- RUP pemerintah 2025 mencapai Rp1.193,6 triliun.
- Pengadaan berpotensi mendorong ekonomi hijau dan UMKM.
- AI dan ESG didorong untuk memperkuat rantai pasok berkelanjutan.
Transformasi procurement juga dinilai sejalan dengan ambisi Indonesia mengembangkan ekonomi sirkular. Model ekonomi ini mendorong produk dan material digunakan selama mungkin melalui penggunaan kembali, perbaikan, dan daur ulang.
Bappenas memprioritaskan penerapan ekonomi sirkular pada lima sektor, yakni makanan dan minuman, tekstil, konstruksi, elektronik, serta perdagangan grosir dan eceran dengan fokus pada kemasan plastik.
Penerapan ekonomi sirkular di sektor-sektor tersebut diperkirakan berpotensi menambah Rp593 triliun hingga Rp638 triliun terhadap PDB, menciptakan sekitar 4,4 juta lapangan kerja hijau, serta mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 126 juta ton pada 2030.
Ketua BINUS Center of Excellence in Sustainability, Profesor Yanthi Rumbina Ianova Hutagaol, mengatakan kolaborasi dengan RMIT diperlukan agar kerangka keberlanjutan global dapat diterapkan sesuai kondisi Indonesia.
“Dengan memadukan riset dan keahlian internasional RMIT dengan pemahaman BINUS terhadap regulasi, dunia usaha, dan ekosistem vendor di Indonesia, kolaborasi ini dapat membantu organisasi bergerak dari komitmen ESG menuju praktik procurement yang nyata dan terukur,” ujarnya.