Harga Minyak Dunia Bak Malaria, ICP 2027 Diusulkan USD75/Barel

Achmad Fauzi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Senin, 31 Agustus 2026 | 18:36 WIB
Harga Minyak Dunia Bak Malaria, ICP 2027 Diusulkan USD75/Barel
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].
baca 10 detik
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengusulkan asumsi ICP sebesar USD 75 per barel dalam RAPBN 2027.
  • Usulan tersebut disampaikan saat rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta pada Senin, 31 Agustus 2026.
  • Kebijakan ini diambil pemerintah guna mengantisipasi dinamika geopolitik global demi menjaga kestabilan postur anggaran negara.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengusulkan asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sebesar USD 75 per barel pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

Angka tersebut diusulkan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik dan konflik global yang belum dapat dipastikan kapan berakhir.

Dalam pemaparannya, Bahlil menganalogikan fluktuasi harga minyak mentah di pasar global saat ini layaknya penyakit malaria yang dapat kambuh secara tiba-tiba.

"Harga minyak dunia ini saya menganalogikan seperti penyakit malaria. Pagi sembuh, sore bisa bangkit lagi penyakitnya, jadi kita tidak pernah tahu," ujar Bahlil dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Iustrasi Kilang Minyak [Pexels].
Iustrasi Kilang Minyak [Pexels].

Atas dasar ketidakpastian tersebut, pemerintah menyepakati usulan ICP sebesar USD 75 per barel dalam Nota Keuangan RAPBN 2027 sebagai langkah antisipatif untuk menjaga postur anggaran negara.

"Jadi kita tidak pernah tahu. Karena itu maka sesuai dengan Nota Keuangan APBN tahun 2027 telah diusulkan harga ICP sebesar USD 75 per barel," kata Bahlil. 

Sebelumnya, Harga minyak mentah dunia melonjak lebih dari 2 persen pada perdagangan Senin (31/8/2026).

Lonjakan ini dipicu oleh serangan pasukan Amerika Serikat (AS) terhadap dua peluncur rudal Iran di Pulau Larak yang berada di kawasan strategis Selat Hormuz, memicu kekhawatiran baru atas gangguan pasokan minyak global.

Mengutip dari Reuters, hingga pukul 22.02 GMT, minyak mentah berjangka jenis Brent naik USD 2,22 atau 2,52 persen menjadi USD  90,32 per barel, kembali menembus ambang batas USD 90. 

baca juga

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) asal AS menguat USD 2,01 atau 2,41 persen ke posisi USD 85,41 per barel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Kembali Loyo ke Rp17.722, Harga Minyak Dunia Jadi Beban

Rupiah Kembali Loyo ke Rp17.722, Harga Minyak Dunia Jadi Beban

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:44 WIB

Bisnis Batu Bara dan Gas Mau Diambil Alih BLU

Bisnis Batu Bara dan Gas Mau Diambil Alih BLU

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:35 WIB

Perusahaan Tambang dari 5 Negara Ini Dapat Perlakuan Khusus Aturan DHE SDA

Perusahaan Tambang dari 5 Negara Ini Dapat Perlakuan Khusus Aturan DHE SDA

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 12:51 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×