Dana IPO Superbank Rp1,4 T Masih Menganggur

Mohammad Fadil Djailani

Sabtu, 05 September 2026 | 19:22 WIB
Dana IPO Superbank Rp1,4 T Masih Menganggur
Superbank resmi melantai di bursa, Rabu (17/12/2025). [Suara.com/Rina]
baca 10 detik
  • Superbank cetak laba Rp99,68 miliar, tapi baru pertama kali untung.
  • Rp1,4 triliun dana IPO masih parkir di instrumen pasar uang.
  • Ekspansi kredit 50% jadi tantangan Superbank menjaga kualitas aset.

Suara.com - PT Super Bank Indonesia Tbk (Superbank) akhirnya berhasil mencetak laba bersih pada 2025. Namun, di balik capaian positif tersebut, bank digital berkode saham SUPA ini masih menghadapi sejumlah pekerjaan rumah, terutama dalam mengoptimalkan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) dan menjaga ekspansi kredit agar tidak berubah menjadi tekanan kualitas aset.

Berdasarkan Laporan Tahunan 2025 yang dikutip pada laman keterbukaan informasi, Sabtu (5/9/2026) Superbank membukukan laba bersih Rp99,68 miliar sepanjang 2025. Angka tersebut memang berbalik positif dibandingkan rugi bersih Rp366,4 miliar pada 2024 dan Rp385,1 miliar pada 2023.

Meski demikian, laba tersebut menjadi laba tahunan pertama Superbank sejak aplikasinya diluncurkan secara luas kepada publik pada Juni 2024. Artinya, bank masih berada pada fase awal pembuktian model bisnis digitalnya.

Kinerja positif Superbank juga tidak terlepas dari ekspansi neraca yang cukup agresif. Total aset pada akhir 2025 melonjak 87% secara tahunan menjadi Rp21,28 triliun, dari Rp11,40 triliun pada 2024.

Sementara itu, penyaluran kredit mencapai Rp9,6 triliun atau tumbuh 50% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan kredit yang cepat menjadi salah satu hal yang perlu dicermati. Pasalnya, semakin agresif ekspansi pembiayaan, semakin besar pula tantangan bank untuk memastikan pertumbuhan tersebut tetap menghasilkan kualitas aset yang sehat.

Untuk saat ini, Superbank masih mampu menjaga rasio kredit bermasalah. NPL gross berada di level 2%, sedangkan NPL net sebesar 0,7%. Rasio kecukupan modal juga sangat tinggi, yakni 93%.

Namun, kinerja tersebut tetap perlu diuji ketika ekspansi kredit semakin besar dan bank mulai memasuki segmen ritel serta UMKM secara lebih luas.

Sorotan lain datang dari aksi IPO Superbank yang berlangsung pada 17 Desember 2025. Perseroan melepas 4,41 miliar saham dengan harga Rp635 per saham dan memperoleh dana bersih sekitar Rp2,7 triliun.

baca juga

Dari dana tersebut, baru sekitar Rp1,3 triliun yang telah direalisasikan untuk memperkuat modal kerja guna mendukung ekspansi kredit.

Sementara itu, sekitar Rp1,4 triliun masih ditempatkan sementara pada instrumen pasar uang yang aman dan likuid.

Dengan kata lain, lebih dari separuh dana IPO yang tersisa belum diarahkan ke ekspansi bisnis utama hingga akhir 2025. Kondisi ini menjadi tantangan bagi manajemen untuk membuktikan bahwa modal baru dari pasar modal tersebut benar-benar mampu menghasilkan pertumbuhan dan keuntungan yang berkelanjutan.

Perseroan juga belum membagikan dividen kepada pemegang saham hingga akhir 2025. Bagi investor yang mengincar keuntungan tunai, kondisi tersebut berarti imbal hasil investasi masih sangat bergantung pada potensi apresiasi harga saham.

Di pasar modal, saham SUPA memang sempat menunjukkan performa kuat setelah IPO. Pada akhir Desember 2025, saham tersebut ditutup di level Rp935, jauh di atas harga penawaran Rp635.

Dengan jumlah saham beredar 33,9 miliar lembar, kapitalisasi pasar Superbank mencapai sekitar Rp31,69 triliun per 30 Desember 2025.

Superbank membukukan laba sebelum pajak Rp143,3 miliar dan laba komprehensif tahun berjalan Rp176,4 miliar pada 2025.

Perseroan memang berhasil melampaui sejumlah target dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2025. Laba sebelum pajak mencapai 144% dari target, laba bersih 129%, total aset 105%, dan pendapatan bunga bersih atau NII 102%.

