Harga Minyak Dunia Turun Besar-besaran, AS Malah Bikin Ulah Lagi

M Nurhadi

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:46 WIB
Harga Minyak Dunia Turun Besar-besaran, AS Malah Bikin Ulah Lagi
Ilustrasi kapal tanker Pacific Topaz yang beraktivitas mengangkut minyak mentah [Unsplash/Haydn]
baca 10 detik
  • Harga minyak mentah dunia turun lebih dari 1 dolar AS per barel pada perdagangan Senin, 24 Agustus 2026.
  • Penurunan harga minyak disebabkan aksi ambil untung investor menjelang pengumuman sanksi baru Amerika Serikat terhadap Iran.
  • Kontrak Brent turun menjadi 93,16 dolar AS per barel dan WTI terkoreksi ke level 85,70 dolar AS per barel.

Suara.com - Harga minyak mentah dunia mencatatkan penurunan lebih dari 1 dolar AS per barel pada perdagangan awal pekan, Senin (24/8/2026).

Penurunan ini dipicu oleh langkah para investor yang mengambil tindakan profit taking (aksi ambil untung) menjelang rencana pengumuman sanksi baru dari pemerintah Amerika Serikat terhadap Iran, yang berisiko memperketat gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah.

Berdasarkan data perdagangan, harga minyak mentah berjangka jenis Brent mengalami penurunan sebesar 1,23 dolar AS atau setara 1,3 persen, berada di posisi 93,16 dolar AS per barel.

Sementara itu, minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) asal Amerika Serikat terkoreksi 1,36 dolar AS atau 1,6 persen ke level 85,70 dolar AS per barel.

Penurunan di awal pekan ini terjadi setelah kedua kontrak acuan minyak tersebut mencatatkan kenaikan mingguan dua kali berturut-turut pada pekan sebelumnya dengan lonjakan lebih dari 5 persen.

Penguatan sebelumnya didorong oleh kebuntuan negosiasi damai antara AS dan Iran, yang berdampak pada tersendatnya pengiriman minyak melalui Selat Hormuz—jalur logistik krusial tempat berlalunya seperlima dari total pasokan minyak dunia.

Rencana Sanksi Ekonomi Baru AS Terhadap Iran

Tekanan terhadap pasar minyak dunia meningkat seiring dengan rencana Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, yang dijadwalkan menggelar konferensi pers untuk mengumumkan sanksi yang diklaim sebagai sanksi terberat dalam sejarah terhadap Iran.

Di saat yang sama, Presiden AS Donald Trump turut mengancam akan menjatuhkan sanksi bagi negara-negara yang menjadi mitra dagang Tehran.

baca juga

Analis komoditas dari Commonwealth Bank of Australia, Vivek Dhar, menilai strategi mengisolasi Iran secara ekonomi memiliki risiko tersendiri bagi stabilitas pasar energi.

Menurutnya, jika sanksi AS bekerja efektif, potensi respons balik dari Iran dalam bentuk eskalasi konflik dapat menjadi risiko baru bagi pasar.

Sementara, laporan Reuters mengatakan, internal kepemimpinan Iran menunjukkan adanya perbedaan visi. Meski Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyuarakan penyelesaian diplomatik, kelompok garis keras di pemerintahan dinilai cenderung memilih jalan konfrontasi.

Dari sisi perdagangan fisik, pasokan minyak mentah Iran ke pembeli di Tiongkok dilaporkan menurun dan harganya melonjak akibat blokade yang diterapkan pihak AS.

Meskipun ketegangan menutup sebagian jalur distribusi, kantor berita resmi Iran (IRNA) melaporkan bahwa pihak Tehran telah memberikan izin bagi sejumlah kapal tanker minyak Irak untuk melintasi Selat Hormuz setelah menerima permintaan resmi dari Baghdad.

