- Mitsubishi Chemical belum menetapkan angka investasi khusus untuk Indonesia
- Perusahaan mulai lebih agresif mengembangkan bisnis di Asia-Pasifik
- Ketidakpastian geopolitik membuat investasi harus lebih hati-hati
Suara.com - Mitsubishi Chemical Group terus berbenah dalam meningkatkan bisnisnya. Apalagi, dengan kondisi geopolitik di Timur Tengah membuat perusahaan terus memperbaiki kinerja keuangannya.
Regional Head Mitsubishi Chemical Group Asia-Pacific Michio Kaharu mengatakan ingin melebarkan bisnisnya di kawasan Asia-Pasifik atau Asia-Pacific (APAC).Adapun, keputusan investasi perusahaan tidak didasarkan pada angka tertentu yang telah ditetapkan sejak awal.
Menurut dia, Mitsubishi Chemical secara berkelanjutan mengevaluasi peluang pengembangan bisnis di berbagai wilayah.
"Sejujurnya, kami tidak memiliki angka spesifik untuk investasi di Indonesia. Mitsubishi Chemical secara keseluruhan selalu meneliti kemungkinan bagaimana mengembangkan bisnis berdasarkan portofolio bisnis kami," kata Michio di Jakarta, Minggu (30/8/2026).
![Ilustrasi [Suara.com/HD-diedit dengan AI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/04/68336-ilustrasi-investor-asing-investasi-asing-investor-kabur.jpg)
Michio mengatakan, pada tahun lalu Mitsubishi Chemical lebih banyak berfokus pada restrukturisasi bisnis, termasuk pada bisnis bahan bakar dan komoditas. Memasuki periode berikutnya, perusahaan mulai lebih agresif dalam membangun dan mengembangkan bisnis.
"Dari tahun lalu, Mitsubishi Chemical menjadi lebih agresif dalam membangun bisnis. Kami sedang meneliti berbagai kemungkinan," jelasnya.
Menurut Michio, kawasan APAC masih memiliki prospek pertumbuhan yang kuat. Dia menilai pertumbuhan di Eropa relatif tidak cepat, sementara Jepang menghadapi tantangan demografi berupa penurunan populasi. Di sisi lain, China masih menghadapi sejumlah tantangan ekonomi.
"Kami dan semua orang di kawasan APAC percaya bahwa kawasan APAC akan terus berkembang," kata Michio.
Meski demikian, dia mengakui kondisi geopolitik saat ini membuat perusahaan perlu lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan bisnis dan investasi. Konflik serta ketidakpastian di kawasan menjadi salah satu faktor yang turut diperhatikan dalam proses evaluasi perusahaan.
"Kondisinya saat ini agak tidak tentu karena konflik di kawasan. Menurut situasi sekarang, kami harus berhati-hati dalam membuat keputusan. Namun, saya percaya bisnis kami di kawasan APAC akan terus berkembang," pungkasnya.