- Stockbit memperkuat analisis broker dan transaksi secara real time.
- Data kepemilikan saham diperluas hingga UBO dan investor network.
- AI Reports hadir untuk mempercepat riset dan analisis investor.
Suara.com - Stockbit terus memperkuat posisinya sebagai platform investasi dan komunitas investor di Indonesia. Memasuki paruh kedua 2026, Stockbit mengandalkan sederet fitur baru untuk membantu investor dan trader membaca pergerakan pasar dengan data yang lebih lengkap.
Sepanjang semester I-2026, pengembangan fitur Stockbit banyak diarahkan pada penguatan analisis transaksi, aktivitas broker, hingga informasi kepemilikan saham. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan investor terhadap data yang cepat dan mudah diolah sebelum mengambil keputusan investasi.
“Investor dan trader profesional membutuhkan lebih dari sekadar akses untuk melakukan transaksi. Mereka membutuhkan data yang semakin komprehensif, cepat, dan mudah dianalisis untuk memahami dinamika pasar. Karena itu, tim Stockbit terus berinovasi dengan menghadirkan fitur-fitur yang dapat membantu pengguna melakukan analisis secara lebih mendalam,” ujar William, Head of PR & Corporate Communication Stockbit.
Salah satu pengembangan yang menjadi perhatian adalah fitur analisis aktivitas broker. Melalui Filter by Broker di Running Trade, pengguna dapat menyaring transaksi berdasarkan broker tertentu. Dengan begitu, aktivitas perdagangan dapat diamati secara lebih spesifik.
Stockbit juga menghadirkan sejumlah fitur seperti Broker Activity, Multiple Broker Activity, Broker Daily Activity, Broker Analysis di Desktop App, serta Broker Flow.
Pada Broker Flow, investor dapat menggunakan Trade Flow dan Candlestick View untuk melihat aktivitas perdagangan melalui visualisasi pergerakan transaksi. Ada pula Lock Broker Flow yang memungkinkan pengguna mempertahankan tampilan analisis broker tertentu ketika mengeksplorasi data.
Di Running Trade, Stockbit menambahkan informasi Value dan Real-Time Order Queue. Kedua fitur tersebut memberikan gambaran mengenai transaksi serta antrean order secara real time. Sementara itu, Display Frequency membantu pengguna melihat frekuensi kemunculan transaksi secara lebih terstruktur.
Tak hanya transaksi broker, Stockbit juga memperluas informasi mengenai struktur kepemilikan perusahaan.
Pengguna Web kini dapat mengakses Data Ultimate Beneficiary Owner (UBO) dan Data Kepemilikan Saham di atas 1%. Informasi tersebut memungkinkan investor melihat lebih jauh pihak-pihak yang mempunyai kepemilikan signifikan dalam sebuah perusahaan.
Stockbit turut menyediakan Data Holdings & Investor Network di Web serta Investor Network di Mobile. Fitur tersebut membantu pengguna mengeksplorasi hubungan kepemilikan dan keterkaitan antarinvestor.
Informasi lainnya adalah Data 39 Jenis Komposisi Pemegang Saham, yang memberikan gambaran lebih detail mengenai struktur pemegang saham sebuah perusahaan.
Untuk mempermudah pemantauan transaksi, Stockbit menghadirkan Open Order on Company Profile. Investor dapat melihat informasi order langsung dari halaman profil perusahaan.
Sementara itu, pengguna Mobile dapat memanfaatkan Ownership Allocation untuk mengakses informasi alokasi kepemilikan tanpa harus berpindah perangkat.
Stockbit juga memperkenalkan Merge Order ID untuk menyederhanakan tampilan order yang berkaitan sehingga aktivitas transaksi lebih mudah dipantau.
Pengembangan Stockbit juga mulai menyentuh teknologi kecerdasan buatan atau AI. Salah satunya melalui fitur AI Reports.
Fitur ini dirancang untuk membantu investor mendapatkan rangkuman dan informasi relevan ketika melakukan riset perusahaan. Dengan demikian, pengguna dapat menghemat waktu dalam proses eksplorasi informasi.
“Kehadiran AI Reports menjadi bagian dari upaya Stockbit untuk menggabungkan kekuatan data dengan teknologi AI dalam mendukung proses analisis investor,” jelas William.
Selain analisis saham, Stockbit juga memperhatikan investor yang mengikuti aksi korporasi, termasuk penawaran umum perdana saham atau IPO.
Untuk kebutuhan tersebut, tersedia Track Record Underwriters di Mobile, Web, dan Desktop App. Fitur ini memungkinkan pengguna mengeksplorasi rekam jejak penjamin emisi dalam satu tempat.
Informasi tersebut dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan tambahan bagi investor ketika melakukan riset terhadap perusahaan yang akan melakukan penawaran umum.
“Pengembangan fitur-fitur ini kami lakukan berdasarkan kebutuhan pengguna yang semakin kompleks seiring perjalanan mereka dalam berinvestasi. Kami ingin Stockbit tidak hanya menjadi tempat untuk bertransaksi, tetapi juga menjadi platform yang menyediakan berbagai data dan perangkat analisis untuk membantu investor dan trader melakukan riset secara lebih menyeluruh,” lanjut William.