Kendati demikian, sejumlah analis memproyeksikan proses pemulihan pasokan energi dari Timur Tengah akan memakan waktu lebih lama dari perkiraan awal. Tim analis Morgan Stanley mencatat bahwa ketersediaan pasokan minyak saat ini terus mengetat, ditandai dengan penurunan tajam pada oil-on-water (minyak dalam perjalanan laut) serta penyusutan persediaan minyak di darat, termasuk di Tiongkok. Data agregat ekspor dari Timur Tengah menunjukkan volume pengiriman yang kembali tertahan pada level awal tahun, sehingga memperlambat laju pemulihan pasokan global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri Luar Negeri Iran Nilai Sanksi Ekonomi Amerika Serikat Bentuk Keputusasaan

Menteri Luar Negeri Iran Nilai Sanksi Ekonomi Amerika Serikat Bentuk Keputusasaan

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:01 WIB

Iran Hadapi Perang Ekonomi Total Akibat Ancaman Sanksi Baru Donald Trump

Iran Hadapi Perang Ekonomi Total Akibat Ancaman Sanksi Baru Donald Trump

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 10:41 WIB

Harga Minyak Turun Jelang Pengumuman Sanksi Baru AS ke Iran

Harga Minyak Turun Jelang Pengumuman Sanksi Baru AS ke Iran

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 10:19 WIB

AS Siapkan Sanksi Brutal, Iran Ancam Tak Biarkan 1 Tetes Minyak Keluar dari Selat Hormuz

AS Siapkan Sanksi Brutal, Iran Ancam Tak Biarkan 1 Tetes Minyak Keluar dari Selat Hormuz

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 09:53 WIB

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Lemas ke Level Rp17.690

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Lemas ke Level Rp17.690

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 09:50 WIB

Dolar AS Keok Lagi, Rupiah Kian Perkasa ke Level Rp17.694

Dolar AS Keok Lagi, Rupiah Kian Perkasa ke Level Rp17.694

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 15:51 WIB

Terkini

Daftar Zodiak yang Tidak Cocok Berpacaran karena Sering Bentrok, Hubungannya Rawan Konflik

Daftar Zodiak yang Tidak Cocok Berpacaran karena Sering Bentrok, Hubungannya Rawan Konflik

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:20 WIB

Tunggu Bola Panas Ijazah Gibran di DPR, Berakhir ke Pemakzulan?

Tunggu Bola Panas Ijazah Gibran di DPR, Berakhir ke Pemakzulan?

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:06 WIB

Lestarikan Budaya Jawa, Warkaban Hadirkan Wayang Kulit Lahire Wisanggeni di TMII

Lestarikan Budaya Jawa, Warkaban Hadirkan Wayang Kulit Lahire Wisanggeni di TMII

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:05 WIB

Mengenang Nasi Pecel Rp2 Ribuan, Kenapa Kuliner Ini Nggak Pernah Ada Matinya?

Mengenang Nasi Pecel Rp2 Ribuan, Kenapa Kuliner Ini Nggak Pernah Ada Matinya?

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Asap Kebakaran TPA Makbon Ganggu Warga hingga Penerbangan

Asap Kebakaran TPA Makbon Ganggu Warga hingga Penerbangan

Foto | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Capai Ketinggian 1,8 Kilometer Mengarah ke Selat Sunda

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Capai Ketinggian 1,8 Kilometer Mengarah ke Selat Sunda

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:52 WIB

Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni

Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni

Lampung | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:42 WIB

Galaxy S26 FE Dibanderol Rp9,7 Jutaan, Bawa 47 Fitur Galaxy AI dan Update 7 Tahun

Galaxy S26 FE Dibanderol Rp9,7 Jutaan, Bawa 47 Fitur Galaxy AI dan Update 7 Tahun

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Review Who Is Martin Mull?: Dokumenter Biografi Netflix yang Mengaduk-aduk Emosi Penonton

Review Who Is Martin Mull?: Dokumenter Biografi Netflix yang Mengaduk-aduk Emosi Penonton

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:20 WIB

Perang AS - Iran Akan Dimulai Lagi, Pentagon Siapkan Serangan Besar

Perang AS - Iran Akan Dimulai Lagi, Pentagon Siapkan Serangan Besar

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:12 WIB

×