Benarkah PLTU Suralaya Jadi Biang Kerok Polusi Udara?

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:26 WIB
Benarkah PLTU Suralaya Jadi Biang Kerok Polusi Udara?
PLTU Suralaya di Banten. [Suara.com/Yandhi Deslatama]
baca 10 detik
  • Pengamat tantang bukti ilmiah PLTU Suralaya penyebab utama polusi Jakarta.
  • Data emisi, angin, dan pemodelan dispersi diminta dibuka pemerintah.
  • Polusi Jakarta dinilai kompleks, tak bisa hanya disalahkan ke PLTU Suralaya.

Suara.com - Polemik mengenai sumber utama polusi udara di Jakarta kembali mencuat. Pengamat Kebijakan Energi Sofyano Zakaria mempertanyakan dasar ilmiah yang digunakan untuk menyimpulkan bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya di Banten menjadi penyebab utama buruknya kualitas udara di Ibu Kota.

Sofyano menilai tudingan tersebut tidak cukup hanya didasarkan pada dugaan hubungan antara emisi pembangkit dengan polusi Jakarta. Menurut dia, pemerintah perlu menunjukkan bukti ilmiah yang mampu menjelaskan bagaimana emisi dari PLTU Suralaya dapat bergerak hingga Jakarta dan seberapa besar kontribusinya terhadap konsentrasi polutan.

“Kalau benar emisi PLTU Suralaya terbawa hingga Jakarta dan menjadi penyebab signifikan polusi, harus bisa dibuktikan secara ilmiah melalui data emisi, arah dan kecepatan angin, pemodelan dispersi, serta pengukuran konsentrasi polutan di Jakarta,” ujar Sofyano.

Menurut dia, kajian mengenai dampak PLTU Suralaya juga tidak boleh mengabaikan wilayah yang lokasinya lebih dekat dengan sumber emisi, termasuk Banten.

Jejak perjalanan polutan, kata Sofyano, harus dapat dijelaskan secara transparan sejak berasal dari sumber emisi hingga mencapai wilayah yang disebut terdampak.

“Jangan sampai Jakarta dituding terdampak, tetapi mekanisme dan jejak pencemarannya di wilayah yang lebih dekat dengan sumber emisi tidak dijelaskan secara transparan,” katanya.

Sofyano juga meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka data apabila menyatakan PLTU Suralaya memiliki kontribusi terhadap polusi udara di Jakarta.

“Kalau pemerintah daerah menyatakan PLTU Suralaya berpengaruh, tunjukkan bukti ilmiahnya. Publik berhak melihat data, bukan sekadar pernyataan,” tegasnya.

Dia menilai persoalan polusi udara Jakarta tidak bisa disederhanakan hanya pada satu sumber. Kualitas udara di Ibu Kota dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari emisi kendaraan bermotor, aktivitas industri, konstruksi, debu jalan, pembakaran terbuka hingga sumber emisi dari wilayah sekitar.

baca juga

Selain sumber emisi, kondisi meteorologi juga menjadi faktor penting. Arah dan kecepatan angin, misalnya, dapat memengaruhi pergerakan serta konsentrasi polutan di atmosfer.

Karena itu, Sofyano menilai penentuan sumber dominan polusi Jakarta harus dilakukan melalui analisis komprehensif yang memperhitungkan seluruh sumber emisi sekaligus kondisi atmosfer.

Sejumlah kajian sebelumnya menempatkan sektor transportasi sebagai salah satu kontributor penting terhadap polusi udara Jakarta. Di sisi lain, kajian Institut Teknologi Bandung (ITB) yang pernah dirujuk pemerintah menunjukkan bahwa pergerakan emisi dari PLTU Suralaya menuju Jakarta juga bergantung pada kondisi meteorologi tertentu.

Bagi Sofyano, perbedaan antara “salah satu sumber” dan “penyebab utama” menjadi hal yang penting dalam pembahasan kualitas udara Jakarta.

“Jadi, menjadikan PLTU Suralaya sebagai penyebab utama tanpa pembuktian komprehensif adalah kesimpulan yang terlalu sederhana. Pemerintah harus membedakan antara ‘salah satu sumber’ dan ‘penyebab utama’,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Disorot Jadi Biang Polusi Jakarta, Banten Siapkan Langkah Tekan Emisi PLTU Suralaya

Disorot Jadi Biang Polusi Jakarta, Banten Siapkan Langkah Tekan Emisi PLTU Suralaya

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 13:43 WIB

ESDM Buka Tender PLTS 30 GW, Jadi Langkah Awal Proyek Energi Surya 100 GW

ESDM Buka Tender PLTS 30 GW, Jadi Langkah Awal Proyek Energi Surya 100 GW

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:10 WIB

Soroti PLTU Suralaya, Pramono: Polusi Jakarta Tak Tuntas Hanya Lewat Mobil Listrik

Soroti PLTU Suralaya, Pramono: Polusi Jakarta Tak Tuntas Hanya Lewat Mobil Listrik

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:27 WIB

Terkini

OJK Cabut Izin Porto Ventura Kapital Setelah Gagal Disehatkan

OJK Cabut Izin Porto Ventura Kapital Setelah Gagal Disehatkan

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:17 WIB

Kenapa Bisa Cegukan? Ini Penjelasan Medis dan Tanda Bahaya yang Wajib Diwaspadai

Kenapa Bisa Cegukan? Ini Penjelasan Medis dan Tanda Bahaya yang Wajib Diwaspadai

Tekno | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Sinopsis Beneath the Lies, Drama Terbaru Yaya Urassaya dan Kao Noppakao

Sinopsis Beneath the Lies, Drama Terbaru Yaya Urassaya dan Kao Noppakao

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Changan Hadirkan Fitur Pet Mode untuk Perjalanan Bersama Hewan Peliharaan

Changan Hadirkan Fitur Pet Mode untuk Perjalanan Bersama Hewan Peliharaan

Otomotif | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Bebas Bersyarat Dicabut! Bechi Kembali Ditahan di Sel Khusus Lapas Kelas I Malang

Bebas Bersyarat Dicabut! Bechi Kembali Ditahan di Sel Khusus Lapas Kelas I Malang

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:13 WIB

4 Sabun Muka Bubuk untuk Angkat Kotoran dan Minyak di Wajah, Praktis

4 Sabun Muka Bubuk untuk Angkat Kotoran dan Minyak di Wajah, Praktis

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:10 WIB

Oversupply Nikel Makin Parah, Pemerintah Siapkan Moratorium Industri Setengah Jadi

Oversupply Nikel Makin Parah, Pemerintah Siapkan Moratorium Industri Setengah Jadi

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:08 WIB

Bamsoet Tegaskan Hasil Pilpres 2024 Tetap Sah Usai Putusan MK soal Gibran

Bamsoet Tegaskan Hasil Pilpres 2024 Tetap Sah Usai Putusan MK soal Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:07 WIB

Arti Mimpi Digigit Ular di Tangan Kanan Menurut Primbon, Pertanda Apa?

Arti Mimpi Digigit Ular di Tangan Kanan Menurut Primbon, Pertanda Apa?

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:03 WIB

MK Tak Temukan Bukti Pendidikan yang Memadai, Mengapa KPU Bisa Meloloskan Gibran?

MK Tak Temukan Bukti Pendidikan yang Memadai, Mengapa KPU Bisa Meloloskan Gibran?

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:01 WIB

×