Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Tak Lagi Pakai Cara Tradisional, Petani Didorong Gunakan Teknologi hingga Mekanisasi

Achmad Fauzi

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:58 WIB
Tak Lagi Pakai Cara Tradisional, Petani Didorong Gunakan Teknologi hingga Mekanisasi
Petani Tembakau Probolinggo [ist]
baca 10 detik
  • Pemerintah melaksanakan Program Kemitraan Petani Tembakau di Kabupaten Rembang untuk memodernisasi pertanian.
  • Program ini menyediakan pendampingan teknis dan mekanisasi guna meningkatkan efisiensi serta kualitas panen petani.
  • Pelaksanaan kemitraan tersebut berhasil meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat perekonomian masyarakat pedesaan.

Suara.com - Sektor pertanian tembakau mulai didorong masuk ke era modernisasi melalui penguatan kemitraan, pendampingan teknis hingga pemanfaatan alat mekanisasi untuk meningkatkan efisiensi kerja petani.

Upaya tersebut dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pelaku ekosistem tembakau melalui Program Kemitraan Petani Tembakau di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Salah satu program yang digelar yaitu Sistem Produksi Terpadu.

Sistem Produksi Terpadu yang telah diinisiasi sejak 2009 tersebut berfokus pada peningkatan kualitas hasil panen, efisiensi budidaya melalui penerapan Good Agricultural Practices (GAP), serta kepastian penyerapan hasil tani.

Melalui program kemitraan, petani mendapatkan pendampingan teknis secara berkala dan transfer pengetahuan terkait praktik budidaya. Langkah tersebut diharapkan membuat petani mampu menjaga konsistensi mutu sekaligus menekan biaya usaha tani.

Petani memanen daun tembakau yang terendam banjir di Desa Bono, Tulungagung, Jawa Timur, Senin, (3/10/2022). Panen dini terpaksa dilakukan petani untuk mencegah kerusakan tanaman tembakau mereka yang terendam air akibat guyuran hujan dalam beberapa hari terakhir. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)
Petani memanen daun tembakau [ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko]

Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Kementan Abdul Roni Angkat mengatakan kunjungan lapangan menjadi momentum untuk melihat secara langsung penerapan teknologi dan pendampingan budidaya di tingkat petani.

"Melalui kunjungan lapangan ini, kita jadi lebih memahami implementasi rangkaian pendampingan teknik budidaya di tingkat lapangan sejak pembibitan hingga panen, memetakan tantangan riil para petani, serta memastikan penyerapan hasil panen tembakau oleh industri berjalan secara optimal untuk hasil yang sesuai standar mutu dan kualitas," ujarnya seperti dikutip, Senin (24/8/026).

Selain pendampingan, modernisasi pertanian juga dilakukan melalui dukungan alat mekanisasi panen. Kementan mendukung adanya bentuk-bentuk transformasi pertanian, termasuk penyaluran alat mekanisasi yang dialokasikan untuk membantu meningkatkan efisiensi kerja petani di lapangan.

Langkah tersebut menjadi penting mengingat petani tembakau masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan informasi dan inovasi, penyediaan sarana produksi pertanian, ketidakpastian cuaca, hingga hambatan dalam rantai tata niaga.

Dengan mekanisasi dan penerapan praktik budidaya yang lebih baik, proses produksi diharapkan menjadi lebih efisien. Petani juga dapat meningkatkan produktivitas tanpa hanya mengandalkan metode pertanian konvensional.

baca juga

Program kemitraan tembakau di Jawa Tengah saat ini telah menjangkau lebih dari 10.000 petani mitra yang tersebar di Kabupaten Rembang, Grobogan, dan Wonogiri.

Kemitraan tersebut melibatkan pemerintah, pelaku industri, kelompok tani, serta komunitas petani untuk memperkuat ekosistem tembakau dari sisi hulu hingga hilir.

Selain meningkatkan kualitas hasil panen, program tersebut juga memberikan dampak terhadap perekonomian pedesaan.

Kemitraan dapat mendorong penyerapan tenaga kerja paruh waktu selama musim tanam hingga pascapanen, memperkuat usaha sarana pertanian lokal, serta meningkatkan perputaran ekonomi bagi pelaku UMKM di sekitar sentra tembakau.

