Iran Sindir Utang AS Bengkak saat Donald Trump Ancam Sanksi Ekonomi ke Teheran: Pengalihan Isu!

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:49 WIB
Iran Sindir Utang AS Bengkak saat Donald Trump Ancam Sanksi Ekonomi ke Teheran: Pengalihan Isu!
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, melontarkan kritik keras terhadap Amerika Serikat setelah negosiasi tingkat tinggi di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan. [Tangkap layar X]
baca 10 detik
  • Iran menilai ancaman "Hari-H Ekonomi" Amerika Serikat hanya pengalihan krisis utang internal Washington.

  • Donald Trump meluncurkan operasi sanksi ekonomi masif untuk memutus total jalur keuangan Iran.

  • Teheran menegaskan terorisme ekonomi Amerika Serikat merusak stabilitas global dan kedaulatan berbagai negara.

Suara.com - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan sanksi ekonomi terbaru dari Amerika Serikat tidak akan meruntuhkan posisi Teheran. Isyarat perlawanan ini menandai babak baru eskalasi ketegangan geopolitik antara kedua negara.

Pemerintah Iran menilai gertakan sanksi menyeluruh dari Amerika Serikat justru memperlihatkan kelemahan domestik yang berusaha disembunyikan White House. Ketegangan baru ini diperkirakan bakal mengguncang stabilitas jalur perdagangan internasional di kawasan Middle East.

Langkah sepihak Washington juga diprediksi memicu penolakan keras dari negara-negara mitra dagang Teheran yang merasa kedaulatannya terancam. Sikap keras Teheran membuktikan bahwa strategi tekanan maksimum dari Amerika Serikat tidak lagi efektif menundukkan musuh bebatalannya.

Presiden AS, Donald Trump. [IG/realdonaldtrump]
Presiden AS, Donald Trump. [IG/realdonaldtrump]

Araghchi menuding retorika sanksi yang digaungkan Washington hanyalah taktik untuk menutupi persoalan domestik Amerika Serikat yang kian memburuk. Ia menekankan bahwa sanksi finansial tersebut hanya akan menuai kegagalan berulang bagi kebijakan luar negeri Washington.

“Hari-H Ekonomi yang disebut-sebut itu merupakan pengalihan perhatian dari krisis yang dihadapi Amerika sendiri: utang yang belum pernah terjadi sebelumnya dan biaya bunga yang terus melonjak,” kata Araghchi melalui media sosial X.

Kebijakan pembatasan finansial ekstrem yang terus dipaksakan Washington dinilai hanya memicu amarah publik di Teheran. Teheran memperingatkan bahwa pemaksaan kehendak seperti ini justru semakin menjauhkan peluang diplomasi antar kedua pihak.

Selain itu, skema embargo ekonomi tersebut dituding merusak tatanan perdagangan bebas dan stabilitas keuangan di tingkat global. Araghchi menambahkan bahwa apa yang disebutnya sebagai“terorisme ekonomi AS mengancam perekonomian global dan kedaulatan sejumlah negara di dunia.

Gebrakan balasan dari Teheran muncul tak lama setelah Presiden AS Donald Trump merilis paket sanksi finansial berskala masif. Trump mengklaim tindakan agresif tersebut dirancang untuk mengisolasi total seluruh aktivitas keuangan Iran di panggung internasional.

Dalam pernyataannya pada Rabu (19/8), Trump mengumumkan apa yang dia sebut sebagai operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah dilakukan terhadap negara mana pun.

baca juga

Trump menggambarkan kampanye tersebut sebagai perang ekonomi dan isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Pemerintah Amerika Serikat berencana menutup rapat-rapat akses transaksi keuangan internasional dan jalur perdagangan yang selama ini menyokong Teheran. Donald Trump juga mengeluarkan ancaman langsung kepada negara mana pun yang nekat membantu perekonomian Iran.

