Pemerintah Mau Ambil Dividen BUMN dari Danantara saat Utang Negara Cetak Rekor Tertinggi

M Nurhadi

Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:46 WIB
Pemerintah Mau Ambil Dividen BUMN dari Danantara saat Utang Negara Cetak Rekor Tertinggi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Kepala BP BUMN Dony Oskaria di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (5/8/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
baca 10 detik
  • Pemerintah menarik sebagian dividen BUMN dari Danantara ke APBN berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto.
  • Kebijakan tersebut diambil pada 2026 untuk memperkuat fiskal negara di tengah rekor utang menembus Rp10.293,69 triliun.
  • Kepala BKF Febrio Kacaribu menyatakan skema penarikan dana dari Danantara itu masih dalam tahap penyusunan bersama.

Suara.com - Kebijakan pengelolaan dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali memasuki babak baru. Setelah sempat dialihkan sepenuhnya ke dalam kendali Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), pemerintah kini bersiap menarik kembali sebagian keuntungan perusahaan pelat merah tersebut ke dalam kas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Langkah balik arah ini diambil sebagai respon strategis untuk memperkuat cadangan fiskal negara di tengah lonjakan utang pemerintah yang menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Atas arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto, pemerintah membuka ruang agar sebagian laba yang dikelola Danantara dikembalikan fungsinya untuk menopang ketahanan fiskal dan membantu meringankan beban pembiayaan negara.

Perjalanan Regulasi Dividen BUMN: Dari PNBP ke Danantara

Pengalihan setoran dividen BUMN keluar dari pos Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) APBN sebenarnya baru berjalan singkat.

Skema tersebut resmi berlaku sejak Maret 2025 sebagai implementasi dari lahirnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang BUMN.

Melalui payung hukum ini, arus dividen yang sebelumnya dikategorikan sebagai PNBP Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) diubah jalurnya untuk difokuskan pada pemupukan investasi di bawah naungan Danantara.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Febrio Kacaribu, sempat menegaskan bahwa berlakunya UU No. 1/2025 memang memicu perombakan mendasar dalam struktur pendapatan APBN.

Sejak pertengahan 2025, kementerian keuangan telah mengantisipasi hilangnya komponen KND dari daftar penerimaan negara, karena arus utama dividen dialokasikan ke Danantara.

baca juga

Namun, menginjak periode 2026/2027, efektivitas skema tersebut dievaluasi kembali. Pemerintah berencana mengambil porsi keuntungan dari Danantara untuk disuntikkan balik ke APBN.

Purbaya menyampaikan bahwa skema dan porsi dana yang akan ditarik masih dalam tahap penyusunan bersama pihak Danantara, sembari menantikan petunjuk teknis lebih lanjut dari Presiden Prabowo Subianto. Pihaknya juga belum memfinalisasi apakah dana yang ditarik nanti akan kembali dicatat dalam kategori PNBP atau dibuatkan pos baru.

Tekanan Rekor Utang Negara Tembus Rp10.000 Triliun

Rencana penarikan kembali hasil usaha BUMN ke kas negara ini diambil saat utang negara menembus rekor baru. Data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencatat posisi utang pemerintah per Juni 2026 telah menyentuh angka fantastis, yakni Rp10.293,69 triliun.

Angka ini menandai pertama kalinya dalam sejarah Indonesia di mana akumulasi utang pemerintah berhasil melampaui ambang psikologis Rp10.000 triliun.

Secara kuantitatif, nilai utang tersebut membengkak sebesar Rp373,27 triliun atau naik 3,76% dibandingkan dengan posisi pada Maret 2026 yang tercatat sebesar Rp9.920,42 triliun.

Meski secara nominal melonjak drastis, rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per Juni 2026 berada di level 41,26%.

Angka rasio tersebut diklaim masih aman karena berada di bawah batas maksimum 60% yang diamanatkan oleh Undang-Undang Keuangan Negara.

Dilihat dari komposisinya, struktur utang negara masih didominasi oleh penerbitan instrumen keuangan domestik. Portofolio utang per Juni 2026 terdiri dari:

Surat Berharga Negara (SBN): Menjadi penopang utama dengan porsi mencapai Rp8.966,79 triliun atau mencakup 87,11% dari total utang. Ini mengindikasikan bahwa sekitar 9 dari setiap Rp10 utang negara bersumber dari penerbitan SBN.

Pinjaman: Mencatatkan porsi sebesar Rp1.326,90 triliun atau menyumbang 12,89% dari keseluruhan beban utang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Danantara Bangun Pabrik Magnet Permanen, untuk Komponen EV hingga Senjata Canggih

Danantara Bangun Pabrik Magnet Permanen, untuk Komponen EV hingga Senjata Canggih

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:12 WIB

Proyek LRT City Masih Belum Jelas, Dony Oskaria Turun Tangan

Proyek LRT City Masih Belum Jelas, Dony Oskaria Turun Tangan

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:16 WIB

Utang Pemerintah Tembus Rp 10 Ribu Triliun, Purbaya Bandingkan Kondisi RI dengan Singapura

Utang Pemerintah Tembus Rp 10 Ribu Triliun, Purbaya Bandingkan Kondisi RI dengan Singapura

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:40 WIB

Askrindo Pertahankan Rating idAA+ dari Pefindo

Askrindo Pertahankan Rating idAA+ dari Pefindo

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:04 WIB

Lewat BRILink Agen, Danantara Perluas Akses Ekonomi ke Pelosok Negeri

Lewat BRILink Agen, Danantara Perluas Akses Ekonomi ke Pelosok Negeri

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:57 WIB

Dana Pemerintah Ditarik, Perbankan Hadapi Tekanan Likuiditas Ekstra

Dana Pemerintah Ditarik, Perbankan Hadapi Tekanan Likuiditas Ekstra

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:36 WIB

Terkini

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 23:46 WIB

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:31 WIB

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 22:22 WIB

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Jogja | Minggu, 27 September 2026 | 22:10 WIB

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:06 WIB

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

News | Minggu, 27 September 2026 | 21:40 WIB

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 21:05 WIB

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Health | Minggu, 27 September 2026 | 21:00 WIB

×