Gabah Mahal Bikin Produsen Beras Tertekan: HOKI Rugi Rp34 Miliar, NASI Ikut Tekor

Bella, Fakhri Fuadi Muflih

Minggu, 23 Agustus 2026 | 15:07 WIB
Gabah Mahal Bikin Produsen Beras Tertekan: HOKI Rugi Rp34 Miliar, NASI Ikut Tekor
Gabah kering petani. [Dok. Antara]
baca 10 detik
  • Dua emiten beras, PT Buyung Poetra Sembada Tbk dan PT Wahana Inti Makmur Tbk, mengalami kerugian sepanjang tahun 2025.
  • Harga gabah petani yang melampaui ketentuan pemerintah menyebabkan industri penggilingan dan produsen beras mengalami tekanan keuangan berat.
  • PT Buyung Poetra Sembada Tbk bahkan masih mencatatkan total kerugian komprehensif pada laporan Januari 2026.

Suara.com - Industri beras tengah menghadapi tekanan akibat tingginya harga gabah di tingkat petani. Kondisi tersebut ikut tercermin dari kinerja dua perusahaan produsen beras yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) dan PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI).

Keduanya sama-sama membukukan kerugian pada 2025. HOKI mencatat rugi Rp34,24 miliar, sedangkan NASI membukukan rugi Rp3,69 miliar.

"HOKI dan NASI adalah dua perusahaan yang listing di bursa. Dibandingkan 2024, kerugian HOKI naik 11 kali, sedangkan NASI berubah dari untung menjadi rugi," ujar Khudori kepada wartawan, Minggu (23/8/2026).

Kinerja tersebut menjadi perhatian karena keduanya bergerak di industri beras, sementara sebagian produk yang dijual masuk dalam kategori beras khusus.

Pada HOKI, sebagian produknya merupakan beras khusus. Sementara itu, mayoritas produk NASI juga merupakan beras khusus, seperti beras ketan, beras merah, beras aromatik, hingga beras tarabas.

"Ditilik dari produk, sebagian produk HOKI berupa beras khusus. Sebaliknya, mayoritas produk NASI adalah beras khusus, seperti beras ketan, beras merah, beras aromatik, dan beras tarabas," ucap Khudori.

Meski memiliki produk beras khusus, kedua emiten tersebut tetap mengalami tekanan kinerja pada 2025. Kondisi ini menunjukkan bisnis beras tidak serta-merta menghasilkan keuntungan meski produsen memiliki produk di luar beras medium dan premium.

HOKI menjadi perusahaan dengan tekanan kerugian paling besar. Kerugian perusahaan pada 2025 mencapai Rp34,24 miliar, meningkat sekitar 11 kali dibandingkan kerugian pada 2024.

Sementara itu, NASI yang sebelumnya masih mencatatkan keuntungan pada 2024 justru berbalik membukukan kerugian Rp3,69 miliar pada 2025.

baca juga

"Toh keduanya pada tahun lalu merugi. Apa artinya? Publik silakan menyimpulkan sendiri," jelas Khudori.

Tekanan tersebut juga belum sepenuhnya berakhir pada 2026. Khudori mencatat HOKI masih membukukan total rugi komprehensif sekitar Rp8,87 miliar pada Januari 2026 berdasarkan laporan yang belum diaudit.

Kondisi tersebut terjadi ketika harga gabah di tingkat petani berada jauh di atas harga pembelian pemerintah (HPP). Dalam tulisan yang sama, Khudori menyebut harga gabah saat ini telah melampaui Rp8.000 per kilogram, sedangkan HPP gabah kering panen (GKP) semua kualitas di tingkat petani sebesar Rp6.500 per kilogram.

