklusi keuangan nasional telah mencapai 80,51%. Sementara itu, indeks literasi keuangan baru berada di level 66,46%.

Kesenjangan tersebut semakin terlihat pada kelompok usia 18-25 tahun. Tingkat inklusi keuangan kelompok ini mencapai 89,96%, sedangkan literasinya baru 73,22%.

Artinya, sebagian besar kelompok muda sudah memiliki akses terhadap produk dan layanan keuangan, tetapi pemahaman mereka terhadap karakteristik dan risiko produk tersebut belum sepenuhnya mengikuti pesatnya perluasan akses.

CEO Finex Agung Wisnuaji mengatakan perusahaan pialang memiliki tanggung jawab untuk memastikan nasabah memahami risiko sebelum melakukan transaksi.

Menurutnya, transparansi informasi dan edukasi menjadi bagian penting agar perluasan akses terhadap layanan keuangan tidak justru berujung pada keputusan yang keliru.

"Kemerdekaan Indonesia menginspirasi kami untuk mendukung kemerdekaan setiap trader, yaitu kebebasan mengambil keputusan sendiri dan membangun masa depan finansial mereka. Karena itu kami membangun sistem dengan mengutamakan kepentingan trader, dan berkomitmen untuk selalu berada di sisi mereka," ujar Agung, Rabu (12/8/2026).

Kesenjangan antara inklusi dan literasi keuangan juga membuka ruang bagi masyarakat untuk terpapar berbagai penawaran keuangan yang belum tentu dipahami dengan baik.

baca juga

Modusnya beragam, mulai dari tawaran keuntungan investasi yang tidak realistis, grup sinyal berbayar, hingga penipuan yang menggunakan nama dan identitas perusahaan yang memiliki izin.

Satgas PASTI mencatat peniruan entitas berizin atau impersonation menjadi salah satu modus yang banyak dilaporkan masyarakat pada awal 2026.

Sementara itu, sejak mulai beroperasi pada akhir 2024, Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) telah menerima lebih dari 515.000 laporan. Dana korban yang berhasil diblokir mencapai sekitar Rp585,4 miliar.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan akses keuangan harus diikuti dengan kemampuan masyarakat mengenali risiko, memeriksa legalitas perusahaan, serta memahami mekanisme produk keuangan sebelum bertransaksi.

Di sektor perdagangan berjangka, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) memperkuat pengawasan terhadap perusahaan pialang melalui penilaian berkala berbasis risiko.

Penilaian tersebut mencakup aspek kepatuhan, integritas keuangan, pengawasan transaksi hingga mekanisme penanganan pengaduan nasabah.

Menurut Agung, kerangka pengawasan tersebut perlu diterjemahkan ke dalam praktik di tingkat perusahaan. Sebab, pialang merupakan pihak yang berhadapan langsung dengan nasabah ketika dokumen risiko dijelaskan, transaksi dilakukan, maupun ketika nasabah membutuhkan informasi.

Karena itu, Finex mengedepankan penyampaian risiko sejak awal transaksi, transparansi kondisi perdagangan dan edukasi kepada nasabah.

Edukasi tersebut dilakukan secara rutin, termasuk melalui program literasi bersama Bursa Berjangka Jakarta di sejumlah daerah.

Pada Januari-Maret 2026, Bappebti melakukan penilaian berkala terhadap sekitar 67 perusahaan pialang berjangka aktif. Dari perusahaan yang dinilai, tujuh pialang memperoleh peringkat tertinggi, termasuk Finex.

Agung juga mengatakan Finex mencatat volume transaksi tertinggi di Bursa Berjangka Jakarta dalam beberapa bulan terakhir.

"Volume mengikuti kepercayaan, bukan sebaliknya. Layanan, edukasi, dan transparansi adalah arah yang sama yang sedang didorong Bappebti, OJK, dan Bank Indonesia dalam perlindungan konsumen. Tugas kami memastikan itu benar-benar sampai ke trader," katanya.