Salah satu petani mitra, Ibu Iris, yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Sukorejo, Kabupaten Rembang, mengatakan program kemitraan yang diikutinya sejak 2021 memberikan dampak terhadap produktivitas petani.

"Semenjak mengikuti program kemitraan, saya berhasil meningkatkan produktivitas budidaya tanaman tembakau. Sehingga mendapatkan hasil yang lebih optimal. Tidak hanya berhenti disitu, semenjak banyak warga desa saya yang ikut program kemitraan tembakau, desa kami juga menjadi lebih aman dan tidak rawan tindakan kriminal seperti pencurian motor yang seperti dulu," bebernya.

Dengan penguatan pendampingan, penerapan Good Agricultural Practices, serta pemanfaatan mekanisasi, sektor tembakau diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperkuat daya saing petani dan keberlanjutan rantai pasok tembakau nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gabah Makin Mahal, Produsen Beras Berdarah-darah: Jual Mahal Kena HET, Jual Murah Nombok

Gabah Makin Mahal, Produsen Beras Berdarah-darah: Jual Mahal Kena HET, Jual Murah Nombok

Bisnis | Minggu, 23 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Gabah Mahal Bikin Produsen Beras Tertekan: HOKI Rugi Rp34 Miliar, NASI Ikut Tekor

Gabah Mahal Bikin Produsen Beras Tertekan: HOKI Rugi Rp34 Miliar, NASI Ikut Tekor

Bisnis | Minggu, 23 Agustus 2026 | 15:07 WIB

Petani Bakal Bisa Pinjam Modal dengan Jaminan Hasil Panen, Bunga 6 Persen

Petani Bakal Bisa Pinjam Modal dengan Jaminan Hasil Panen, Bunga 6 Persen

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:32 WIB

Terkini

Tak Lagi Pakai Cara Tradisional, Petani Didorong Gunakan Teknologi hingga Mekanisasi

Tak Lagi Pakai Cara Tradisional, Petani Didorong Gunakan Teknologi hingga Mekanisasi

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:58 WIB

Uang Beredar Juli 2026 Capai Rp10.371,1 Triliun, Kredit Melaju 13 Persen

Uang Beredar Juli 2026 Capai Rp10.371,1 Triliun, Kredit Melaju 13 Persen

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:46 WIB

BEI Gembok Massal 3 Saham, Ini Daftar yang Kena Penghentian Sementara

BEI Gembok Massal 3 Saham, Ini Daftar yang Kena Penghentian Sementara

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:39 WIB

Karena Cinta Itu Sempurna: Arti Kekasih di Hidup yang Tak Selalu Mudah

Karena Cinta Itu Sempurna: Arti Kekasih di Hidup yang Tak Selalu Mudah

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Benarkah PLTU Suralaya Jadi Biang Kerok Polusi Udara?

Benarkah PLTU Suralaya Jadi Biang Kerok Polusi Udara?

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:26 WIB

Lei Jun Kepergok Bawa HP Lipat Misterius, Xiaomi MIX Ultra Diduga Segera Hadir

Lei Jun Kepergok Bawa HP Lipat Misterius, Xiaomi MIX Ultra Diduga Segera Hadir

Tekno | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Oktafianus Fernando Resmi Gabung Persis Solo, Bidik Promosi Super League

Oktafianus Fernando Resmi Gabung Persis Solo, Bidik Promosi Super League

Surakarta | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Pemerintah Mulai Genjot Digitalisasi, Pengadaan Barang dan Jasa Bakal Berubah Total

Pemerintah Mulai Genjot Digitalisasi, Pengadaan Barang dan Jasa Bakal Berubah Total

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:20 WIB

UMKM Desa Dibidik Naik Kelas dengan Energi CNG

UMKM Desa Dibidik Naik Kelas dengan Energi CNG

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:13 WIB

Ribuan Warga Padati Halaman Kantor Gubernur, Bersholawat dan Doa Bersama untuk Korban Bencana NTT

Ribuan Warga Padati Halaman Kantor Gubernur, Bersholawat dan Doa Bersama untuk Korban Bencana NTT

Jawa Tengah | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:13 WIB

×