Aliansi Mahasiswa UGM, UI, ITB Ultimatum Rezim: Setop Hamburkan Uang Rakyat dan Bungkam Demokrasi

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Senin, 28 September 2026 | 20:20 WIB
Aliansi Mahasiswa UGM, UI, ITB Ultimatum Rezim: Setop Hamburkan Uang Rakyat dan Bungkam Demokrasi
Pernyataan sikap bersama SEMA UGM, BEM UI, dan KM ITB bertajuk "Nestapa Indonesia" di Lapangan Pancasila UGM, Yogyakarta. (Dok: istimewa).
baca 10 detik
  • Aliansi mahasiswa UGM, UI, dan ITB menyampaikan ultimatum terbuka kepada pemerintah pada Senin, 28 September 2026.
  • Para mahasiswa menyoroti kebijakan ekonomi yang membebani rakyat serta penggunaan anggaran negara yang tidak transparan.
  • Aliansi mahasiswa menyerukan konsolidasi lintas sektor untuk melawan penyelewengan kekuasaan dan merawat kebebasan demokratis di Indonesia.

Suara.com - Aliansi mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), dan Institut Teknologi Bandung (ITB) menyampaikan ultimatum terbuka kepada penyelenggara negara atas kemunduran demokrasi dan pembungkaman kritik yang kian masif.

Konsolidasi tiga kampus besar ini menandai memuncaknya kemarahan publik terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai kian menjauh dari kepentingan rakyat.

Ketua Umum Serikat Mahasiswa (SEMA) UGM, Mesa, menegaskan bahwa sikap yang diambil para mahasiswa bukan sekadar mewakili almamater masing-masing. Lebih dari itu merupakan penegasan atas keterpurukan kondisi bangsa yang sengaja ditutupi narasi pencitraan penguasa.

"Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Rakyat tengah dirundung pilu, dan negeri ini berada dalam kenestapaan," kata Mesa dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/9/2026).

Pemerintah disorot tajam lantaran terus membebani masyarakat dengan beban ekonomi yang mencekik, seperti pajak tinggi dan lonjakan biaya hidup dasar.

Pada saat bersamaan, penggunaan anggaran negara justru dinilai tidak transparan serta dialokasikan untuk program-program yang minim pertanggungjawaban publik.

"Kehidupan rakyat kian berat, dihantui oleh pajak dan biaya untuk bertahan hidup, ongkos transportasi, di sisi lainnya pemerintah justru menghamburkan uang negara untuk program yang minim transparansi dan lemah pertanggungjawaban," tandasnya.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Yatalathof Ma'shum Imawan, mengingatkan penguasa bahwa batas kesabaran masyarakat memiliki limitasi.

Sekaligus dalam kesempatan ini menegaskan keterlibatan mahasiswa adalah bentuk perlawanan terhadap penyelewengan kekuasaan yang dikuasai kelompok oligarki.

baca juga

"Kami tidak sedang memusuhi negara. Tetapi kami sedang menolak negara dirampas oleh kepentingan kekuasaan," ujar Athof.

Lebih lanjut, peringatan keras disuarakan agar pemerintah segera menghentikan praktik pengelolaan keuangan negara secara sewenang-wenang serta pemanfaatan hukum demi kepentingan elit tertentu. Kegagalan pemerintah dalam merespon aspirasi publik dipastikan akan memicu gelombang perlawanan yang lebih besar di jalanan.

"Jika pemerintah terus menutup telinga, rakyat akan memperkeras suara. Jika kekuasaan terus menutup ruang demokrasi, rakyat akan memenuhi ruang-ruang publik. Jika negara terus meninggalkan rakyat, mahasiswa harus berdiri bersama rakyat," tegasnya.

Ditambahkan, Ketua Kabinet KM ITB, Nahdah Nabillah HR, menyerukan penggalangan kekuatan secara masif di seluruh wilayah Indonesia. Seruan ini ditujukan untuk membangun basis gerakan yang terorganisir guna menahan laju kebijakan kilat pemerintah yang merugikan masyarakat luas.

"Kita tidak boleh berdiam, apalagi menunduk. Kebijakan kilat yang membuat rakyat kian sekarat tidak bisa dibiarkan karena masa depan
adalah milik kita bersama," ucap Nahdah.

Guna merealisasikan hal tersebut, elemen mahasiswa menggalang konsolidasi lintas sektor yang melibatkan kelompok buruh, petani, nelayan, hingga akademisi dan masyarakat adat.

Gerakan sipil ini diarahkan untuk melawan segala bentuk kebohongan serta merawat kebebasan akademik melalui aksi yang damai, disiplin, dan terstruktur di seluruh kota.

