PLTA Batang Toru Kembali Digenjot, Proyek yang Sempat Dihentikan Gegara Dugaan Picu Banjir Bandang

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Jum'at, 31 Juli 2026 | 10:00 WIB
PLTA Batang Toru Kembali Digenjot, Proyek yang Sempat Dihentikan Gegara Dugaan Picu Banjir Bandang
ilustrasi PLTA Batang Toru. [Antara]
baca 10 detik
  • Pasokan listrik Sumatera dinilai dalam kondisi kritis.
  • Sanksi PLTA Batang Toru dicabut, proyek kembali dikebut.
  • Target bauran EBT 21% terancam jika proyek kembali terlambat.

Suara.com - Pemerintah mengakui kondisi pasokan listrik di Sumatera berada dalam situasi kritis sehingga mempercepat penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN) Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru berkapasitas 510 megawatt (MW) di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Percepatan dilakukan setelah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) resmi mencabut sanksi administratif yang sebelumnya menghambat proyek senilai Rp21,6 triliun tersebut.

Pencabutan sanksi ditetapkan melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 1444 Tahun 2026 tertanggal 16 Maret 2026 dan diikuti persetujuan izin untuk melanjutkan konstruksi. Dengan terbitnya keputusan tersebut, hambatan perizinan proyek yang telah berjalan sejak 2017 dinyatakan selesai sehingga tahapan penyelesaian fisik kembali dipercepat.

Saat meninjau lokasi proyek pada Kamis (30/7/2026), Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot mengatakan pemerintah kini menjalankan pengujian teknis bersamaan dengan penyelesaian administrasi agar proyek segera beroperasi.

"Testing pada PLTA memerlukan genangan air. Oleh karena itu, penyelesaian administratif dan pelaksanaan uji teknis kami lakukan secara paralel," ujar Yuliot dalam keterangannya, Jumat (31/7/2026).

Percepatan tersebut dilakukan setelah sistem kelistrikan Sumatera mengalami tekanan menyusul robohnya lima menara transmisi akibat bencana hidrologi pada November 2025. Gangguan tersebut membuat pemerintah menilai tambahan pasokan listrik baru tidak lagi bisa ditunda.

Yuliot bahkan mengakui kondisi energi di Pulau Sumatera berada pada level yang mengkhawatirkan. Menurutnya, keterlambatan penyelesaian proyek berisiko menggagalkan target pemerintah meningkatkan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) menjadi 21 persen pada akhir 2026.

"Kondisi energi di wilayah Sumatera cukup kritis sehingga memerlukan antisipasi. Jika tidak dilakukan percepatan, target bauran energi 21 persen tidak akan tercapai hingga akhir tahun," katanya.

PLTA Batang Toru dikembangkan PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) dengan investasi mencapai Rp21,6 triliun. Proyek yang dibangun di atas lahan seluas 650 hektare itu dikerjakan oleh Sinohydro Corporation Limited dan telah memulai konstruksi sejak 1 September 2017.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apakah Mobil Listrik Bebas Pajak Tahunan dan Ganjil Genap? Ini 5 Opsi Termurahnya

Apakah Mobil Listrik Bebas Pajak Tahunan dan Ganjil Genap? Ini 5 Opsi Termurahnya

Otomotif | Jum'at, 31 Juli 2026 | 09:33 WIB

6 Daftar Mobil Listrik yang Dapat Subsidi Pemerintah, Terbaik untuk Libas Jalanan Kota

6 Daftar Mobil Listrik yang Dapat Subsidi Pemerintah, Terbaik untuk Libas Jalanan Kota

Otomotif | Jum'at, 31 Juli 2026 | 05:49 WIB

Berapa Kilometer Jarak Tempuh Motor Listrik Murah? Cek Daftar Unit di Bawah Rp20 Juta Ini

Berapa Kilometer Jarak Tempuh Motor Listrik Murah? Cek Daftar Unit di Bawah Rp20 Juta Ini

Otomotif | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:00 WIB

Terkini

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 21:47 WIB

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

News | Senin, 14 September 2026 | 21:38 WIB

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

×