RI Punya Pabrik Baja Kapasitas 1,2 Juta Ton

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 03 September 2026 | 15:22 WIB
RI Punya Pabrik Baja Kapasitas 1,2 Juta Ton
Ilustrasi industri Baja Indonesia. Foto ist.
baca 10 detik
  • Kebutuhan baja konstruksi meningkat seiring pembangunan infrastruktur RI.
  • GYS di Cikarang punya kapasitas produksi baja lebih dari 1,2 juta ton/tahun.
  • GYS memakai teknologi EAF dan memproduksi H Beam, IWF, UNP hingga besi siku.

Suara.com - Pembangunan infrastruktur yang terus digenjot membuat kebutuhan baja konstruksi menjadi salah satu mata rantai penting dalam pengerjaan proyek di Indonesia. Material ini dibutuhkan mulai dari pembangunan gedung, kawasan industri, gudang, hingga jembatan.

Besarnya kebutuhan tersebut membuat keberadaan produsen baja di dalam negeri menjadi semakin strategis. Sebab, bagi kontraktor dan fabrikator, persoalan material bukan hanya soal tersedia atau tidak, tetapi juga menyangkut mutu, spesifikasi teknis, standar produk hingga kelengkapan dokumen material.

Salah satu pemain yang masuk ke sektor tersebut adalah PT Garuda Yamato Steel (GYS), produsen baja yang beroperasi di Cikarang, Bekasi. Perusahaan yang berdiri pada 2024 ini merupakan hasil kolaborasi Yamato Kogyo Co., Ltd., Siam Yamato Steel Co., Ltd., PT Hanwa Indonesia, dan PT Gunung Raja Paksi Tbk.

GYS memproduksi berbagai jenis baja profil hot rolled yang umum digunakan dalam konstruksi. Produk tersebut antara lain H Beam, IWF atau WF, Channel atau UNP, serta Equal Angle atau besi siku.

Material tersebut memiliki fungsi berbeda dalam sebuah struktur bangunan. H Beam dan IWF, misalnya, dapat digunakan sebagai balok maupun kolom sesuai dengan perhitungan struktur. Sementara UNP dan Equal Angle dapat digunakan untuk rangka sekunder maupun bagian tertentu dari sambungan.

Namun, memilih baja konstruksi tidak cukup hanya melihat bentuk atau ukurannya.

Kontraktor dan fabrikator perlu memperhatikan sejumlah parameter, mulai dari ukuran penampang, berat per meter, ketebalan web dan flange, grade baja, panjang batang, hingga standar produk. Karena itu, tabel baja profil dari produsen menjadi salah satu acuan penting sebelum material digunakan dalam proyek.

Dalam proses produksinya, GYS menggunakan teknologi Electric Arc Furnace (EAF). Teknologi ini memungkinkan material daur ulang berupa scrap dilebur menjadi baja cair sebelum menjalani proses pemurnian, pencetakan, pemanasan kembali, hingga pembentukan melalui proses canai panas.

EAF bekerja menggunakan panas dari busur listrik untuk melelehkan bahan baku. Selama proses tersebut, sejumlah parameter produksi seperti komposisi kimia dan temperatur dikendalikan.

baca juga

Setelah melalui proses pembentukan, produk kemudian diperiksa untuk memastikan dimensi dan sifat mekanisnya memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Pemeriksaan akhir juga dilakukan sesuai ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI) berdasarkan ruang lingkup masing-masing produk.

Presiden Direktur PT Garuda Yamato Steel Tony Taniwan mengatakan pengawasan material dilakukan sejak tahap awal produksi.

"Prioritas kami adalah memberikan kepastian bahwa material yang digunakan para kontraktor memiliki mutu yang tinggi, konsisten dan dapat ditelusuri. Pengawasan dilakukan sejak pemilihan bahan baku hingga produk selesai diproses dan diperiksa," ujar Tony.

Selain baja profil umum, GYS juga memproduksi high tensile beam dengan karakteristik seismik yang disebut Baja Tahan Gempa Plus.