"Mari kita bangun infrastruktur gerakan yang solid, untuk menyatukan kekuatan rakyat dan kembali bergerak bersama," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peran Tentara Dinilai Semakin Dominan, Pengamat: Militerisme Tak Kompatibel dengan Demokrasi

Peran Tentara Dinilai Semakin Dominan, Pengamat: Militerisme Tak Kompatibel dengan Demokrasi

News | Sabtu, 26 September 2026 | 07:04 WIB

Tembus 3 Besar PTS Nasional, Kampus Ini Naik 12 Peringkat di UI GreenMetric 2026

Tembus 3 Besar PTS Nasional, Kampus Ini Naik 12 Peringkat di UI GreenMetric 2026

News | Kamis, 24 September 2026 | 05:05 WIB

Dari Debat hingga Ide Inovasi Energi, Ini Para Pemenang PGTC 2026

Dari Debat hingga Ide Inovasi Energi, Ini Para Pemenang PGTC 2026

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 17:36 WIB

Mahasisw ITB Kembangkan Minyak Jelantah Jadi Cat Ramah lingkungan

Mahasisw ITB Kembangkan Minyak Jelantah Jadi Cat Ramah lingkungan

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 17:15 WIB

Fenomena 'No Viral, No Justice' dalam Kasus Rumah Ibadah: Alarm Bahaya bagi Demokrasi

Fenomena 'No Viral, No Justice' dalam Kasus Rumah Ibadah: Alarm Bahaya bagi Demokrasi

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 15:58 WIB

KPK Periksa 9 Saksi, Kasus Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Unsoed Meluas

KPK Periksa 9 Saksi, Kasus Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Unsoed Meluas

News | Selasa, 22 September 2026 | 15:44 WIB

Sebut Pakar Saking Pintarnya Jadi Goblok, KIKA Beri Kritik Pedas ke Prabowo

Sebut Pakar Saking Pintarnya Jadi Goblok, KIKA Beri Kritik Pedas ke Prabowo

News | Senin, 21 September 2026 | 21:13 WIB

Terkini

Arti Mimpi Teman Meninggal Padahal Masih Hidup, Pertanda Apa?

Arti Mimpi Teman Meninggal Padahal Masih Hidup, Pertanda Apa?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 20:10 WIB

Tiga Wilayah Riau Kembali Dikepung Kabut Asap, Titik Panas Meningkat

Tiga Wilayah Riau Kembali Dikepung Kabut Asap, Titik Panas Meningkat

Riau | Senin, 28 September 2026 | 20:07 WIB

Rela Lepas Cuan Jutaan Dolar demi Privasi Anak, Keputusan PewDiePie Patut Ditiru Ortu Zaman Now!

Rela Lepas Cuan Jutaan Dolar demi Privasi Anak, Keputusan PewDiePie Patut Ditiru Ortu Zaman Now!

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 20:05 WIB

Mohon Maaf Manajer Kopdes, Pemerintah Tak Bisa Kabulkan Permintaan Lokasi Kerja

Mohon Maaf Manajer Kopdes, Pemerintah Tak Bisa Kabulkan Permintaan Lokasi Kerja

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 19:58 WIB

Komnas Perempuan Catat 17 Kasus Perkosaan Libatkan Pejabat Publik

Komnas Perempuan Catat 17 Kasus Perkosaan Libatkan Pejabat Publik

News | Senin, 28 September 2026 | 19:51 WIB

Maybank Indonesia Kembangkan Bisnis Etiqa melalui Sinergi Grup Keuangan Terintegrasi

Maybank Indonesia Kembangkan Bisnis Etiqa melalui Sinergi Grup Keuangan Terintegrasi

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 19:42 WIB

Gol Justin Hubner Dianulir, Timnas Indonesia Gagal Unggul Cepat atas Malaysia

Gol Justin Hubner Dianulir, Timnas Indonesia Gagal Unggul Cepat atas Malaysia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 19:41 WIB

Nordberg Medical Perkuat Ekspansi Global Lewat Sertifikasi MDR dan MDSAP untuk JULAINE of Sweden

Nordberg Medical Perkuat Ekspansi Global Lewat Sertifikasi MDR dan MDSAP untuk JULAINE of Sweden

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 19:38 WIB

Duel Klasik Timnas Indonesia vs Malaysia di GBK Masih Banyak Kelihatan Bangku Kosong

Duel Klasik Timnas Indonesia vs Malaysia di GBK Masih Banyak Kelihatan Bangku Kosong

Bola | Senin, 28 September 2026 | 19:36 WIB

Mangkir dari Panggilan, Kejagung Jemput Paksa Eks Sekjen ESDM di Purbalingga Dini Hari

Mangkir dari Panggilan, Kejagung Jemput Paksa Eks Sekjen ESDM di Purbalingga Dini Hari

News | Senin, 28 September 2026 | 19:32 WIB

×