- Lion Parcel meluncurkan program kemitraan logistik terjangkau di Jakarta pada Jumat, 24 Juli 2026, dengan modal awal Rp10 juta.
- Mahasiswa Pontianak bernama Yoel Abraham merintis agen Lion Parcel sejak kuliah dan berhasil meraup omzet puluhan juta rupiah tiap bulan.
- Lion Parcel berkomitmen mendukung para mitra bisnis melalui pelatihan berkelanjutan serta penyediaan jaringan pengiriman yang cepat dan luas.
Suara.com - Generasi muda kini mulai meninggalkan pekerjaan kantoran dan memilih menjadi pengusaha. Salah satu usaha yang banyak dilirik generasi muda yaitu bisnis agen logistik.
Seiring meningkatnya kebutuhan layanan pengiriman di era perdagangan digital, bisnis agen logistik dinilai menawarkan peluang usaha dengan modal yang relatif terjangkau.
Chief Retail Officer Lion Parcel, Febri Andika, mengatakan semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang mulai memilih membangun usaha sendiri. Karena itu, Lion Parcel menghadirkan program kemitraan yang mudah diakses dengan investasi mulai Rp10 juta.
"Kami percaya peluang membangun usaha seharusnya dapat diakses oleh siapa saja. Karena itu, kemitraan agen Lion Parcel dirancang agar mudah dijangkau oleh masyarakat dari berbagai latar belakang, dengan investasi mulai dari Rp10 juta serta didukung proses pendaftaran yang mudah," ujarnya di Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Melalui program kemitraan tersebut, Lion Parcel berharap semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan peluang di industri logistik, baik generasi muda yang ingin merintis usaha sejak dini maupun pelaku usaha yang ingin menambah sumber pendapatan.
"Lebih dari itu, kami berkomitmen mendampingi setiap mitra sejak awal melalui pelatihan dan berbagai program pengembangan berkelanjutan agar mereka tidak hanya memulai bisnis, tetapi juga memiliki kesempatan untuk terus bertumbuh bersama Lion Parcel," kata Febri.
Salah satu yang memanfaatkan peluang tersebut adalah Yoel Abraham (23), mitra agen Lion Parcel di Pontianak. Berbekal keinginan membangun usaha sejak masih duduk di bangku kuliah, Yoel memulai bisnis agen Lion Parcel sekitar tiga tahun lalu.
Menurut Yoel, biaya pendaftaran agen yang terjangkau menjadi salah satu alasan memilih bisnis tersebut. Selain itu, jaringan pengiriman Lion Parcel yang didukung penerbangan Lion Group dinilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat Pontianak yang banyak mengirim makanan khas daerah.
"Saya juga melihat keunggulan Lion Parcel dari sisi jaringan pengirimannya yang luas dan didukung penerbangan Lion Group, sehingga kirimannya cepat. Ini sangat relevan dengan kebutuhan di Pontianak yang banyak mengirim makanan khas seperti kue lapis, kue bingke, lempok durian, dan hekeng yang membutuhkan layanan pengiriman cepat agar produk sampai dengan aman," kata Yoel.
Merintis usaha sambil menjalani perkuliahan bukan perkara mudah. Selain harus membagi waktu, Yoel juga mengaku harus mempelajari industri logistik dari awal karena latar belakang pendidikannya bukan di bidang tersebut.
"Saya benar-benar belajar logistik dari nol. Untungnya, tim Lion Parcel sangat membantu dan membimbing saya sejak awal. Bahkan sampai sekarang, kalau ada kendala pun selalu dibantu sampai tuntas," jelas Yoel.
Kerja keras tersebut membuahkan hasil. Kini, bisnis agen Lion Parcel yang dijalankannya mampu menghasilkan omzet puluhan juta rupiah setiap bulan. Setelah lulus kuliah, Yoel semakin fokus mengembangkan usahanya dengan memanfaatkan media sosial untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.
"Saya bersyukur memutuskan untuk memulai bisnis ini sejak masih kuliah. Selain bisa mendapatkan penghasilan, saya juga memperoleh banyak pengalaman berharga dalam menjalankan usaha dan menghadapi berbagai tantangan. Semoga ke depannya bisnis ini bisa terus berkembang dan menjadi motivasi bagi anak muda lainnya untuk tidak ragu memulai usaha," pungkas Yoel.