Produk tersebut ditujukan untuk kebutuhan struktur yang mempertimbangkan aspek ketahanan terhadap gempa. Meski demikian, ketahanan bangunan terhadap gempa tidak hanya ditentukan oleh material baja.

Desain struktur, sambungan, proses fabrikasi, pengelasan, pemasangan hingga pengawasan konstruksi tetap menjadi bagian penting dari keseluruhan sistem keamanan bangunan.

Dari sisi pasokan, GYS menyebut memiliki kapasitas produksi lebih dari 1,2 juta ton per tahun.

Kapasitas tersebut menjadi penting terutama bagi proyek konstruksi yang membutuhkan baja dalam volume besar. Pembelian langsung dari pabrik juga dapat membantu kontraktor maupun fabrikator melakukan koordinasi terkait spesifikasi material dan jadwal pengiriman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DJP Dulang Rp326,6 Miliar dari 38 Perusahaan Baja Nakal

DJP Dulang Rp326,6 Miliar dari 38 Perusahaan Baja Nakal

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 14:37 WIB

Purbaya Kantongi 40 Perusahaan Baja Pengemplang Pajak, Kebocoran Tembus Rp 5 Triliun

Purbaya Kantongi 40 Perusahaan Baja Pengemplang Pajak, Kebocoran Tembus Rp 5 Triliun

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:04 WIB

Ada Perusahaan Baja Puluhan Tahun Tak Bayar Pajak, Purbaya Ungkap Pegawai DJP dan Siap Pecatin!

Ada Perusahaan Baja Puluhan Tahun Tak Bayar Pajak, Purbaya Ungkap Pegawai DJP dan Siap Pecatin!

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 19:14 WIB

Terkini

Konsumsi Ayam dan Telur RI Masih Terendah di ASEAN, Ini Penyebab Utama Peternak Menjerit

Konsumsi Ayam dan Telur RI Masih Terendah di ASEAN, Ini Penyebab Utama Peternak Menjerit

Jogja | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:52 WIB

Promo Diskon AZKO untuk Kebutuhan Rumah Tangga, Khusus Nasabah BRI

Promo Diskon AZKO untuk Kebutuhan Rumah Tangga, Khusus Nasabah BRI

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:21 WIB

Cuma 25 Orang Pertama! Amankan Cashback Rp1 Juta untuk Pengajuan BRI Multiguna

Cuma 25 Orang Pertama! Amankan Cashback Rp1 Juta untuk Pengajuan BRI Multiguna

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:11 WIB

Mau Ekspansi Bisnis Tanpa Ribet? Manfaatkan Program KI Solusi BRI 2026

Mau Ekspansi Bisnis Tanpa Ribet? Manfaatkan Program KI Solusi BRI 2026

Bisnis | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Kampus ke Jalanan, Flamingo Revolution di Albania Makan Korban 272 Orang

Dari Kampus ke Jalanan, Flamingo Revolution di Albania Makan Korban 272 Orang

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Transaksi BRIVA Tanpa Beban, Nikmati Cashback 10 Persen Setiap Hari Lewat BRImo

Transaksi BRIVA Tanpa Beban, Nikmati Cashback 10 Persen Setiap Hari Lewat BRImo

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Rasakan Kebersamaan di Ajang Wilio Run 2026, Dapatkan Tiketnya via BRImo

Rasakan Kebersamaan di Ajang Wilio Run 2026, Dapatkan Tiketnya via BRImo

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:12 WIB

Persija Jakarta Women dan FC Bekasi City Women Berbagi Angka 1-1

Persija Jakarta Women dan FC Bekasi City Women Berbagi Angka 1-1

Banten | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kerusuhan Prancis Picu Kerugian Ratusan Juta Euro, 1.500 Toko Dijarah Perusuh

Kerusuhan Prancis Picu Kerugian Ratusan Juta Euro, 1.500 Toko Dijarah Perusuh

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Kabut Asap Karhutla Ganggu Ribuan Penerbangan, Pembatalan Tembus 1.324

Kabut Asap Karhutla Ganggu Ribuan Penerbangan, Pembatalan Tembus 1.324

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:00 WIB

×