- Kementerian Perhubungan menobatkan Pelita Air sebagai maskapai penerbangan paling tepat waktu pada tahun 2026.
- Pelita Air mengandalkan inovasi teknologi digital OnTimeX untuk mengintegrasikan aspek operasional secara efisien dan presisi.
- Penerapan sistem digital pada enam belas pesawat berhasil mengurangi penggunaan kertas serta mendukung ketepatan waktu penerbangan.
Suara.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menobatkan Pelita Air jadi maskapai yang on-time dalam penerbangan tahun 2026. Penobatan ini merupakana kedua kalinya, setelah pada tahun 2025 penerbangan Pelita Air juga dinilai paling on-time.
Untuk mencapai on-time itue, Pelita Air mengandalkan pembenahan proses operasional dan pemanfaatan teknologi untuk menjaga penerbangannya tetap tepat waktu.
Salah satunya melalui penggunaan OnTimeX, inovasi digital yang dikembangkan melalui kolaborasi tim operasional Pelita Air. Teknologi tersebut mengintegrasikan aspek safety, sustainability, dan efficiency dalam proses operasional penerbangan.
Direktur Utama Pelita Air, Faik Fahmi, mengatakan ketepatan waktu tidak hanya berkaitan dengan jadwal penerbangan, tetapi juga menyangkut kepercayaan penumpang.
"Bagi kami, tepat waktu berarti menghargai waktu dan kepercayaan pelanggan. Capaian ini juga menjadi bukti bahwa konsistensi dalam menjaga ketepatan waktu membutuhkan kolaborasi seluruh elemen operasional, didukung proses kerja yang disiplin dan pemanfaatan teknologi yang tepat," ujar Faik di Jakarta, Jumat (4/9/2026).

OnTimeX dikembangkan dari inisiatif paperless cockpit dan digitalisasi operasional yang telah dijalankan Pelita Air sejak 2023.
Melalui sistem tersebut, berbagai data dan informasi penerbangan yang sebelumnya diproses secara manual dapat dikelola secara digital dan otomatis. Kondisi ini membantu tim operasional mengambil keputusan dengan lebih cepat dan akurat.
"OnTimeX kami kembangkan dari kebutuhan untuk menghadirkan proses operasional penerbangan yang lebih terintegrasi, efisien, dan presisi. Teknologi ini membantu tim operasional dalam mengelola berbagai data dan informasi penerbangan secara digital, sehingga proses pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan akurat," jelas Faik.
Digitalisasi tersebut diterapkan pada 16 pesawat Airbus A320 milik Pelita Air. Selain membuat proses kerja lebih efisien, penerapan sistem digital juga mengurangi penggunaan kertas hingga lebih dari 1,2 ton setiap tahunnya.
Data operasional dan teknis penerbangan yang sebelumnya diproses secara manual kini dapat dikelola secara digital dan otomatis dengan lebih presisi. Hal tersebut turut meminimalkan potensi kesalahan pada tahap pre-flight yang pada akhirnya mendukung ketepatan waktu penerbangan.
Artinya, menjaga penerbangan tetap sesuai jadwal bukan hanya persoalan mempercepat proses di bandara. Di belakangnya terdapat proses digitalisasi yang membantu tim operasional mengelola berbagai informasi sebelum pesawat mengudara.
Bagi Pelita Air, konsistensi tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan pelanggan.
"Kami ingin setiap pelanggan yang memilih Pelita Air merasa yakin bahwa waktu mereka kami hargai dan perjalanan mereka kami jaga dengan sebaik-baiknya. Ke depan, kami akan terus memperkuat kualitas operasional, meningkatkan kapabilitas Perwira Pelita Air, dan memanfaatkan teknologi untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin aman, nyaman, andal, dan tepat waktu," pungkas Faik.