Purbaya Minta Jakarta Tak Cari Utang Baru lewat Obligasi Daerah: Uangnya Kebanyakan

Dicky Prastya

Kamis, 03 September 2026 | 14:50 WIB
Purbaya Minta Jakarta Tak Cari Utang Baru lewat Obligasi Daerah: Uangnya Kebanyakan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Dok. Kemenkeu]
baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta Pemprov DKI Jakarta agar tidak menerbitkan obligasi daerah.
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berencana menerbitkan obligasi senilai Rp3,5 triliun pada Juni 2027.
  • Menkeu menyarankan Pemda menggunakan PT SMI untuk pembiayaan infrastruktur guna mencegah risiko krisis ekonomi.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk tidak menarik utang baru lewat penerbitan obligasi daerah atau municipal bond.

Menkeu Purbaya beralasan kalau Jakarta saat ini sudah memiliki banyak Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ia menyarankan agar mereka tak perlu menerbitkan utang baru.

"Tapi Jakarta enggak perlu juga ngeluarin bond, uangnya kebanyakan," katanya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Bendahara Negara menilai kalau Pemerintah mesti hati-hati dalam membuat kebijakan soal penerbitan obligasi daerah. Ia tak mau Indonesia mengalami krisis karena hal tersebut, sebagaimana yang terjadi di Brazil dan Argentina.

"Kalau enggak hati-hati kita seperti Brazil atau Argentina waktu itu. Ketika daerahnya enggak bisa bayar akhirnya yang bayar (Pemerintah) Pusat juga, akhirnya goncang semua perekonomiannya," lanjut dia.

Ketimbang menerbitkan obligasi, Purbaya menyatakan kalau Pemerintah sudah memiliki jalan keluar untuk Pemda yang ingin membangun infrastruktur tapi kekurangan dana.

Salah satunya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memiliki special mission vehicle (SMV) berupa PT Sarana Multi Infrastruktur atau PT SMI. Dengan ini Pemda bisa meminjam anggaran ke BUMN di bawah Kemenkeu tersebut dengan jangka waktu tertentu.

Terkait pengembalian, Purbaya menyatakan kalau Kemenkeu bakal memotong langsung anggaran Dana Bagi Hasil (DBH) yang biasa diberikan Pemerintah Pusat ke Pemda.

"Sehingga yang terjadi adalah uang ke daerah disalurkan tapi betul-betul jadi barangnya," imbuh dia.

baca juga

Lebih lanjut Purbaya menjamin kalau PT SMI profesional untuk menilai proyek yang akan digarap Pemda dari pinjaman tersebut.

"Kita tahu PT SMI cukup profesional dia menilai dengan teliti profesional swasta lah kira-kira dengan teliti proyek-proyek yang dia jalankan. Jadi itu kita harapkan dengan approach seperti itu daerah tidak kekurangan dana untuk membangun infrastruktur di daerahnya," jelas Purbaya.

Sekadar informasi, Pemprov DKI Jakarta berencana menerbitkan obligasi daerah pada Juni 2027 mendatang. Rencana ini disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam konferensi pers realisasi APBD triwulan II di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (22/7/2026).

"Besarnya Rp 3,5 triliun, tenornya 7 tahun,“ beber Pramono.

Dana hasil obligasi tersebut rencananya akan digunakan untuk membiayai sejumlah proyek publik, mulai dari LRT, rumah sakit daerah (RSUD), sekolah, embung, hingga polder.

Pramono memastikan, dana itu akan digunakan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat. Obligasi daerah ini sekaligus akan menjadi yang pertama diterbitkan oleh sebuah daerah di Indonesia.

Meski APBD Jakarta tercatat sekitar Rp81 triliun dan sebenarnya tidak terlalu membutuhkan dana tambahan, Pramono menilai langkah ini tetap penting sebagai bagian dari pembiayaan kreatif.

