Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Beras Premium Lenyap di Ritel Modern, Produsen Menjerit Rugi Rp2.000 Per Kilo

Bangun Santoso, Fakhri Fuadi Muflih

Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:50 WIB
Beras Premium Lenyap di Ritel Modern, Produsen Menjerit Rugi Rp2.000 Per Kilo
Pedagang beras melayani pembeli di pasar Cibubur, Jakarta, Senin (19/2/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Pengamat pangan Khudori menyatakan harga gabah petani telah melampaui aturan pemerintah sebesar Rp8.000 per kilogram.
  • Batasan harga eceran tertinggi membuat biaya produksi meningkat dan produsen mengalami kerugian finansial yang signifikan.
  • Dampak kerugian tersebut memaksa sebagian produsen mengurangi atau menghentikan total produksi beras premium mereka.

Suara.com - Beras premium mulai sulit ditemukan di sejumlah retail modern. Kondisi ini terjadi di tengah tingginya harga gabah di tingkat petani yang membuat biaya produksi beras ikut meningkat.

Pengamat pangan Khudori mengatakan, harga gabah saat ini telah melampaui Rp8.000 per kilogram.

Harga tersebut jauh di atas harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) semua kualitas di tingkat petani sebesar Rp6.500 per kilogram.

"Petani senang, tetapi penggilingan dan produsen beras meriang," ujar Khudori kepda wartawan, dikutip Minggu (23/8/2026).

Menurut Khudori, persoalan muncul karena penggilingan dan produsen beras tetap dibatasi harga eceran tertinggi (HET) ketika menjual beras di pasar. Sementara HET disusun dengan asumsi harga gabah tidak jauh dari HPP.

Ketika harga gabah berada jauh di atas HPP, biaya produksi produsen meningkat. Namun, produsen tidak bisa menaikkan harga jual secara bebas karena terbentur HET.

"Ketika harga gabah jauh di atas HPP, HET beras bakal terlampaui," ucap Khudori.

Kondisi tersebut membuat produsen beras menghadapi pilihan sulit. Menjual di atas HET berisiko berurusan dengan Satgas Pangan Polri, sedangkan menjual sesuai HET membuat produsen harus menanggung kerugian.

Tekanan tersebut kemudian mendorong sebagian produsen mengurangi bahkan menghentikan produksi beras premium.

baca juga

Salah satu penggilingan besar yang juga memproduksi beras memilih menghentikan produksi beras premium karena mengalami kerugian sekitar Rp2.000 per kilogram.

"Penggilingan besar yang juga produsen beras ini memutuskan berhenti memproduksi beras premium. Karena merugi Rp2.000/kg," ungkapnya.

Perusahaan tersebut kini hanya melayani konsumen dari sisa produksi beras premium yang tersedia.

Perusahaan juga tidak mengalihkan sebagian produksinya ke beras fortifikasi, tetapi memilih membantu Bulog melakukan reproses beras SPHP.

Sementara itu, produsen beras lainnya mengambil strategi berbeda dengan tetap memproduksi beras medium dan premium sekaligus mulai memproduksi beras fortifikasi.

"Seorang produsen beras di Medan, Sumatera Utara, menerangkan ia tetap memproduksi beras medium dan premium, selain beras fortifikasi," jelas Khudori.

Beras fortifikasi tersebut baru diproduksi sekitar dua hingga tiga bulan terakhir. Porsinya mencapai sekitar 20 persen dari total produksi produsen tersebut.

Strategi ini dipilih karena beras fortifikasi merupakan bagian dari kategori beras khusus yang tidak diatur HET. Dengan demikian, produsen memiliki ruang lebih besar untuk mendapatkan margin dari penjualan produk tersebut.