"Petani senang, tetapi penggilingan dan produsen beras meriang," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beras Premium Lenyap di Ritel Modern, Produsen Menjerit Rugi Rp2.000 Per Kilo

Beras Premium Lenyap di Ritel Modern, Produsen Menjerit Rugi Rp2.000 Per Kilo

Bisnis | Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:50 WIB

Rice Cooker Cosmos Ada Berapa Ukuran? Ini Daftar Lengkapnya untuk Keluarga Muda dan Pebisnis

Rice Cooker Cosmos Ada Berapa Ukuran? Ini Daftar Lengkapnya untuk Keluarga Muda dan Pebisnis

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40 WIB

4 Rekomendasi Rice Cooker Keramik Anti Lengket untuk Nasi Pulen dan Sehat

4 Rekomendasi Rice Cooker Keramik Anti Lengket untuk Nasi Pulen dan Sehat

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:06 WIB

3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim

3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Analis Beri Kisi-kisi Saham yang Melonjak Setelah Batas Harga Minimum Rp1

Analis Beri Kisi-kisi Saham yang Melonjak Setelah Batas Harga Minimum Rp1

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 18:54 WIB

Berapa Lama Batas Maksimal Simpan Nasi di Rice Cooker? Awas Jangan Asal Hangatkan!

Berapa Lama Batas Maksimal Simpan Nasi di Rice Cooker? Awas Jangan Asal Hangatkan!

Lifestyle | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 18:31 WIB

Harga Bisa Mentok Rp1, Investor Diminta Jangan Buru-buru Serok Saham

Harga Bisa Mentok Rp1, Investor Diminta Jangan Buru-buru Serok Saham

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:43 WIB

Baik-Buruk Rencana Kebijakan ARA dan Minimum Harga Saham Bagi Investor dan Emiten

Baik-Buruk Rencana Kebijakan ARA dan Minimum Harga Saham Bagi Investor dan Emiten

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 14:51 WIB

5 Rice Cooker Low Carbo yang Murah dan Hemat Listrik, Cocok untuk Program Diet

5 Rice Cooker Low Carbo yang Murah dan Hemat Listrik, Cocok untuk Program Diet

Lifestyle | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 13:14 WIB

Kimpul Mendadak Viral, Benarkah Umbi Lokal Ini Lebih Sehat dari Nasi?

Kimpul Mendadak Viral, Benarkah Umbi Lokal Ini Lebih Sehat dari Nasi?

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:15 WIB

Terkini

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:24 WIB

Pembebasan Bersyarat Dicabut, Bechi Kembali ke Lapas Malang, 6 Pegawai Diperiksa

Pembebasan Bersyarat Dicabut, Bechi Kembali ke Lapas Malang, 6 Pegawai Diperiksa

Jatim | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Dari Cedera hingga Recovery, Layanan Fisioterapi di Jakarta Utara Dukung Aktivitas Olahraga

Dari Cedera hingga Recovery, Layanan Fisioterapi di Jakarta Utara Dukung Aktivitas Olahraga

Sport | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:08 WIB

Kursi DPR Mau Ditambah 11, RUU Pemilu Godok Minimal 4 Kursi per Dapil

Kursi DPR Mau Ditambah 11, RUU Pemilu Godok Minimal 4 Kursi per Dapil

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Ikano Unpad Desak Reformasi Hukum Notaris Hadapi Ancaman AI dan Cyber Notary

Ikano Unpad Desak Reformasi Hukum Notaris Hadapi Ancaman AI dan Cyber Notary

Jabar | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Pergeseran Warga Rempang Berlanjut, BP Batam Klaim Kompensasi Manusiawi

Pergeseran Warga Rempang Berlanjut, BP Batam Klaim Kompensasi Manusiawi

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Berawal dari 5,76 Gram Sabu, Polisi Bongkar Simpanan 81,86 Gram di Kos Kendal

Berawal dari 5,76 Gram Sabu, Polisi Bongkar Simpanan 81,86 Gram di Kos Kendal

Jawa Tengah | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:48 WIB

Kebakaran Lahap Permukiman Padat di Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran Lahap Permukiman Padat di Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

Jakarta | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Gugatan Perpanjangan Jabatan Sekda Tangsel Bergulir di PTUN, Prosedur Evaluasi BKN Jadi Sorotan

Gugatan Perpanjangan Jabatan Sekda Tangsel Bergulir di PTUN, Prosedur Evaluasi BKN Jadi Sorotan

Banten | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:41 WIB

Temuan MK soal Ijazah Gibran, Feri Amsari: Bisa Jadi Jalan Pemakzulan

Temuan MK soal Ijazah Gibran, Feri Amsari: Bisa Jadi Jalan Pemakzulan

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:41 WIB

×