Pihak-pihak asing yang memfasilitasi transaksi atau menyediakan akses transportasi bagi Teheran diancam sanksi berat oleh Washington. Kebijakan ini berpotensi memicu ketegangan diplomatik baru antara Amerika Serikat dengan negara-negara mitra Iran.

Trump menyebut kampanye tersebut sebagai Hari-H Ekonomi dan mendesak sekutu-sekutu AS untuk bergabung dengan Washington dalam mengisolasi Iran.

Ketegangan terbaru ini menjadi kelanjutan dari eskalasi panjang hubungan diplomatik Amerika Serikat dan Iran yang terus memanas selama beberapa tahun terakhir. Sanksi ekonomi berulang telah menjadi instrumen utama Washington untuk menekan Teheran di arena geopolitik global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump: Negosiasi AS dan Iran Makin Rumit, Banyak Pemimpin Teheran Tewas

Donald Trump: Negosiasi AS dan Iran Makin Rumit, Banyak Pemimpin Teheran Tewas

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:25 WIB

Dampak Perang AS-Iran, Pemerintah Didesak Tak Terus Bergantung Impor Pangan dan Energi

Dampak Perang AS-Iran, Pemerintah Didesak Tak Terus Bergantung Impor Pangan dan Energi

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:56 WIB

Ancaman Trump ke Iran Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia

Ancaman Trump ke Iran Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Terkini

Pemerintah Bangladesh Investigasi Kekalahan 9-2 dan Foto Viral Dua Pemain di Klub Malam Jakarta

Pemerintah Bangladesh Investigasi Kekalahan 9-2 dan Foto Viral Dua Pemain di Klub Malam Jakarta

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:31 WIB

Tiga Bocah SD Pringsewu Ditemukan Tewas Tenggelam di Bendungan Widara Payung

Tiga Bocah SD Pringsewu Ditemukan Tewas Tenggelam di Bendungan Widara Payung

Lampung | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:28 WIB

Tak Sekadar Turnamen, Juara ANC Dibidik Masuk Jalur Pembinaan FFI hingga U-21

Tak Sekadar Turnamen, Juara ANC Dibidik Masuk Jalur Pembinaan FFI hingga U-21

Jogja | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:21 WIB

Paradoks Efisiensi: Menghemat Anggaran, Memperbesar Beban Sosial

Paradoks Efisiensi: Menghemat Anggaran, Memperbesar Beban Sosial

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:20 WIB

Bagaimana Cara Menghitung Neptu Weton Jodoh Sendiri Tanpa Aplikasi?

Bagaimana Cara Menghitung Neptu Weton Jodoh Sendiri Tanpa Aplikasi?

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Apakah Rice Cooker Bisa untuk Menggoreng? Boleh, Tapi Ada Syaratnya Biar Aman!

Apakah Rice Cooker Bisa untuk Menggoreng? Boleh, Tapi Ada Syaratnya Biar Aman!

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:15 WIB

17 ASN Lapas Cibinong Disanksi Buntut Temuan Fasilitas Mewah, Eks Kalapas Dipecat

17 ASN Lapas Cibinong Disanksi Buntut Temuan Fasilitas Mewah, Eks Kalapas Dipecat

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:13 WIB

Warga Bakar Ekskavator di Lokasi Tambang Emas Ilegal di Madina, Polisi Selidiki

Warga Bakar Ekskavator di Lokasi Tambang Emas Ilegal di Madina, Polisi Selidiki

Sumut | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:07 WIB

IHSG Tembus 6.100, BRPT hingga RAJA Lagi Moncer

IHSG Tembus 6.100, BRPT hingga RAJA Lagi Moncer

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:03 WIB

5 Zodiak yang Harus Hati-Hati Saat Curhat Rahasia ke Sagittarius, Kenapa?

5 Zodiak yang Harus Hati-Hati Saat Curhat Rahasia ke Sagittarius, Kenapa?

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:03 WIB

×