"Beras fortifikasi diproduksi 2-3 bulan terakhir. Porsinya sekitar 20% dari total produksi. Karena tidak diatur HET, ia dapat mengantongi keuntungan," pungkas Khudori.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dampak Perang AS-Iran, Pemerintah Didesak Tak Terus Bergantung Impor Pangan dan Energi

Dampak Perang AS-Iran, Pemerintah Didesak Tak Terus Bergantung Impor Pangan dan Energi

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:56 WIB

Stok Beras NTT Diperkuat 5 Kali Lipat, Pemerintah Siapkan Rp100 Miliar untuk Korban Gempa

Stok Beras NTT Diperkuat 5 Kali Lipat, Pemerintah Siapkan Rp100 Miliar untuk Korban Gempa

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:17 WIB

Pertanian RI Paling Produktif, Nomor Dua di Dunia

Pertanian RI Paling Produktif, Nomor Dua di Dunia

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:48 WIB

Beras Diekspor, Bawang Putih Hingga Daging Masih Bergantung Impor

Beras Diekspor, Bawang Putih Hingga Daging Masih Bergantung Impor

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 11:54 WIB

Harga Pangan Rata-rata Naik di HUT RI, Cabai Rawit Hampir Rp100 Ribu/Kg

Harga Pangan Rata-rata Naik di HUT RI, Cabai Rawit Hampir Rp100 Ribu/Kg

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 09:46 WIB

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00 WIB

KPK Cecar Pejabat Bulog, Dalami Pembentukan Harga Beras dalam Kasus Korupsi Bansos

KPK Cecar Pejabat Bulog, Dalami Pembentukan Harga Beras dalam Kasus Korupsi Bansos

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:09 WIB

Terkini

Beras Premium Lenyap di Ritel Modern, Produsen Menjerit Rugi Rp2.000 Per Kilo

Beras Premium Lenyap di Ritel Modern, Produsen Menjerit Rugi Rp2.000 Per Kilo

Bisnis | Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:50 WIB

Doa Setelah Sholat Dhuha 2 Rakaat, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Doa Setelah Sholat Dhuha 2 Rakaat, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Lifestyle | Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:46 WIB

Bukan Gagal Move On, September Band Rilis 'Lagu Rindu Untuk Kamu' untuk Obati Rasa Kehilangan

Bukan Gagal Move On, September Band Rilis 'Lagu Rindu Untuk Kamu' untuk Obati Rasa Kehilangan

Entertainment | Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:42 WIB

Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026

Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026

Lifestyle | Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:36 WIB

Bebas Kusam! Ini 5 Body Serum Efek Tone Up untuk Tampilan Kulit Cerah

Bebas Kusam! Ini 5 Body Serum Efek Tone Up untuk Tampilan Kulit Cerah

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:30 WIB

5 Perbedaan PIE dan PIH Bekas Jerawat dan Cara Membedakannya

5 Perbedaan PIE dan PIH Bekas Jerawat dan Cara Membedakannya

Lifestyle | Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:29 WIB

Dari Fashion ke Wellness, Ariy Arka Menemukan Cara Baru Merawat Diri di Tengah Rutinitas

Dari Fashion ke Wellness, Ariy Arka Menemukan Cara Baru Merawat Diri di Tengah Rutinitas

Lifestyle | Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:28 WIB

Jangan Tertukar! Ini Perbedaan Komponen Biotik dan Abiotik di Sekitar Kita Beserta Contohnya

Jangan Tertukar! Ini Perbedaan Komponen Biotik dan Abiotik di Sekitar Kita Beserta Contohnya

Tekno | Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:27 WIB

Bukan Sekadar Baca Slide! 4 Rahasia Presentasi Maut untuk Pikat Klien

Bukan Sekadar Baca Slide! 4 Rahasia Presentasi Maut untuk Pikat Klien

Lifestyle | Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:24 WIB

Wajah Kemanusiaan di Tengah Kesenjangan Kelas dalam Film 'Parasite'

Wajah Kemanusiaan di Tengah Kesenjangan Kelas dalam Film 'Parasite'

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:20 WIB

×