Namun, capaian tersebut perlu dilihat bersama dengan besarnya ekspansi neraca. Dengan aset yang sudah mencapai Rp21,28 triliun, laba bersih Rp99,68 miliar masih menunjukkan bahwa profitabilitas bank berada pada tahap awal.

Tantangan berikutnya bukan lagi sekadar mengubah rugi menjadi laba, melainkan membuktikan bahwa laba tersebut dapat tumbuh secara konsisten tanpa harus mengandalkan ekspansi neraca yang terlalu agresif.

Apalagi, Superbank tengah menargetkan pertumbuhan lebih jauh dengan memanfaatkan ekosistem Grab, OVO, Emtek, Singtel, KakaoBank, dan GXS.

Sekitar 60% akuisisi nasabah sepanjang 2025 berasal dari integrasi dengan ekosistem mitra strategis. Volume transaksi harian bahkan melonjak dari sekitar 131 ribu transaksi pada akhir 2024 menjadi 1,2 juta transaksi per hari pada Desember 2025.

Reporter: Esther Nadya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Laba SMGR Meledak 471%, Penjualan Semen Tembus 18,28 Juta Ton di Semester I 2026

Laba SMGR Meledak 471%, Penjualan Semen Tembus 18,28 Juta Ton di Semester I 2026

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 12:11 WIB

BRI Ungkap Jurus Jaga Likuiditas, Kredit Tumbuh tapi Dana Murah Digenjot

BRI Ungkap Jurus Jaga Likuiditas, Kredit Tumbuh tapi Dana Murah Digenjot

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:41 WIB

Melihat Jeroan Bisnis ANTM, 80% Pendapatan Masih Bertumpu pada Emas

Melihat Jeroan Bisnis ANTM, 80% Pendapatan Masih Bertumpu pada Emas

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 11:02 WIB

Terkini

Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Rusak Mobil Permanen, Jangan Langsung Dilap

Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Rusak Mobil Permanen, Jangan Langsung Dilap

Lifestyle | Minggu, 06 September 2026 | 19:26 WIB

Erupsi Anak Krakatau Batalkan 4 Penerbangan di Tanjungpinang, 469 Penumpang Terdampak

Erupsi Anak Krakatau Batalkan 4 Penerbangan di Tanjungpinang, 469 Penumpang Terdampak

News | Minggu, 06 September 2026 | 19:22 WIB

Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi: 6 Daerah di Lampung Diselimuti Abu Vulkanik

Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi: 6 Daerah di Lampung Diselimuti Abu Vulkanik

Lampung | Minggu, 06 September 2026 | 19:16 WIB

Ratusan Penerbangan Lion Group Batal akibat Erupsi Anak Krakatau

Ratusan Penerbangan Lion Group Batal akibat Erupsi Anak Krakatau

Bisnis | Minggu, 06 September 2026 | 19:15 WIB

Timnas Indonesia Gebuk Australia 2-0, Garuda Muda ke Piala Asia U-20 2027 dengan Rekor Sempurna

Timnas Indonesia Gebuk Australia 2-0, Garuda Muda ke Piala Asia U-20 2027 dengan Rekor Sempurna

Bola | Minggu, 06 September 2026 | 19:10 WIB

Erupsi Anak Krakatau Bikin Penerbangan di Bandara Samarinda Dibatalkan

Erupsi Anak Krakatau Bikin Penerbangan di Bandara Samarinda Dibatalkan

Kaltim | Minggu, 06 September 2026 | 19:09 WIB

Jangan Asal Sapu! Ini 6 Cara Bersihkan Rumah dari Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Jangan Asal Sapu! Ini 6 Cara Bersihkan Rumah dari Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Lifestyle | Minggu, 06 September 2026 | 19:07 WIB

Mental Tangguh Berbicara! Asnawi Jadi Bek Kanan Termahal di Liga Thailand

Mental Tangguh Berbicara! Asnawi Jadi Bek Kanan Termahal di Liga Thailand

Your Say | Minggu, 06 September 2026 | 19:05 WIB

Bedak Tabur Apa yang Cocok untuk Kulit Berminyak? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya

Bedak Tabur Apa yang Cocok untuk Kulit Berminyak? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya

Lifestyle | Minggu, 06 September 2026 | 18:55 WIB

Provaliant Tambah Event IP Global Tahun Depan, PIK Punya Peluang Jadi Panggungnya

Provaliant Tambah Event IP Global Tahun Depan, PIK Punya Peluang Jadi Panggungnya

Jakarta | Minggu, 06 September 2026 | 18:50 WIB

×