“Banyak orang-orang kaya yang sebenarnya nggak perlu pinjem, tetapi tetap meminjam itu karena untuk membuat badannya lebih sehat. Demikian juga dengan Jakarta, walaupun ada pemotongan DBH, kami melakukan creative financing supaya keuangan Jakarta itu jauh lebih sehat,“ jelas eks Sekretaris Kabinet itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Bantah Penerimaan Pajak Lemah, Justru Tumbuh Hampir 30% per Juli 2026

Purbaya Bantah Penerimaan Pajak Lemah, Justru Tumbuh Hampir 30% per Juli 2026

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 14:29 WIB

Korsleting Berulang, Kebakaran Jakarta Tak Kunjung Reda: Apa Masalahnya?

Korsleting Berulang, Kebakaran Jakarta Tak Kunjung Reda: Apa Masalahnya?

News | Kamis, 03 September 2026 | 14:23 WIB

Semen Padang Jadi Korban Terakhir, Persija Kirim Ancaman untuk Borneo FC

Semen Padang Jadi Korban Terakhir, Persija Kirim Ancaman untuk Borneo FC

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 11:27 WIB

Waspada! Udara Jakarta Tidak Sehat, Risiko ISPA Mengintai Warga

Waspada! Udara Jakarta Tidak Sehat, Risiko ISPA Mengintai Warga

News | Kamis, 03 September 2026 | 09:35 WIB

Purbaya Akui Sempat Lalai Pantau Kondisi Likuiditas Perbankan

Purbaya Akui Sempat Lalai Pantau Kondisi Likuiditas Perbankan

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 08:54 WIB

Pemerintah-DPR Sepakati Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2027, Ini Poin Pentingnya

Pemerintah-DPR Sepakati Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2027, Ini Poin Pentingnya

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 08:22 WIB

Terkini

Segarkan Kulit Kusam! 4 Pilihan Masker Semangka untuk Wajah Cerah Berseri

Segarkan Kulit Kusam! 4 Pilihan Masker Semangka untuk Wajah Cerah Berseri

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Situasi Geopolitik Memanas, Menpar Sebut Masyarakat Butuh Ketenangan Lewat Wisata Kebugaran

Situasi Geopolitik Memanas, Menpar Sebut Masyarakat Butuh Ketenangan Lewat Wisata Kebugaran

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:28 WIB

Proteksi Impor Mulai Berbuah Hasil, Industri Keramik dan Tekstil RI Menguat

Proteksi Impor Mulai Berbuah Hasil, Industri Keramik dan Tekstil RI Menguat

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:26 WIB

OJK Ungkap Kelanjutan Kasus Gagal Bayar DSI

OJK Ungkap Kelanjutan Kasus Gagal Bayar DSI

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:16 WIB

JK Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Mantan PM Jepang Yasuo Fukuda

JK Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Mantan PM Jepang Yasuo Fukuda

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Tayang 4 November, Intip Sinopsis Drakor Fantasi The Remarried Empress

Tayang 4 November, Intip Sinopsis Drakor Fantasi The Remarried Empress

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Tiga Pelanggaran dengan Denda Tilang Terbesar di Operasi Patuh Jaya 2026

Tiga Pelanggaran dengan Denda Tilang Terbesar di Operasi Patuh Jaya 2026

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:15 WIB

The Lament of Autumn: Drama Republik dalam Vibes Love Hate yang Bikin Baper

The Lament of Autumn: Drama Republik dalam Vibes Love Hate yang Bikin Baper

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Suahasil Akui APBN Habis RP 60 T buat Banjir Sumatra & Karhutla, Belanja Negara Naik ke Rp 3.942 T

Suahasil Akui APBN Habis RP 60 T buat Banjir Sumatra & Karhutla, Belanja Negara Naik ke Rp 3.942 T

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:09 WIB

Begini Cara Mobil Listrik Melejit Ingin Kuasai Pasar Indonesia

Begini Cara Mobil Listrik Melejit Ingin Kuasai Pasar Indonesia

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:06 WIB

×