Meski demikian, Agung menegaskan edukasi dan perlindungan konsumen bukan berarti menghilangkan risiko perdagangan berjangka.

Aktivitas trading tetap memiliki potensi kerugian. Karena itu, kemampuan memahami risiko menjadi salah satu bekal utama sebelum masyarakat mengambil keputusan finansial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Gegara Natalius Pigai, Ini 5 Buku Tipis Wajib Baca untuk Anak Muda yang Malas Baca Buku Tebal

Viral Gegara Natalius Pigai, Ini 5 Buku Tipis Wajib Baca untuk Anak Muda yang Malas Baca Buku Tebal

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Utang Pemerintah Tembus Rp 10 Ribu Triliun, Purbaya Bandingkan Kondisi RI dengan Singapura

Utang Pemerintah Tembus Rp 10 Ribu Triliun, Purbaya Bandingkan Kondisi RI dengan Singapura

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:40 WIB

IHSG Mulai Rebound ke Level 6.300 Hari Ini, Saham Prajogo Terbang

IHSG Mulai Rebound ke Level 6.300 Hari Ini, Saham Prajogo Terbang

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:42 WIB

Terkini

BYD Atto 1 Jilid 2 Generasi Terbaru Siap Mengaspal: Roda Belakang Jadi Penggerak hingga Bagasi Luas

BYD Atto 1 Jilid 2 Generasi Terbaru Siap Mengaspal: Roda Belakang Jadi Penggerak hingga Bagasi Luas

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 15:46 WIB

Serbu Promo Gantung Alfamart! Minyak Goreng dan Telur Turun Harga Besar-besaran

Serbu Promo Gantung Alfamart! Minyak Goreng dan Telur Turun Harga Besar-besaran

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 15:41 WIB

Persiraja Pecat Semua Pelatih Usai Kalah Tiga Laga Beruntun

Persiraja Pecat Semua Pelatih Usai Kalah Tiga Laga Beruntun

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 15:36 WIB

5 Tips Pasang Jet Pump yang Benar agar Air Lancar dan Pompa Awet

5 Tips Pasang Jet Pump yang Benar agar Air Lancar dan Pompa Awet

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 15:35 WIB

Hendak Tawuran di Cakung, 2 Pemuda Ditangkap Brimob Polda Metro Jaya

Hendak Tawuran di Cakung, 2 Pemuda Ditangkap Brimob Polda Metro Jaya

News | Minggu, 27 September 2026 | 15:34 WIB

Boni Hargens Soroti Sinergi Polri dan Ulama untuk Menjaga Persatuan Bangsa

Boni Hargens Soroti Sinergi Polri dan Ulama untuk Menjaga Persatuan Bangsa

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 15:34 WIB

Promo Nonton Bioskop Gratis di XXI dari BRI, Ini Syaratnya

Promo Nonton Bioskop Gratis di XXI dari BRI, Ini Syaratnya

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 15:33 WIB

Banpres Karhutla Rp100 Miliar Sudah Turun, Kenapa Asap Masih Kepung Palembang?

Banpres Karhutla Rp100 Miliar Sudah Turun, Kenapa Asap Masih Kepung Palembang?

Sumsel | Minggu, 27 September 2026 | 15:32 WIB

KPK Duga Sejumlah Kantor Pertanahan Setor Uang ke Oknum Kanwil BPN Jatim

KPK Duga Sejumlah Kantor Pertanahan Setor Uang ke Oknum Kanwil BPN Jatim

Jatim | Minggu, 27 September 2026 | 15:24 WIB

Membara! Begini Kondisi Terkini Kebakaran Hutan di Jalur Gunung Rinjani

Membara! Begini Kondisi Terkini Kebakaran Hutan di Jalur Gunung Rinjani

Bali | Minggu, 27 September 2026 | 15:22 WIB

×